Review

Review: The Matrix Resurrections, Wajah Baru Neo, Trinity & Dunia Matrix

61
×

Review: The Matrix Resurrections, Wajah Baru Neo, Trinity & Dunia Matrix

Share this article

LASAK.iD – Setelah 18 tahun, Keanu Reeves a.k.a Thomas Anderson atau Neo “The One” membawa kembali penonton ke dalam dunia virtual reality bernama The Matrix. Kini dalam film terbaru atau film keempatnya berjudul The Matrix Resurrections.

Sesuai dengan judulnya resurrections, ini menjadi kebangkitan Neo dan Trinity (Carrie Anne-Moss) karena keduanya diceritakan mati di akhir The Matrix Revolution dalam upaya keduanya menyelamatkan dunia nyata dan virtual (matrix).

Melanjutkan film sebelum ini, ketika dunia Matrix dilakukan reboot, hasil dari negosiasi perdamaian Oracle (Mary Alice) dengan the Architect (Helmut Bakaitis). Ternyata kesepakatan yang membawa hal positif dan negatif bagi dunia nyata maupun matrix.

Sayangnya, reboot yang disepakati justru dilakukan berbeda oleh the Architect. Diketahui setelah peristiwa terakhir kali, Matrix telah dipegang oleh the Architect baru, dan reboot yang dimaksudkan justru sebuah pembersihan untuk mereka yang dianggap tidak menguntungkan atau dianggap sebagai ancaman.

Hal ini diketahui setelah Smith (Jonathan Groff) seorang agent terdahulu dan the Merovingian (Lambert Wilson) tetap berada di Matrix namun sebagai orang buangan. Bahkan Neo mengetahui bahwa Oracle yang identik di setiap serinya dihapus dari Matrix setelah proses reboot.

Namun, the Architect menyadari Matrix tidak akan sempurna tanpa Neo dan Trinity. Sehingga menghidupkan kembali keduanya namun mengurung mereka dalam pod selama 60 tahun. Tetapi pikiran mereka dikendalikan oleh implan sibernetik yang menghubungkan mereka dengan realitas simulasi yaitu Matrix. Agar keduanya tidak mengingat sejatinya siapa mereka.

Itulah kenapa keduanya terjebak dalam realitas tak nyata di Matrix. Keduanya selalu mengulang-ulang hal yang sama selama 60 tahun. Itulah kenapa The Analyst (Neil Patrick Harris) hadir di dalam Matrix sebagai terapis dari Thomas Anderson/ Neo.

Demi menekan bahwa bayangan seperti dirinya bisa terbang adalah khayalan atau fiksi yang dibuatnya sebagai seorang game programmer. Itulah juga alasan kenapa dirinya selalu diberikan pil berwarna biru.

Keganjilan dari dua dunia ini yang memicu segelintir orang dari tempat bernama Io untuk mencari kembali keberadaan dari Neo, yang mereka yakini masih hidup. Ini berdasarkan intuisi yang pernah dialami Bugs (Jessica Henwick), setelah melihat seorang mencoba melompat dari sebuah gedung. Intuisi-nya yang bekerja saat itu sehingga yang dilihatnya gambaran Neo dalam diri orang lain itu.

Itu juga yang membuatnya berlabu di Io (dibaca ai-o) dari orang biasa menjadi a blue-haired gunslinger. Io adalah tempat yang dipimpin Jenderal Niobe (Jada Pinkett Smith), satu dari segelintir orang yang masih bertahan dari sisa pertempuran manusia dan dengan Machine City sebelumnya. Fyi, Io adalah tempat tinggal baru di dunia nyata sepeninggalan Zion.

Secara menyeluruh, The Matrix Resurrections pemberontakan kembali kepada the Architect karena kehidupan tidak lebih baik setelah kesepatakan reboot. Di real world, selama 60 tahun setelah kematian Neo dan Trinity, manusia masih main kucing-kucingan dengan Sentinels dari Machine City. Walau ada sebagian mesin yang beralih membantu manusia.

Sedangkan para mesin semakin banyak banyak mengekstrak energi bioelektrik dan termal tubuh manusia dengan memasukkan mereka ke dalam pod. Demi lamanya keberlangsungan Matrix dengan Neo dan Trinity sebagai utamanya

Sejak kejadian terakhir the Architect menyadari kekuatan yang dimiliki keduanya mampu menjaga stabilitas dunia Matrix. Sesuatu yang tidak dimiliki orang pada umumnya. Yap, itulah alasan kenapa Neo dan Trinity tidak banyak bertambah tua seperti Niobe.

Keseluruhan film The Matrix Resurrections sebenarnya memunculkan rasio 50:50 di penonton. Apa harus menonton atau tidak untuk memahami filmnya yang sekarang. Kemunculan potongan kejadian dan karakter terdahulu di sebagian penonton mungkin memunculkan pertanyaan “kenapa bisa seperti itu?” atau “hmmm, dia itu siapa?”.

Tetap menjadi ruang kosong tersendiri buat mereka karena belum memiliki jawaban. Namun, menariknya itu masih tertambal dengan cerita yang dibangun dari filmnya yang sekarang. Dan peranan potongan kejadian dan karakter terdahulu pun ditegaskan sebagai pengisi slot penguat di beberapa bagian dari The Matrix Resurrections.

Dengan kata lain, walau sedikit mengerutkan dahi, The Matrix Resurrections masih bisa berdiri sendiri dan masih bisa dipahami untuk yang hanya menonton filmnya yang sekarang. Tertutupi juga dengan deretan adegan aksi yang pemainnya hadirkan di filmnya. Atau gamblangnya sebagai pengalih perhatian.

Walau sejujurnya, bagian awal hingga pertengahan Lana Wachowski sebagai penulis dan sutradara lebih menekankan pada pengantar filmnya. Membuka satu per satu bab filmnya yang diperkuat dengan kehadiran potongan dan karakter sebelumnya. Semacam jawaban atas teka-teki dari The Matrix Resurrections untuk keterkaitan dari film pertama hingga yang sekarang.

Lana Wachowski pun melibatkan lebih untuk romansa-nya. Kisah cinta yang kuat antara Neo dan Trinity, yang terbentuk sebelumnya dan kali ini dibuat lebih mendalam. Selain menjadi bagian atau melanjutkan kisah cinta keduanya, romansa menjadi bumbu ditengah film yang memang di konsep sejak awal sebagai film aksi.

Tak hanya romansa, Lana Wachowski juga cukup banyak menyelipkan unsur komedi. Terutama hadir dari karakter Morpheus yang kali ini diperankan Yahya Abdul-Mateen II. Tak ada lagi Morpheus yang serius, kali ini lebih banyak senyum dan tingkah yang konyol.

Tak ketinggalan, Lana pun melakukannya pada karakter Neo. Terlihat di beberapa scene saja namun itu cukup memecah keseriusan yang sempat dibangun dan itu berhasil.

Romance ada, comedy ada, jangan ketinggalan dengan plot twist yang hadir di The Matrix Resurrections. Beberapa diantaranya seperti tato white rabbit pada lengan Bugs, kehadiran Sati dewasa yang diperankan Priyanka Chopra Jonas. Sebenarnya karakter ini sempat muncul di awal-awal film, namun penonton hanya berpikir peran Priyanka sekedar cameo saja. Ternyata punya peran penting yang berhubungan dengan pod yang mengurung Neo dan Trinity.

Termasuk di bagian ending ketika Neo dan Trinity terpojok di atap sebuah gedung. Saat itu Neo yang belum menemukan caranya untuk terbang, keduanya nothing to lose untuk melompat. Dan pada akhirnya, kalian bisa nonton The Matrix Resurrections untuk tahu kelanjutannya ya di bioskop mulai 22 Desember 2021.

Film The Matrix Resurrections juga menonjolkan Ai (Artificial Intelligence) menyesuaikan dengan kehadiran filmnya setelah 18 tahun atau digambarkan 60 tahun setelah kabar kematian Neo dan Trinity. Untuk karakter Neo memang tetap identik dengan aktor Keanu Reeves dan tidak hilang walau sudah 18 tahun. Namun, dengan brewok dan rambut gondrong lebih memberi kesan Keanu Reeves pada perannya di film lain yang dimainkannya dan juga sangat identik dengannya.

Production company: Village Roadshow Pictures, Venus Castina Productions
Distributor: Warner Bros Pictures
Cast: Keanu Reeves (Thomas Anderson/Neo), Carrie Anne-Moss (Trinity/Tiffany), Jessica Henwick (Bugs), Yahya Abdul-Mateen II (Morpheus), Jonathan Groff (Smith), Neil Patrick Harris (The Analyst), Priyanka Chopra Jonas (Sati), Jada Pinkett Smith (Niobe)
Director: Lana Wachowski
Screenplay:Lana Wachowski, David Mitchell, Aleksandar Hemon
Producers: James McTeigue, Lana Wachowski, Grant Hill
Duration: 2 hours 28 minutes