MovieReview

Review: The Ghost Station, Urban Legend Stasiun Kereta Oksu

98
×

Review: The Ghost Station, Urban Legend Stasiun Kereta Oksu

Share this article

LASAK.iDUrban legend atau cerita yang beredar di masyarakat yang kebanyakan berkaitan dengan hal mengerikan atau mistis, esuatu yang pasti dimiliki setiap negara di dunia. Begitu pun dengan negara berjuluk negeri ginseng, yaitu Korea Selatan.

Tak sedikit urban legend di Korea Selatan yang hingga saat ini masih dipercaya masyarakatnya. Bahkan beberapa di antaranya diangkat ke produksi serial maupun film. Hal yang juga menarik perhatian sutradara Jeong Yong-ki untuk inspirasi karya terbarunya.

Film berjudul The Ghost Station diangkat dari cerita webtoon berdasarkan kisah nyata karya Lee Soo-young dan Hiroshi Takahashi, yang juga terlibat dalam penulisan cerita filmnya. The Ghost Station membawa kisah tentang kehororan dari stasiun Oksu di Korea Selatan.

Stasiun yang ternyata dibangun di atas sumur yang menyimpan sebuah misteri kelam di masa lalu dan faktanya memiliki hubungan kuat dengan rangkaian kematian yang terjadi di stasiun Oksu.

Miliki kemiripan dengan horor Jepang

Cerita pada film The Ghost Station mengingatkan penonton pada kisah serupa asal Jepang dalam film berjudul The Ring. Urban legend dari negeri sakura satu ini merupakan kisah horor yang berkaitan erat dengan sumur, peristiwa kelam di masa lalu yang seakan menjadikannya sebuah kutukan.

Kesamaan yang juga terlihat pada film terbaru Korea Selatan berjudul The Ghost Station. Terutama pada benang merah dan ambience yang diciptakan sepanjang film. Perbedaan yang terlihat dari kedua film tersebut pada latar, terutama untuk karakter hantu dan lokasi.

Meski begitu, The Ghost Station memiliki caranya tersendiri untuk memberikan sensasi dari sebuah film horror. Mungkin secara kebetulan ambience terasa sama satu dengan yang lainnya.

Jump scare yang cukup berhasil

Bicara soal film horror tidak akan terlepas dari hal penting seperti jump scare. Teknik yang digunakan untuk memberikan kesan menakutkan pada penonton, tentu dengan bantuan unsur seperti scoring dan hal lainnya.

Sebagian film akan menampilkan jump scare pada scene tertentu yang dirasa pas dan sebagiannya lagi membangun ketakutan itu sejak awal film bahkan sampai akhir film.

The Ghost Station sebenarnya melakukan seperti pada poin kedua, sejak awal film penonton sudah dibuat ngeri juga takut. Bahkan saat kemunculan karakter hantu yang semuanya adalah anak-anak.

Make up untuk mendandani mereka sebenarnya pun tidak seseram hantu dari kebanyakan film horror. Namun, akting dan momentum kemunculan mereka yang berhasil hadirkan kengerian dan ketakutan di penonton.

Anti klimaks jelang akhir film

The Ghost Station sebenarnya cukup berhasil membangun kengerian dan ketakutan di penonton bahkan sejak awal film. Sayangnya, jelang akhir filmnya hal tersebut justru kurang dirasakan penonton, yang biasanya menjadi jump scare klimaks dari sebuah film horror.

Penonton lebih dibawa ke sebuah drama dari karakter utama yang menjadi benang merah filmnya. Sekaligus sebuah plot twist tak terduga di penonton, terutama untuk kemunculan karekter di beberapa scene dan beragam angka-angka sejak awal film.

Semuanya itu ternyata memiliki keterkaitan erat dengan rentetan kejadian di stasiun Oksu, seperti hantu anak-anak, sumur dan panti asuhan.

Terhadap cerita filmnya memang tidak berpengaruh, plot twist di bagian akhir filmnya cukup membuat kejutan ke penonton. Hanya saja, jika digambarkan dengan grafik, pada film The Ghost Station yang dibangun cukup berbanding terbalik dari sebuah film horror.

Hal serupa sebenarnya juga ditemukan pada beberapa judul film. Hanya saja, secara umum grafik sebuah film horror terutama menilai dari kehadiran unsur jump scare, jelang akhir film akan mengalami kenaikan. Dengan kata lain, jump scare menjadi lebih intens.

The Ghost Station melakukan hal berbeda, grafik tersebut justru dibuat semakin menurun. Klimaks dari jump scare yang diberikan untuk penonton seakan hingga bagian tengah film (jika dibagi awal, tengah, akhir).

Kembali, itu tidak mempengaruhi ceritanya namun menjadi ‘tanggung’ untuk penonton karena ketakutan yang sudah terbangun sejak awal film.

Production company: Mystery Pictures, Zoa Films Production
Distributor: Smile Entertainment
Cast: Kim Bo-ra (Na Young), Kim Jae-hyun (Choi Woo-won), Shin So-yul (Tae-hee), Oh Jin-seok-I (Seung-joon), Kim Kang-il (Instructor Yeom), etc
Director: Yong-ki Jeong
Screenwriter: Takahashi Hiroshi, Ho-rang, Lee So-yeong
Producers: Yoo Jang-hun
Duration: 1 hours 20 minutes