Review

Review: Shazam! Fury of the Gods, Pertarungan Dengan Dewa

77
×

Review: Shazam! Fury of the Gods, Pertarungan Dengan Dewa

Share this article

LASAK.iD – Film superhero terkenal bisa dikatakan selalu datang dari universe dua perusahaan hiburan besar asal Amerika, yaitu DC dan juga Marvel. Komik menjadi awal dari ekosistem yang dibangun. Baru setelahnya, satu per satu karakter pada komik dimunculkan sebagai superhero nyata yang diproduksi ke dalam format film. Istilah populer yang kita kenal sekarang sebagai live-action.

Tahun 2023, kedua perusahaan kembali ke peta persaingan dalam perilisan film terbaru. Untuk mengawali tahun ini, DC Universe (DCU) merilis superhero bernama Shazam. Film dengan judul Shazam! Fury of the Gods merupakan sekuel dari film pertamanya di 2019.

Shazam! Fury of the Gods melanjutkan kisah dari Billy Batson/Shazam (Zachary Levi/Asher Angel) yang mengemban tugas dari Penyihir Kuno (Djimon Hounsou) untuk menjaga 6 kekuatan dewa, yaitu Solomon (wisdom), Hercules (strength), Atlas (stamina), Zeus (power),  Achilles (courage) dan Mercury (speed).

Di mana untuk sekuel-nya ini, memperluas cerita dari potongan scene pada film pertamanya. Saat itu, Billy Batson yang memiliki kekuatan super akhirnya harus menghadapi musuh kuat bernama Dokter Sivana (Mark Strong).

Billy yang masih remaja merasa panik jika harus mengahadapinya sendiri, yang kemudian membagikan kekuatannya kepada 5 saudaranya yang lain, yaitu Freddy Freeman (Jack Dylan Grazer/Adam Brody), Eugene Choi (Ross Butler/Ian Chen), Pedro Peña (D. J. Cotrona/Jovan Armand), Darla Dudley (Meagan Good/Faithe Herman) dan Mary Bromfield (Grace Caroline Currey).

Pada sebuah scene memperlihatkan Billy yang tidak menyadari mematahkan tongkat sihir milik Penyihir Kuno tanpa tahu akibat yang mungkin terjadi setelahnya. Yap, scene yang kemudian menjadi dasar dari cerita yang dibangun untuk film kedua dari Shazam.

Baca juga: Review: Creed III, Antara Tinju, Masa Lalu dan Persaudaraan

Di mana, akibat kejadian tersebut menghilangnya perisai penghalang antara dunia dewa dan dunia manusia. Daughters of Atlas yaitu Hespera (Helen Mirren), Kalypso (Lucy Liu) dan Anthea (Rachel Zegler), villain untuk sekuel-nya menyadarinya.

Ketiganya memanfaatkan kecerobohan the champion untuk memasuki dunia manusia. Untuk merebut kembali tongkat sakti sekaligus apel emas yang tersembunyi di dunia manusia. Keduanya senjata yang memberikan kekuatan tak terhingga yang bisa mengembalikan dunia dewa seperti sebelumnya.

Salah satunya dengan mengambil kembali kekuatan para dewa yang kini dimiliki oleh Billy Batson dan kelima saudaranya. Hespera, Kalypso dan Anthea akhirnya berhasil mengambil tongkat dan menyatukannya kembali dengan kekuatan dari pembuatnya, Penyihir Kuno. Yang selama ini menjadi tahanan dari ketiganya di dunia dewa.

Anthea, saudari ketiga dari Daughters of Atlas mencoba menjebak para champion demham berpura-pura sebagai manusia biasa. Tanpa sengaja ia bertemu dengan salah satunya, yaitu Freddy Freeman di sekolah. Sebuah kejadian membuat keduanya tanpa sengaja saling tertarik.

Dari situlah pertarungan antara superhero dan villain dalam film Shazam! Fury of the Gods dimulai. Rencana awal dari Daughters of Atlas hanya sekedar mengambil sesuatu yang menjadi milik dunia dewa dan menjadi hak mereka sebagai dewa.

Kalypso yang diselimuti dendam besar menentang kedua saudarinya dengan mencoba menghidupkan kembali Pohon Kekidupan di dunia manusia. Karena rasa dendam dan tidak cocoknya dunia manusia dengan pohon tersebut, membuat pohonnya justru melahirkan banyak mahkluk seram dari mitologi Yunani.

Keenam champion dihadapan dengan masalah yang bertubi-tubi, ketika harus menghadapi kekuatan besar dari Kalypso, kubah biru yang mengurung mereka, Pohon Kekidupan dan penjaganya yang seekor Naga Raksasa. Keluarga champion yang sempat terpecah kemudian bersatu untuk melawan kekejaman dari Kalypso.

Billy yang menyadari cara mengalahkan kekuatan dari Kalypso, kubah, Pohon Kehidupan dan Naga Raksasa, mengorbankan dirinya terjebak dengan semua kekuatan tersebut. Melalui pertarungan yang sengit dan kecerdasan Billy akhirnya mampu mengalahkan Kalypso dan Naga Raksasa.

Sayangnya, pengorbanan yang merenggut nyawa Billy. Pengorbanan besar Billy pun membawa resiko dengan hancurnya Tongkat Sakti yang sebenarnya bisa mengembalikan dunia manusia dan dunia dewa. Untuk itu, Tongkat Sakti membuatuhkan kekuatan para dewa.

Saat itu, dewa terakhir yaitu Shazam atau Billy sudah mati. Tunggu dulu jangan sedih, di sebuah adegan yang memperlihatkan mimpi Billy bertemu dengan Wonder Woman ternyata terjadi di dunia nyata. Wonder Woman yang merupakan anak dari dewa Zeus, tentu memiliki kekuatan dewa yang akhirnya bisa memulihkan Tongkat Sakti dan mengembalikan kehidupan dunia manusia dan dunia dewa.

Shazam menyuguhkan tontonan khas seperti kebanyakan film superhero. Adegan fight dengan tampilan penuh visual effect dan CGI ditambah berbagai kemampuan seperti kuat, terbang dan cepat. Begitu juga dengan bagian komedi yang sepertinya wajib ada dalam setiap superhero.

Bedanya dengan superhero yang dirilis beberapa tahun belakangan dari dua universe yang sepenuhnya menampilkan orang dewasa. Tentu dari skenario, komedi hingga konflik yang dialami para karakter utama akan terasa lebih dark hingga deepers.

Tetapi untuk Shazam yang sebenarnya teen superhero tentu hal yang disebutkan sebelumnya ikut menyesuaikan. Bukan juga sebuah kekurangan tetapi menjadi beda itu kadang lebih menarik. Saat menjadi superhero yang awalnya seorang remaja berubah menjadi orang dewasa.

Tetapi tidak juga merubah pembawaan aslinya yang seorang remaja. Itulah yang membuat superhero satu ini banyak sekali hadirkan komedi namun juga komedi khas remaja. Walau terselingkan beberapa dark jokes terutama penyindiran kepada kompetitor besar mereka.

Secara keseluruhan Shazam! Fury of the Gods tentu memiliki next level dari film pertamanya di 2019 silam. Dari sisi cerita akhirnya dimunculkan para dewa yang diwakili oleh Daughters of Atlas, yaitu Hespera, Kalypso dan Anthea.

Dengan adegan fight pun lebih intens dari sebelumnya, begitu pun dengan drama atau konflik yang diciptakan. Jika sebelumnya fokus konfliknya lebih kepada karakter Billy Batson, kali ini menjadi lebih luas untuk masing-masing karakter, yang akhir mencakup lebih dalam kepada konflik keluarga.

Untuk kostum yang dikenakan pun ditambahkan beberapa detail kecil dan siluet motifnya pun semakin kelihatan di film keduanya sehingga tidak terlihat sebuah kostum merah polos, begitu pun dengan lima champion lainnya.

Shazam! Fury of the Gods yang sejak awal didominasi oleh komedi membuat argumen di penonton filmnya akan tetap dititik menyenangkan karena komedi. Nyatanya perasaan sedih mampu terselip di antaranya, yang sebenarnya cukup menyentuh, namun kembali lagi itu hanya terjadi pada 1 hingga 3 scene saja sepanjang film.

Satu hal yang sepertinya pun wajib untuk universe Shazam, akan kemuculan satu per satu dari superhero yang menjadi bagian dari DCU, terutama yang tergabung dalam Justie League. Bukan juga untuk menegaskan akan keterlibatan superhero tersebut di film selanjutnya dari Shazam.

Hal ini kembali karena film ini memang banyaknya karakter remaja, kemunculan sosok superhero dimata anak-anak dan remaja menjadi sebuah kegembiraan tersendiri. Walau dalam filmnya, para karakternya adalah superhero.

Jika di film pertama muncul sosok Superman dan di filmnya kali ini sudah diberikan clue, yaitu Wonder Woman. Kemunculan masing-masing superhero ternyata memiliki peranan yang berbeda. Superman hadir sebagai penghiburan karena siapa yang tidak mengenal Superman.

Sedangkan Wonder Woman datang sebagai pahlawan yang kebetulan ia merupakan sosok superhero yang lahir dari seorang dewa dan menjadi masuk akal untuk film Shazam.

Film menyenangkan dengan komedi dan drama yang tersuguhkan, tentu bisa menjadi tontonan untuk keluarga, tetap dengan aturan filmnya 13+. Di tanah air, Shazam! Fury of the Gods tayang mulai hari ini, 15 Maret 2023.

Production company: New Line Cinema, DC Studios, The Safran Company
Distributor: Warner Bros Pictures
Cast: Zachary Levi/ Asher Angel (Billy Batson/ Shazam), Jack Dylan Grazer/ Adam Brody (Freddy Freeman), Ross Butler/ Ian Chen (Eugene Choi), D. J. Cotrona/ Jovan Armand (Pedro Peña), Meagan Good/ Faithe Herman (Darla Dudley), Grace Caroline Currey (Mary Bromfield), Djimon Hounsou (Wizard), Helen Mirren (Hespera), Lucy Liu (Kalypso), Rachel Zegler (Anthea), etc
Director: David F. Sandberg
Screenwriter: Henry Gayden, Chris Morgan
Producers: Peter Safran
Duration: 2 hours 10 minutes