Review

Review: Way Down, Ketika Sepak Bola Menjadi Momen Keberhasilan

67
×

Review: Way Down, Ketika Sepak Bola Menjadi Momen Keberhasilan

Share this article

LASAK.iDNational Treasure, Ocean 11, Italian Job atau juga Widows dan Ocean 8 dalam versi wanita hanya sederet judul film ber-genre heist yang cukup dikenal. Usung genre sama namun setiap penulis memiliki ego-nya tersendiri untuk membuat filmnya berbeda, juga mampu menarik perhatian penikmat film.

Deretan penulis seperti Rowan Athale, Michel Gaztambide, Borja Glez. Santaolalla, Andres Koppel dan Rafa Martínez melakukan yang sama lewat film berjudul The Vault atau judul lainnya Way Down. Kelima penulis tetap mempertahankan hal-hal yang wajib ada di film heist.

Tentang aksi sekelompok profesional untuk mencuri sesuatu, entah uang, barang berharga atau harta karun yang biasanya dari sebuah brankas. Setiap film heist yang membedakan pada pengkarakteran, cerita juga konflik yang dibangun sepanjang film. Juga yang tidak boleh ketinggalan plot twist di saat yang tepat.

Jika di kebanyakan film heist, karakter akan memiliki keterkaitan erat dengan tema filmnya. Sedikit berbeda ketika Way Down utamanya justru dari seorang mahasiswa teknik berbakat dari Universitas Cambridge bernama Thom Johnson (Freddie Highmore).

Kemampuan Thom yang di atas rata-rata membuatnya diliik banyak perusahaan minyak dunia. Bukan karena uang tetapi dengan alasan tak ingin menjadi seperti ayahnya, membuat Thom menolak semua tawaran tersebut. Entah apa yang dicari Thom dengan kemampuan luar biasanya tersebut.

Sampai akhirnya Thom bertemu sekelompok profesional yang menyebut diri mereka sebagai hunters. Kelompok yang dipimpin Walter Moreland (Liam Cunningham) beralasan hanya mengambil harta tak bertuan yang terpendam dari berabad-abad yang lalu.

Kali ini yang menjadi target kelompok Walter adalah “the treasure of Guadalupe”, temuannya bernilai tinggi yang harus disita pemerintah Spanyol. Ini karena perusahaan milik Walter secara hukum tidak memiliki izin untuk penyelamatan situs tersebut.

Kini “the treasure of Guadalupe” tersimpan rapat di brankas Bank Spanyol yang dikenal memiliki tingkat keamanan paling canggih di dunia. Yang mencari incaran kelompok Walter adalah 3 koin kuno yang menyimpan titik koordinat dari “the treasure of Guadalupe”. Itulah alasan Walter merekrut Thom menjadi bagian dari tim. Kemampuan yang tidak biasa dianggap cocok dan mampu membuka brankas yang penuh teka-teki.

Dibanding dengan pendahulunya, Way Down lebih banyak melibatkan sains, yang berhubungan dengan ilmu kimia dan ilmu fisika. Hal yang dihantarkan oleh tokoh utama dan otak dari operasi pencurian “the treasure of Guadalupe” dalam film ini yaitu Thom Johnson.

Tetapi untuk karakter pendukung, seperti Walter sebagai pemimpin, Lorraine (Àstrid Bergès-Frisbey) sebagai bunglon atau si ahli menyamar, James (Sam Riley), si ahli senjata dan pemimpin operasi di lapangan, Simon (Luis Tosar), si apa saja ada dan tentu Klaus (Axel Stein), sang hacker. Masih membawa rasa yang sama sebagai film heist.

Begitu juga dengan latar yang diambil, film heist cukup sering menjadikan pameran dan kasino sebagai latar. Berbeda ketika Way Down mundur ke tahun 2010. Di mana momen piala dunia digunakan Walter, Thom, Lorraine, James, Simon dan Klaus, untuk melancarkan aksinya.

Saat itu, euforia warga Spanyol sangat tinggi walau negaranya bukan menjadi tuan rumah. Nonton bareng warga dilakukan sepenjuru negara Spanyol. Salah satunya di pusat kota yang menjadi lokasi dari Bank Spanyol. Situasi yang disadari dan dimanfaatkan Walter, karena semua kamera keamanan lebih tertuju pada kerumunan warga dan layar besar.

Latar yang nyatanya sekaligus dijadikan plot twist filmnya. Menarik dan cukup tidak terduga ketika keramaian sekedar keramaian. Ini sekaligus menjadikan momen aksi pencurian menjadi masuk akal. Begitu juga hal-hal kecil yang sebenarnya menjadi poin atau plot twist dari film heist masih tetap ada.

Ketika atap gedung Bank Spanyol dibiarkan terbuka oleh James, ternyata bukan sebuah kecerobohan melainkan kode pengkhianatan dari James di tim Walter. Hal yang tidak mungkin dilakukan oleh seorang profesional terlebih mantan pasukan khusus, jika bukan sebuah kesengajaan.

Lagi, ini menjadi plot twist lainnya dari film ini ketika hal tersebut sengaja dibiarkan oleh Walter, Lorraine dan lainnya untuk mengelabui James dan Margaret (Famke Janssen) yang nyatanya bekerja untuk kerajaan Inggris. Ending-nya tentu Walter mendapatkan yang diinginkan yaitu 3 koin yang memuat koordinat dari “the treasure of Guadalupe”.

Sama dengan film heist lainnya, Way Down pun membuat tanda tanya besar di penonton untuk ending filmnya. Yang selalu mengarahkan bahwa ceritanya akan berlanjut. Pada Way Down benang merah ceritanya pada “the treasure of Guadalupe” dan pesta olahraga dunia, seperti piala dunia 2010 dan berlanjut dengan olimpiade Inggris 2012.

Production company: TF1 Studio, ESCine Español, Mediterraneo
Distributor: TF1 Studio, Sony Pictures Releasing International
Cast: Freddie Highmore (Thom Johnson), Àstrid Bergès-Frisbey (Lorraine), Sam Riley (James), Liam Cunningham (Walter Moreland), Luis Tosar (Simon), Axel Stein (Klaus), Famke Janssen (Margaret), etc
Director: Jaume Balaguerò
Screenplay: Rowan Athale, Michel Gaztambide, Borja Glez. Santaolalla, Andres Koppel, Rafa Martínez
Producers: Álvaro Augustin, Ghislain Barrois, Freddie Highmore, Eneko Lizarraga, Francisco Sánchez
Duration: 1 hours 58 minutes