Review

Review: Songbird, Dark Jokes yang Dikemas Lewat Drama Pelik Karakternya

71
×

Review: Songbird, Dark Jokes yang Dikemas Lewat Drama Pelik Karakternya

Share this article

LASAK.iD – Selama beberapa bulan belakangan, pecinta film disajikan deretan film dengan banyak adegan berdarah maupun film bertema superhero. Ingin referensi tontonan berbeda, Songbird mungkin bisa menjadi pilihan tontonan pekan ini.

Film dari produser kenamaan Michael Bay secara garis besar mengambil ide yang related dengan keadaan karena pandemi covid-19 yang melanda dunia. Namun, yang musti digarisbawahi dari film ini, Adam Mason sebagai sutradara sekaligus penulis membawa penonton pada konsep cerita yang berbeda.

Jika kebanyakan film dengan virus sebagai objek utama cerita, yang terbayang adalah film yang menampilkan objek lainnya yaitu mayat hidup atau zombie. Nyatanya, Songbird melakukannya dengan berbeda. Bold dari film ini terletak pada kisah yang dibangun oleh 2 tokoh utamanya, yaitu Nico (K. J. Apa) dan Sara (Sofia Carson).

Bukan dengan tokoh utama yang berusaha bertahan hidup secara menyakitkan karena virus. Kedua tokoh ini, Nico dan Sara membangun ceritanya dalam sebuah romansa yang pelik. Menjalin asmara lewat panggilan telepon yang terhalang dinding bata karena virus.

Nico yang seorang kurir bersepeda memiliki gelang khusus yang menunjukan dirinya kebal akan virus, yang membuatnya bebas berkeliaran di dunia luar. Sedangkan Sara, sang kekasih harus melakukan karantina dan menghabiskan waktu di dalam rumah saja dengan menonton video dari para youtube. Salah satu yang favorit adalah konten yang disajikan May (Alexandra Daddario).

Awalnya semua berjalan lancar, hanya tinggal menunggu waktu untuk Nico mendapatkan gelang khusus untuk Sara dan Neneknya. Namun, semua berubah ketika nenek dari Sara mengalami demam dan virus terdeteksi ketika pemeriksaan rutin harian.

Tentu ini membuat keadaan semakin sulit dan betul saja Emmett Harland (Peter Stormare) Kepala Departemen Kesehatan Los Angeles yang sudah mengetahui hal tersebut mendatangi kediaman Sara. Sang kekasih yang panik terus mencari cara untuk mendapatkan gelang kuning tersebut.

Sampai pada momen bahwa paket yang biasa dia kirimkan kepada keluarga Griffin (Demi Moore dan Bradley Whitford) adalah gelang yang dijual secara ilegal kepada mereka yang memiliki uang. Saat mencoba mendapatkan gelangnya dari info yang diberikan Piper Griffin, Nico yang tidak tahu dan putus asa sebenarnya menghadapi bahaya besar disana.

Saat mencoba bertransaksi, Nico justru mendapatkan tusukan dari seorang pria dewasa bernama Emmett Harland yang adalah Kepala Departemen Kesehatan Los Angeles. Hal ini dikarenakan perdagangan ilegal telah bocor dan salah satunya diketahui Nico.

Nico yang selamat karena bantuan seorang mantan tentara akhirnya melakukan hal nekat dengan mendatangi kediaman Griffin. Awalnya Piper Griffin mencoba menembak Nico, namun hatinya luluh ketika mengetahui gelang tersebut untuk satu-satunya orang tersayang yang tersisa dihidupnya.

Setelah mendapatkan gelangnya, Nico bergegas menuju kediaman Sara. Sesampainya disana keadaan rumah sudah terbuka dan mendapati Sara dan Neneknya sudah tidak ada. Saat mencoba mencarinya Nico kembali bertemu dengan Emmett Harland dan mengetahui adalah Kepala Departemen Kesehatan Los Angeles.

Sekaligus mengetahui dalang dibalik penjualan ilegal gelang khusus tersebut dan menyadari alasan dirinya ingin dilenyapkan saat pertemuan pertama. Berhasil menjatuhkan Emmett Harland dengan sebuah pensil, Nico bergegas mengejar mobil yang membawanya ke distrik Q.

Nico berhasil karena bantuan Lester (Craig Robinson), bosnya di jasa pengiriman dan temannya lainnya yang menjadi mata melalui drone, yaitu Michael Dozer (Paul Walter Hauser). Secara dramatis Nico mampu menyelamatkan Sara di detik terakhir sebelum sang kekasih akan dibawa ke pusat karantina. Untuk ending filmnya bisa kalian tonton sendiri di bioskop mulai Jum’at (19/11).

Seperti dijelaskan diawal bold dari film ini memang pada kedua karakter Nico dan Sara. Meski begitu, secara menyeluruh cerita dari keduanya mewakili sindiran keras atau dark jokes yang ingin disampaikan untuk keadaan saat ini karena pandemi covid-19.

Itu juga kenapa film ini diberi judul Songbird. Ini adalah jenis burung yang termasuk dalam clade Passeri, yang dikenal sebagai nama Oscines, dari bahasa Latin oscen yang berarti burung penyanyi. Di mana sangat make sense dengan film ini yang menyuarakan keadaan saat ini lewat dark jokes-nya. Tanpa harus memperlihatkan adegan orang-orang yang terpapar virus.

Cerita yang dihantarkan Nico dan Sara sebenarnya menjadi film yang layak ditonton. Emosi yang dibangun melalui chemistry keduanya mampu sampai ke penonton. Hanya sayang, ketika momen tersebut sudah didapatkan penonton dan masuk ke dalam cerita ke momen menuju klimaks. Nyatanya penonton dibelokan ke arah berbeda atau menjadi sedikit anti klimaks.

Begitu juga dengan ending yang unpredictable. Untuk hal ini, tergantung penonton menilainya seperti apa, karena setiap penonton memiliki penilaiannya sendiri setelah menonton Songbird.

 

Production company: Invisible Narratives, Platinum Dunes, Endeavor Content, ISM Partners, Catchlight Studios
Distributor: STX Entertainment
Cast: K.J. Apa (Nico Price), Sofia Carson (Sara Garcia), Craig Robinson (Lester), Peter Stormare (Emmett Harland), Alexandra Daddario (May)Demi Moore (Piper Griffin), Paul Walter Hauser (Michael Dozer), Bradley Whitford (William Griffin), Elpidia Carrilo (Lita Garcia), Lia McHugh (Emma Griffin)
Director: Adam Mason
Screenplay: Adam Mason, Simon Boyes
Producers: Michael Bay, Marcei A. Brown, Jason Clark, Jeanette Volturno, Adam Goodman, Andrew Sugerman, Eben Davidson
Duration: 1 hours 25 minutes