Review

Review: Sonic The Hedgehog 2, Next Level Petualangan Si Landak Biru

65
×

Review: Sonic The Hedgehog 2, Next Level Petualangan Si Landak Biru

Share this article
Sonic (Ben Schwartz) in SONIC THE HEDGEHOG 2 from Paramount Pictures and Sega. Photo Credit: Courtesy Paramount Pictures and Sega of America.

LASAK.iD – Siapa nih yang sudah menonton film pertama dari Sonic The Hedgehog yang tayang di tahun 2020? Live-action dari karakter gim keluaran Sega kembali untuk sekuel filmnya berjudul Sonic The Hedgehog 2. Ini menjadi next-level adventure dari Sonic setelah tinggal di bumi, tepatnya di Green Hills.

Pada film pertamanya Sonic The Hedgehog sudah menyajikan keseruan sebagai perkenalannya dalam versi live-action. Walau kritikan sempat terlontar karena bentuk Sonic yang dianggap tak sesuai ekspektasi. Setelah dilakukan perubahan dan menjadi masuk akal. Terlihat lebih nyaman dan mendekati bentuk dalam video game-nya.

Sonic (Ben Schwartz) in SONIC THE HEDGEHOG 2 from Paramount Pictures and Sega.

Kini karakter landak biru antropomorfik bernama Sonic kembali dengan 2 kali keseruan. Tetap digambarkan sebagai anak-anak yang terobsesi menjadi pahlawan super. Sonic yang belum paham arti pahlawan membuatnya lebih banyak melakukan kecerobohan dan bertindak tanpa berpikir.

Itulah pada Sonic The Hedgehog 2 yang tetap mengambil garis besar dari versi game. Karakter utama Sonic kedatangan teman baru yaitu Miles “Tails” Prower. Sosok rubah kuning berekor 2 yang mengagumi Sonic karena kisah heroik-nya. Tails berasal dari tempat bernama the Mystic Ruins.

Karakter yang dalam versi game muncul untuk seri kedua sebagai sahabat dari Sonic untuk melakukan petualangan bersama di semesta. Kemunculan Tails pun sebenarnya sudah dibocorkan lewat post credit di film pertama.

Sebagai kode jika Sonic The Hedgehog memilki kelanjutan cerita. Begitu juga yang dilakukan pada film keduanya ini. Bagian post credit kembali memberikan potongan adegan yang memperlihatkan Shadow the Hedgehog yang hidup setelah 50 tahun.

Baca juga: Maskot Gim Konsol Sega, Sonic the Hedgehog Hadir Dalam Live-Action

Shadow the Hedgehog atau Black Arms merupakan saingan atau dark version dari Sonic. Sosok yang memiliki kemampuan yang sama dengan Sonic, dari kecepatan dan keterampilannya. Shadow merupakan hibrida antropomorfik landak yang diciptakan sebagai “Ultimate Life Form” oleh Gerald Robotnik, menggunakan DNA Black Doom, dan merupakan hasil akhir dari Project Shadow.

Kemunculan satu per satu karakter dalam Sonic The Hedgehog series menandakan akan adanya universe dari cerita Sonic, si landak biru. Mengingat film keduanya ini tayang 2 tahun setelah film pertama. Ada kemungkinan universe Sonic The Hedgehog akan menggunakan pola tersebut. Gimana nih pendapat penggemar karakter si landak biru?

Knuckle (Idris Elba) in SONIC THE HEDGEHOG 2 from Paramount Pictures and Sega.

Balik lagi tentang film Sonic The Hedgehog 2. Pada sekuel-nya, Pat Casey dan Josh Miller yang kembali dipercaya menulis film keduanya bersama dengan John Whittington. Jika merujuk pada seri game, kemunculan Knuckles the Echidna terdapat pada seri ketiga.

Sosok ekidna antropomorfik merah yang satu-satunya dari klan Knuckles yang masih hidup. Knuckles sosok kuat yang memiliki kewajiban menjaga Chaos Emerald. Objek utama dalam seri Sonic The Hedgehog berbentuk tujuh zamrud kuno dan relik mistik yang terkait dengan Master Emerald yang memiliki sifat dan kemampuan yang kuat.

Selain membuat efisiensi cerita, ketiga penulis langsung hadirkan 2 karakter baru sekaligus. Kehadiran Miles “Tails” Prower dan Knuckles the Echidna membawa petualangan baru yang berlipat. Perlombaan mendapatkan Chaos Emerald dari obsesi Dr. Robotnik yang mencari kekuatan tak terbatas untuk menguasai dunia.

Diibaratkan video game, film Sonic The Hedgehog 2 menjadi next level dari sebuah permainan. Lebih banyak aksi, lebih banyak tantangan, upgrade kekuatan musuh (Dr. Robotnik/Dr. Eggman) yang muncul dengan robot raksasa. Dan tentu karakter utama, Sonic yang berubah kuning keemasan dengan kekuatan supernya. Pada adegan ini seperti melihat super saiya pada seri manga Dragon Ball.

Jim Carrey in Sonic The Hedgehog 2 from Paramount Pictures and Sega.

Dr. Robotnik yang memang menjadi natural enemy dari Sonic layaknya dalam game tidak akan mati. Akan selalu hadir walau selalu berujung kekalahan. Itulah kenapa karakter ini kembali menjadi musuh utama dari Sonic.

Lebih dari itu, film petualangan yang target penontonnya pada anak-anak jarang yang mengecewakan. Film seperti ini akan lebih menampilkan keseruan petualangan dengan konflik yang lebih ringan. Adegan aksinya pun lebih banyak di kombinasikan dengan komedi. Sehingga lebih hadirkan kelucuan dibandingkan dengan kengeriannya.

Tak hanya yang hadir dari 3 karakter antropomorfik, yaitu Sonic, Tails dan Knuckle. Tetapi dari versi manusia, pada karakter Thomas dan Maddie Wachowski, Rachel, Randall, Wade hingga Agent Stone. Pastinya the one and only Dr. Robotnik yang diperankan oleh Jim Carrey.

Aktor juga komedian yang terkenal dengan peran-perannya yang konyol juga nyeleneh. Tak perlu heran meski berperan sebagai penjahat, sang aktor tetap menyisipkan aksi juga mimik konyol yang mengundang tawa.

Penayangan Sonic The Hedgehog 2 di Indonesia pada 6 April 2022 mungkin cukup tepat ketika bersamaan dengan momen Ramadhan. Di mana banyak orang akan lebih banyak menghabiskan waktu di luar untuk melakukan kegiatan bukber (buka bersama), seperti mall.

Ke bioskop bisa menjadi alternatif sambil menunggu waktu berbuka. Tontonan yang menarik dan sesuai bisa menjadi pilihan. Apalagi film dari Jeff Fowler memang diperuntukan untuk semua umur.

Production company: SEGA Sammy Group, Original Film, Marza Animation Planet, Blur Studio Production
Distributor: Paramount Pictures Indonesia
Cast: Ben Schwartz (Sonic The Hedgehog), Colleen O’Shaughnessey (Miles “Tails” Prower), Idris Elba (Knuckles the Echidna), Jim Carrey (Dr. Robotnik), Lee Majdoub (Agent Stone), James Marsden (Thomas Wachowski), Tika Sumpter (Maddie Wachowski), Adam Pally (Wade Whipple), Natasha Rothwell (Rachel), Shemar Moore (Randall), etc
Director: Jeff Fowler
Screenplay: Pat Casey, Josh Miller, John Whittington
Producers: Neal H. Moritz, Toby Ascher, Toru Nakahara, Hitoshi Okuno
Duration: 2 hours 2 minutes