ReviewCinema

Review: Tarot, Saat Sebuah Ramalan Yang Terwujud Terbalik

70
×

Review: Tarot, Saat Sebuah Ramalan Yang Terwujud Terbalik

Share this article

Tarot menjadi karya bersama dari penulis dan sutradara Spenser Cohen juga Anna Halberg yang ternyata sama-sama menyukai bidang astrologi dan horoskop.

LASAK.iD – Siapa yang pernah bersinggungan dengan kartu tarot untuk diramalkan tentang sesuatu di masa depan? Senyum bahagia akan muncul dengan sendirinya, saat hal baik dikatakan oleh tarot reader atau ahli tarot. Kebahagiaan sebenarnya jika yang diramalkan tarot reader benar terjadi di kemudian hari.

Sayangnya, hal itu tidak berlaku untuk sekelompok muda-mudi, Haley (Harriet Slater), Grant (Adain Bradley), Paige (Avantika), Lucas (Wolfgang Novogratz), Paxton (Jacob Batalon) dan Madeline (Humberly González). Saat keenamnya mencoba peruntungan melalui keahlian Haley dalam membaca astrologi horoskop melalui ramalan tarot.

Pembaca tarot memiliki aturan tidak boleh menggunakan kartu orang lain membuat Haley berat untuk melakukannya. Apalagi tumpukan kartu tarot yang ditemukan di rumah yang mereka sewa sangat berbeda dan membuat mereka ketakutan terutama Haley. Desakan terus menerus membuat Haley luluh dan memulai membaca peruntungan kelima termasuk dirinya dengan tarot tersebut.

Haley melakukan seperti biasanya, yang tidak bisa adalah kartu utama yang mewakili horoskop masing-masing dibanding 12 kartu lainnya. Di mulai dengan Elise dengan kartunya The High Priestess, Madeline dengan The Hanged Man, Lucas dengan The Hermit, Paige dengan The Magician, Paxton dengan The Fool, Grant dengan The Devil dan tentu Haley sendiri dengan Death.

Saat Haley kartu tersebut hanya penggambaran akan hal yang mungkin terjadi di masa depan justru menjadi hal nyata untuk keenam sahabat ini. Sepulangnya mereka dari liburan di rumah tersebut, kejadian menyeramkan pun di mulai. Satu per satu dari mereka mulai dihantui oleh sosok yang ada dari kartu utama mereka.

Kematian pun tidak terhindarkan yang dimulai dari Elise sebagai korban pertama. Keesokan harinya hal yang sama menimpa Lucas, yang kemudian membuat mereka menyadari bahwa kematian Elise dan Lucas bukan sebuah kebetulan dan itu pun terjadi setelah Haley membacakan horoskop dengan tarot yang ternyata terkutuk.

Hal ini terungkap setelah mereka mencari informasi melalui internet dan menemui seorang bernama Alma Astryn (Olwen Fouéré) di sebuah daerah di tengah hutan. Korban selamat dari masa lalu karena saat itu dia hanya membacakan horoskop teman-temannya. Sejak itu, Alma Astryn terus mencari tarot yang sama yang digunakan Haley untuk menghancurkannya, namun kehilangan jejak.

Alma Astryn pun menjelaskan bahwa tarot tersebut terkutuk karena kejadian di masa lalu dari seorang ahli nujum yang dipercayakan meramal sebuah keluarga, namun satu hari ramalan tersebut sesuatu yang tidak menyenangkan tentang sebuah kematian. Suami yang kehilangan istri dan anak yang baru dilahirkan terbawa amarah yang mengatakan ahli nujum tersebut menggunakan sihir.

Ahli nujum tersebut kemudian diusir dan mengasingkan diri di hutan, namun suami yang termakan amarah mencari dan membalas dengan kematian anak dari ahli nujum tersebut. Ia yang memiliki kemampuan akhirnya mengakhiri hidup namun sebelumnya mengutuk semua orang yang menanamkan kebencian dan amarah dalam hatinya.

Sejak saat itu, kartu tarot dengan gambar yang menyertai terus menebar teror yang telah membunuh banyak orang. Hal yang di hari ini terjadi pada Haley dan teman-temannya. Pergulatan dengan mahkluk yang mengejar mereka masing-masing terus berlanjut seiring usaha mereka untuk menghancurkan kartu tarot tersebut.

Sampai satu momen, Haley menyadari hal yang menimpa ia dan teman-temannya pun bisa berlaku untuk sosok ahli nujum itu sendiri. Dengan keberanian tersisa, Haley menuju ruangan sebelumnya saat Alma Astryn mencoba memanggil sosok ahli nujum tersebut. Meski harus berlomba dengan kematian sesuai kartunya.

Haley berhasil melakukannya sekaligus meyakinkan ahli nujum tersebut bahwa semua bisa selesai hanya dengan merelakan. Akhirnya, Haley termasuk Grant berhasil menyelesaikan semua dan mengakhiri semua kutukannya. Saat keduanya berjalan menuju kota sempat dibuat ketakutan dengan mobil yang muncul secara tiba-tiba.

Grant yang mengingat salah satu petunjuk ramalannya adalah jalan yang gelap, seketika itu juga serangan panik menghampiri Haley dan Grant. Tanpa terduga yang kelaur dari dalam mobil tersebut adalah Paxton, yang keduanya mengira temannya tersebut tidak selamat justru menjadi penyelamat untuk mereka berdua. Sesuai dengan ramalan yang dibacakan oleh Haley sebelumnya.

Review

Tarot dengan genre supernatural horror  menawarkan ketegangan melalui cerita yang karakternya terhubung dengan tarot terkutuk, yang menyimpan sebuah amarah dan dendam besar dari pemiliknya di masa lalu yang adalah ahli nujum. Sesuai genre, ketegangan atau dalam hal ini jump scare filmnya akan selalu terhubung dengan mahkluk menyeramkan, dalam filmnya lebih kepada perwujudan iblis.

Jump scare yang cukup berhasil membuat teriak di sebagian besar penontonnya. Meskipun, filmnya dengan terang-terangan men-spoiler hal tersebut sejak awal filmnya. Entah sebagai kesengajaan untuk mengarahkan penonton justru pada bagaimana para karakter yang terhubung dengan kartu tarot mereka, yaitu satu kartu yang terletak di tengah kartu lainnya.

Pada titik sekedar meneror atau sampai membuat celaka hingga karakternya satu per satu terbunuh. Dua hal yang bertolak belakang tetapi cukup berhasil untuk sekedar membuat penonton berteriak sekaligus deg-degan. Meskipun, setiap adegan untuk setiap karakter berhadapan dengan mahkluk dari kartunya terasa terlalu lama.

Menyiratkan film ini sebenarnya memiliki durasi yang lebih pendek jika adegannya lebih to the point. Terkait ini seringnya tergantung selera penonton, bisa dianggap biasa saja atau terlalu dipaksakan, setelahnya bagaimana kesan yang diberikan pada eksekusi akhirnya, apakah memberi kesan hambar atau cukup untuk conclucion yang menakuti.

Terakait ini, film Tarot sebenarnya cukup membuat keterkejutan dan kaget, seperti karakter pertamanya yaitu Elise. Karakter satu ini cukup mewakili bagaimana penonton gregetan, teriak dan kasihan secara bersamaan. Begitu pun dengan karakter selanjutnya, hanya pada karakter Paxton, Grant juga Haley yang dirasakan kurang. Hal ini mungkin tak terlepas dari mereka yang digambarkan selamat dari kutukan.

Selain itu, cerita dari film Tarot memberikan kesan sebagai representatif lain dari beberapa cerita dari produksi film terdahulu. Ini tak terlepas dari kesan cerita yang memiliki kemiripan dengan cerita seperti dalam film Oujia, Rings atau sedikit membandingkan dengan film di tanah air seperti film Jelangkung (2001).

Bukan pula sebuah karya tiruan, namun rasa filmnya dari banyak sisi memberikan kesan kemiripan. Baik dari konsep cerita sejak awal perkenalan, masuk ke dalam konflik hingga conclucion atau finishing cerita filmnya. Begitu pun adegan per adegan yang juga memberikan kesan tersebut. Lagi dan lagi, kembali kepada selera penonton untuk menilai sebuah film.

Production company: Screen Gems, Alloy Entertainment, Ground Control
Distributor: Sony Pictures Releasing
Cast: Harriet Slater (Haley), Adain Bradley (Grant), Avantika (Paige), Jacob Batalon (Paxton), Humberly González (Madeline), Wolfgang Novogratz (Lucas), Larsen Thompson (Elise), Olwen Fouéré (Alma Astryn)etc
Director: Spenser Cohen, Anna Halberg
Screenwriter: Spenser Cohen, Anna Halberg
Producers: Leslie Morgenstein, Elysa Koplovitz Dutton, Scott Glassgold
Duration: 1 hours 32 minutes

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x