ReviewCinema

Review: The Watchers, Saat Manusia Menjadi Mainan Para Peri Hutan

268
×

Review: The Watchers, Saat Manusia Menjadi Mainan Para Peri Hutan

Share this article

The Watchers menjadi film yang mengangkat sebuah mitologi celtic pada abad pertengahan di Irlandia tentang para peri.

LASAK.iDMitologi dijabarkan sebagai ilmu tentang bentuk sastra yang mengandung konsepsi dan dongeng suci mengenai kehidupan dewa dan makhluk halus dalam suatu kebudayaan. Mitologi terkait dekat dengan legenda maupun cerita rakyat, yang dapat mencakup kisah penciptaan dunia sampai asal mula suatu bangsa.

Negara-negara di dunia ternyata memiliki mitologi-nya tersendiri yang kaitan eratnya dengan legenda atau cerita rakyat. Jika menilik secara spesifik, negara-negara yang berada di belahan dunia barat yang paling dekat dengan istilah mitologi. Sering dijumpai pada negara-negara yang ada berada di benua Eropa.

Di eropa, mitologi mulai dikenal pada abad pertengahan dan beberapa di antaranya paling dikenal hingga saat ini. Sebut saja, mitologi Yunani yang berasal dari Yunani kuno, mitologi Nordik yang berasal dari daerah Skandinavia dan mitologi Romawi diambil dari kisah-kisah dalam mitologi Yunani.

Masing-masing memiliki pakem atau kisah dibaliknya, entah yang mencakup pure myth atau mitos murni, heroic saga atau kisah heroik atau folk tale atau cerita rakyat. Ini yang menjadi inspirasi film berjudul The Watchers karya penulis dan sutradara Ishana Night Shyamalan yang berdasarkan novel dari A.M. Shine dengan judul yang sama.

Kali ini bukan berkaitan dengan para dewa melainkan tentang mitologi dari mahkluk yang disebut dengan peri. Latarnya pun mengambil gambaran hutan yang berada di negara Irlandia. The Watchers pun tidak seperti kebanyakan film yang mengangkat mahkluk mitologi.

Film seperti Hercules, Percy Jackson Clash of the Titans, Troy dan banyak judul lainnya selalu identik dan dominan menampilkan film dengan konsep besarnya pada pertarungan besar yaitu perang. Adegan dengan massa yang besar dan penuh fight berdarah.

The Watchers karya dari Ishana Night Shyamalan melakukannya dengan cara berbeda. Melihat dari persepektif penonton yang tidak membaca atau tahu akan novelnya, Ishana Shyamalan membuat film ini terlihat sederhana dibandingkan film dengan tema besarnya adalah mitologi.

Ishana Shyamalan bersama dengan Ferdia Murphy sebagai production designer mengambil inspirasi dari karya-karya yang menampilkan campuran dongeng dan mimpi buruk, seperti film Pan’s Labyrinth karya Guillermo del Toro, The Witch karya Robert Eggers dan Antichrist karya Lars von Trier, bersama dengan karya fotografer Amerika Gregory Crewdson.

Film yang menjadikan hutan bagaikan sebuah penjara atau labirin untuk para empat karakter filmnya. Ini tidak terlepas dari dua tema besar yang dipilih oleh Ishana Shyamalan untuk The Watchers, yaitu penahanan dan klaustrofobia.

Secara konsep cerita, film ini dibuat lebih sederhana dibandingkan dengan film dengan tema mitologi lainnya. Sejak awal, Ishana Shyamalan lebih bermain dengan grafik mood para penikmat film. Ini berkaitan dengan jump scare yang dibuat perlahan untuk pecah di bagian klimaks.

Jump scare-nya pun tidak seperti pada film horror yang secara total ingin benar-benar menakutkan dan membuat deg-degan. Ishana Shyamalan membuat mood grafik dari yang awalnya penasaran dan berakhir mengejutkan karena sebuah plot twist yang cukup tidak terduga penikmat film.

Meskipun, plot twist dengan pola seperti ini pun sering kali digunakan dalam film pada tema sama atau pun berbeda. Sebuah film yang menggunakan emotional rhythm, di mana di awal penonton diajak menikmati cerita tetapi di saat bersamaan diajak juga berpikir dalam menemukan jawaban dari konflik filmnya.

Walau di sebagian penonton lebih menyukai film dengan ketegangan yang lebih intens dan langsung pada poin filmnya tanpa harus filmnya dibuat bercerita layaknya cerita dongeng. Mengingat filmnya melibatkan mahkluk mitologi yang identik dengan besar, seram dan menakutkan. Kembali pada selera penikmat filmnya.

Untuk plot twist ceritanya sendiri, penulis memberikan jawaban tak terduga. Baik secara karakter yang menentukan antagonis dan protagonis, juga kaitannya dengan mahkluk di filmnya. Pada awalnya, The Watchers sebuah film mahkluk luar angkasa melihat dari visual yang dibentuk. Namun, ternyata filmnya mengambil adaptasi dari mahkluk mitologi bernama peri.

Pada filmnya, para peri dikhianati para manusia karena merasa tersaingi. Pada akhirnya manusia mengubur para peri ke bumi yang dalam di sebuah hutan di Irlandia. Seiring waktu para peri beradaptasi yang membentuk mereka menjadi mahkluk mengerikan tanpa sayap. Dan menuntut balas kepada para manusia dengan menculik setiap manusia yang masuk ke dalam hutan tersebut.

Film yang cukup untuk bisa dinikmati, sinematografi secara warna film yang mewakili sebuah suasana kelam yang ingin digambarkan. Ditambah dengan sentuhan warna kekuningan yang sendu untuk menggambarkan pergejolakan emosi karakternya. Walau di beberapa adegan brightness yang sedikit over. Untuk adegan yang menggunakan tampilan CGI juga dirasa kurang maksimal.

Pada cerita dan karakter yang menjadi bagian di dalamnya. Untuk cerita seperti dikatakan sebelumnya, cukup membuat kejutan ketika mengira sebuah film tentang alien ternyata mahkluk mitologi. Hanya sedikit kurang greget di bagian akhirnya.

Penulis membuatnya menjadi penyelesaian yang terlalu mudah, padahal ambience klimaks di sini cukup membuat penasaran. Ini berkaitan dengan adegan ketika Mina mengetahui fakta mengenai Madeline, yang coba ia ceritakan kepada Ciara.

Untuk sisi karakter pun kurang memberikan keluasan pada karakter lain, seperti Daniel dan Ciara. Membuat kesimpulan mungkin saja filmnya bisa berjalan dengan dua karakter saja, yaitu Mina dan Madeline. Support karakter yang dibuat tidak maksimal untuk membantu dramatisasi karakter central.

Untuk karakter John yang muncul di awal film hanya sebagai trigger ke penikmat film tentang filmnya akan membawa pada ambience yang seperti apa. Namun, untuk penikmat film yang ingin menikmati film dengan grafik yang meningkat secara mood, The Watcher bisa menjadi pilihan tontonan.

Production company: New Line Cinema, Blinding Edge Pictures, Inimitable Pictures
Distributor: Warner Bros. Pictures
Cast: Dakota Fanning (Mina/Lucy), Georgina Campbell (Ciara), Olwen Fouéré (Madeline), Oliver Finnegan (Daniel), Alistair Brammer (John, Ciara’s husband), John Lynch (Professor Rory Kilmartin), etc
Director: Ishana Night Shyamalan
Screenwriter: Ishana Night Shyamalan
Producers: M. Night Shyamalan, Ashwin Rajan, Nimitt Mankad
Duration: 1 hours 42 minutes

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x