FKN 2019 Hadirkan Budaya Dan Kuliner Campuran Khas Betawi
Kolom

FKN 2019 Hadirkan Budaya Dan Kuliner Campuran Khas Betawi 

1/17

LASAK.iD – Sejak lama sebelum menjadi Ibukota negara dan bernama Jakarta. Kota ini sudah menjadi tempat bertemunya banyak kebudayaan. Posisi strategis untuk jalur perdagangan di Nusantara yang membuat banyak bangsa luar singgah dan tidak sedikit yang memutuskan untuk menetap. Diantara banyak bangsa luar yang singgah tercatat beberapa di antaranya cukup mempengaruhi dalam menciptakan budaya gado-gado di Jakarta. Bangsa-bangsa luar tersebut antara lain Belanda, Portugis, Tionghoa, Arab, India dan Melayu.

Bertemunya dua bangsa ini khususnya pada masyarakat Betawi tidak hanya menciptakan campuran dalam budaya saja. Kuliner seperti nasi uduk, nasi ulam, selendang mayang, bir pletok, kerak telor dan banyak lagi lainnya sedikit banyak terpengaruh dari campuran budaya dua bangsa. Hal itu justru menciptakan cita rasa yang kental dengan khas Betawi.

Selain dari campuran budaya pengaruh dari nilai-nilai keagamaan yang kental dengan masyarakat Betawi ikut berperan melahirkan berbagai jenis kuliner unik yang memiliki makna khusus namun hanya muncul pada saat-saat tertentu. Sayangnya perkembangan zaman merubah selera kuliner masyarakat yang perlahan membuat kuliner tradisional tanah air mulai tergusur dengan kuliner yang lebih telah di modifikasi dan kekinian.

Keprihatinan ini membuat tercetusnya sebuah acara yang menampilkan beragam kuliner Nusantara. Acara yang diberi nama Festival Kuliner Nusantara ini diselenggarakan oleh Suku Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Kota Administrasi Jakarta Pusat pada Sabtu (5/10/2019) lalu. Festival Kuliner Nusantara ini diharapkan menjadi satu dari sekian banyak acara yang serupa untuk mengangkat dan melestarikan kuliner khas Nusantara. Kawasan Pecenongan di Jakarta Pusat dipilih sebagai lokasi acara.

“Selain untuk melestarikan dan menumbuh kembangkan kuliner nusantara di Jakarta, acara ini juga untuk menggali potensi karya budaya Betawi yang berkualitas, terpelihara, dan selalu mendapat tempat di masyarakat”, kata Irwandi selaku Wakil Walikota Jakarta Pusat.

Kegiatan ini menghadirkan puluhan booth yang menyajikan kuliner Nusantara. Yang tidak ketinggalan para seniman yang menampilkan tarian dan musik tradisional Betawi. Untuk semakin memeriahkan acara, diadakan lomba memasak kuliner khas Betawi berupa nasi ulam dan fruit carving. Lomba yang berhadiah hingga 14 juta ini melibatkan warga sekitar dan milenials. Nasi ulam sengaja dipilih untuk mengingatkan kembali khususnya bahwa makanan satu ini masih ada namun keberadaraanya sudah sulit dijumpai. Juri yang dilibatkan pun tidak biasa mulai dari Indonesian Chef Association (ICA), Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Asosiasi Pengusaha Jasa Boga Indonesia (APJI) dan pengamat kuliner.

“Ini adalah bentuk keseriusan kami dalam mengenalkan dan melestarikan kuliner Betawi kepada masyarakat, terutama anak muda. Tentu kegiatan ini juga sebagai media promosi untuk aktualisasi keragaman budaya kuliner di Jakarta yang berkembang secara harmonis”, tutur Irwandi.

Komentarlah yang bijak

Related posts