CinemaReview

Review: The Garfield Movie, Petualangan Baru Kucing Orange

255
×

Review: The Garfield Movie, Petualangan Baru Kucing Orange

Share this article

Garfield merupakan ikon kucing orange yang dikenal sebagai kucing rumahan yang menyukai lasagna dan membenci hari Senin.

LASAK.iD – Sejak lama karakter kucing berwarna orange bernama Garfield telah dikenal dan menjadi favorit banyak orang terutama anak-anak. Garfield muncul pertama kali dengan format animasi sebagai tayangan televisi di tahun 80-an hingga tahun 2020 dengan 3 judul berbeda. Tayangan televisi dari Garfield sebagai serial dikabarkan akan kembali menyapa penggemar.

Bahkan kucing orange yang termasyhur satu ini hadir dalam berbagai format, seperti video game, stage (musikal), comic book, art book, restaurant hingga film. Untuk film, Garfield telah memiliki 3 judul film, dengan dua di antaranya merupakan live-action yang merupakan sebuah sekuel.

Terbaru, film dengan judul The Garfield Movie yang tayang di tahun ini kembali dalam format awal kemunculan dari Garfield, yaitu computer-animated. Tentu masih menampilkan 3 karakter utama dari universe Garfield, yaitu Garfield itu sendiri sebagai si kucing orange, karakter manusia Jon Arbuckle dan sahabat Garfield yang merupakan seekor anjing yellow beagle bernama Oddie.

Kembali ke animasi

Penggemar atau sekedar penikmat film terkait universe Garfield dalam berbagai format terutama tayangan televisi lebih dekat dan mengenal si kucing orange dalam sajian computer-animated. Baru di tahun 2004, saat muncul dalam format layar lebar, Garfield hadir dalam versi live-action.

Di mana, filmnya menggabungkan antara aktor asli untuk karakter Jon Arbuckle (Breckin Meyer) dan manusia lainnya dengan computer-animated untuk karakter Garfield (Bill Murray ‘voice cast‘). Bahkan menjadi sebuah sekuel dengan film keduanya dirilis 2 tahun setelahnya.

Kini, di tahun 2024, kucing orange kembali ke layar lebar dengan format CG-animated baru dengan judul The Garfield MovieMembawa keseruan dari tingkah laku kucing yang dikenal dengan kesukaannya akan lasagna dan kebenciannya dengan hari Senin. Pada film sebelumnya, Garfield bertemu dengan kucing yang mirip dengannya, kali ini ia justru bertemu dengan ayahnya, Vic.

Petualangan baru dari Garfield, kucing rumahan yang berpetualang di dunia luar bersama Vic dan sahabatnya, Odie. Format animasi memang punya keseruannya tersendiri untuk menghibur. Ada hal-hal yang memang pas dilakukan jika sebuah film berformat animasi. Di sisi lain, format animasi sebagian besarnya lebih friendly dengan semua umur terutama anak-anak.

Ditambah pendekatan emosi kepada anak-anak mungkin lebih menyenangkan yang penggambarannya pun dengan hewan yang dekat dengan keluarga, yaitu kucing. Meski beberapa jokes lebih dimengerti oleh orang dewasa. Kehadiran The Garfield Movie dalam versi animasi menjadi pelipur lara orang tua untuk memberikan tontonan yang memang pantas untuk anak-anaknya.

Versi animasi dari Garfield sebenarnya sempat dilakukan setelah dua film live-action di tahun 2004 dan 2006. Saat itu, rumah produksi membuatnya dalam bentuk direct-to-video, yang tayang dari 2007 hingga 2009 dengan judul berbeda. Untuk yang tayang tahun ini menjadi sebuah kelanjutan sekaligus hadir dengan CG-animated baru.

Keluarga jadi konflik utama

Garfield dalam berbagai versi selalu menyisipkan konflik dan nilai sebuah keluarga. Bahkan pada film sekuel live-action terdahulu, yang kaitan erat dengan Jon dan sahabatnya Odie. Kali ini, konflik memperlihatkan keluarga sebenarnya dari Garfield.

Hubungan antara anak dan ayah yang terhalang kesalahanpahaman karena peristiwa di masa lalu. Sebuah konflik yang sebenarnya pun cukup related dengan kehidupan nyata. Sehingga terasa masuk akal dan pas ketika film ini memang diperuntukan sebagai tontonan keluarga karena pesannya lebih mengena di penontonnya.

Di sisi lain, konflik keluarga menjadi tema yang paling aman untuk diusung dalam sebuah cerita film. Meski, The Garfield Movie menyajikan dramanya pun bukan juga yang menye-menye atau yang membawa kesedihan yang mendalam.

The Garfield Movie membuatnya menyenangkan untuk anak-anak karena dibalut petualangan seru dari anak dan ayah bersama Odie. Bahkan komedi sederhana yang dibuat sesuai dengan pemahaman anak-anak membantu konflik yang mungkin kompleks menjadi lebih sederhana.

Kembalinya kucing orange yang ikonik

Garfield menjadi salah satu karakter kucing dalam film yang melekat atau membekas untuk penontonnya. Kucing besar rumahan yang lebih terlihat gemuk, lazy cat yang berwarna orange yang hidup nyaman dan bahagia bersama sahabatnya seekor anjing beagle bernama Odie, sebagai hewan peliharaan dari manusia bernama Jon.

Namun, yang memang tidak bisa lepas dari karakter Garfield akan kelakuannya yang random cenderung absurd, yang justru menjadi sebuah tawa di penonton. Apalagi dengan gesture yang selalu menganggap dirinya adalah majikan bagi pemiliknya bernama Jon. Hal lain tentu akan kesukaannya dengan lasagna serta keju dan kebenciannya akan hari Senin.

Gambaran yang cukup related akan kucing orange satu ini yang mungkin menjadikan Garfield cukup ikonik untuk penonton bahkan hingga saat ini. Tak jarang, banyak orang mencoba membandingkan kucing dengan warna yang sama di kehidupan nyata dengan kelakuan Garfield dalam film. Seringnya, ditemukan kemiripan yang otentik antara dunia nyata dengan gambaran dalam film.

Dibalik ikoniknya kucing orange satu ini, para kritikus dengan kritiknya merasa kurang puas akan sajian filmnya. Meski, secara komersial film Garfield mampu memikat penonton yang menempatkannya pada kesuksesan cukup besar.

Hal ini ditunjang akan ikoniknya Garfield dan menunggu untuk kelanjutan cerita berikutnya untuk ditonton kembali. Terutama dari sisi produksi film yang baru dilakukakan kembali setelah 18 tahun untuk kembali ke format animasi.

Petualangan baru

Selain disuguhkan dengan drama keluarga antara ayah dan anak, The Garfield Movie membawa petualangan dari reuni keduanya. Tak lagi menjadi kucing rumahan yang malas dan selalu dimanjakan, Garfield bersama Vic terlibat aksi perampokan lucu dan berisiko tinggi.

Garfield terpaksa menjelajah dan mempelajari dunia luar karena terjebak masalah ayahnya selama hidup di jalanan terutama kaitannya dengan kucing betina putih bernama Jinx. Keduanya bersama Odie harus mencuri pasokan susu di sebuah peternakan.

Berkaca dari dua film terdahulunya, petualangan Garfield melibatkan sepenuhnya pada manusia. Kali ini, petualangan yang tetap pada sosok Garfield lebih banyak melibatkan hewan di dalamnya. Terlihat dengan munculnya sekelompok kucing penjahat, ada pula sepasang sapi hingga burung.

Petualangan yang juga menunjukan sisi dewasa dari Garfield yang mungkin jarang terlihat. Pada akhirnya petualangan yang membuatnya kembali hidup bersama sang ayah dengan menjadi hewan peliharaanbaru untuk  Jon.

 

Production company: Columbia Pictures, Alcon Entertainment, DNEG Animation, One Cool Group, Wayfarer Studios, Stage 6 Films, John Cohen Production, Andrews McMeel Entertainment
Distributor: Sony Pictures Releasing
Cast: Chris Pratt (Garfield), Samuel L. Jackson (Vic), Hannah Waddingham (Jinx), Ving Rhames (Otto), Nicholas Hoult (Jon Arbuckle), Cecily Strong (Marge), Harvey Guillén (Odie), Brett Goldstein (Roland), Bowen Yang (Nolan), Janelle James (Olivia), Snoop Dogg (Maurice), Angus Cloud (Snickers), etc
Director: Mark Dindal
Screenwriter: Paul A. Kaplan & Mark Torgove, David Reynolds
Producers: John Cohen, Broderick Johnson, Andrew A. Kosove, Steven P. Wegner, Craig Sost, Namit Malhotra
Duration: 1 hours 41 minutes

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
uaeunemploymentinsurance

I simply could not go away your web site prior to suggesting that I really enjoyed the standard info a person supply on your guests Is going to be back incessantly to investigate crosscheck new posts

1
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x