ReviewCinemaFilm

Review: Sehati Semati, Teror Menakutkan dari Permainan Papan Bertuliskan SURRA

285
×

Review: Sehati Semati, Teror Menakutkan dari Permainan Papan Bertuliskan SURRA

Share this article

Sehati Semati menjadi series terbaru dari Sinemaku Pictures yang mengusung tema berbeda dari series drama yang selama 5 tahun ini dirilis.

LASAK.iD – Sinemaku Pictures di tahun ini tengah bersiap untuk merilis beberapa karya terbaru, mulai dari film layar lebar hingga series. Terbaru, merupakan sebuah series berjudul Sehati Semati yang tayang di platform video-on-demand Maxstream.

Series Sehati Semati yang dibintangi aktor dan aktris muda, seperti Yasamin Jasem (Sinta), Megan Domani (Sheila), Abun Sungkar (Tio), Dianda Sabrina (Fina), Ciccio Manassero (Rega) dan Ashira Zamita (Acel), akan tayang sebanyak 6 episode mulai 28 Juni 2024.

Series yang mengusung genre thriller mystery ini membawa kisah 5 sahabat Sheila, Tio, Fina, Rega dan Acel yang terjebak dalam sebuah permainan papan (board game) kuno yang misterius bernama SURRA.

Baca juga: Sehati Semati Rilis Official Trailer Tampilkan Kengerian SURRA

Pada episode awal, penonton dibawa dalam sebuah misteri besar dari SURRA, karena Tio yang mencoba pertama kali permainan itu mengalami kejadian yang cukup horror yang membuatnya koma.

Secara garis besar setelah melihat dua episode awal, series yang disutradarai Yusuf Jacka ini cukup besar terpengaruh dari film atau series dengan genre dan konsep serupa yang merupakan produksi amerika.

Hal ini sebenarnya dibenarkan oleh Umay Shahab di momen pemutaran perdana dari series-nya untuk awak media. Umay dengan gamblang tim kreatif dari Sinemaku Pictures terutama tim penulis banyak mengambil inspirasi dari film yang menjadikan gameboard sebagai benang merah filmnya.

Sebut saja, Jumanji (1981, 1995) dan Zathura (2002, 2005) yang menjadi film populer terkait board game. Meski kedua film ini lebih condong pada sisi petualangan.

Sedangkan, series Sehati Semati mengambil genre yang paling diminati penonton tanah air, yaitu horror supranatural. Terkait ini dan setelah melihat 2 episode awal, cukup mengingatkan akan beberapa judul film produksi amerika, Ouija (2014, 2016) dan film asal australia berjudul Talk to Me yang dirilis pada 2023 lalu.

Pengadeganan yang disuguhkan oleh Yusuf Jacka tanpa sengaja cukup me-recall memori di sebagian penonton akan film-film tersebut. Hal ini pun sebenarnya cukup wajar jika menilik pada sebuah genre film. Hal yang juga berlaku dan ditemukan di berbagai genre lainnya.

Terlepas akan hal tersebut, jika membahas pada cerita series-nya terutama dalam membangun mood di penonton, yang disuguhkan Yusuf Jacka untuk Sehati Semati dirasa cukup lambat.

Jika merujuk pada sebuah cerita series atau cerita bersambung mungkin penjabaran pada sebuah adegan akan lebih lama, dibandingkan dengan film layar lebar. Hal ini terasa cukup lumrah, tetapi untuk juga membuat ketertarikan melihat adegan per adegan, Yusuf masih belum cukup memberikan bumbu tersebut.

Ada adegan yang cukup terasa hambar dan cukup membuat rasa bosan karena durasi yang terlalu panjang untuk sebuah adegan yang sebenarnya bisa dibuat lebih padat. Tetapi ada adegan yang membuat penonton gregetan sekaligus deg-degan secara bersamaan. Ini yang cukup mencuri pandangan penonton untuk melihatnya.

Secara konsep dan ambience yang ingin dibangun oleh sutradara dan penulis sebenarnya sudah baik dan menarik, terlepas series ini mengingatkan akan beberapa film atau series dari produksi negara lainnya. Begitu pun dengan akting para pemainnya yang juga cukup baik.

Sedikit menggarisbawahi akting pada pemainnya, dari deretan pemain yang terlibat, Yasamin Jasem selalu menampilkan totalitas akan peran yang dimainkan. Pada episode awal, kemunculannya sebagai karakter Sinta memang masih sedikit tetapi cukup mencuri perhatian.

Tetapi, mimik dan gesture yang dilakukan cukup memberikan kesan ambigu di penonton. Karakternya sebagai Sinta akankah menjadi bagian dari karakter protagonis atau justru sebaliknya sebagai antagonis. Ini yang membuat penonton ingin melihat karakternya kembali di episode selanjutnya bersama dengan karakter Ayahnya yang bernama Surya.

Namun, dialog dan chemistry pada episode-episode awal ini belum terlihat kuat satu sama lain. Bukan juga menciptakan sebuah gap atau sebuah plot hole yang besar dari flow ceritanya.

Jika ingin menerka-nerka, episode awal ini sekedar sebuah perkenalan kepada penonton, tentang ceritanya itu sendiri dengan memunculkan garis besar konfliknya dan tentu para karakternya. Untuk kemudian dan mungkin akan terlihat lebih menjanjikan pada episode 3 hingga episode terakhir.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
itsreleased
6 days ago

Magnificent beat I would like to apprentice while you amend your site how can i subscribe for a blog web site The account helped me a acceptable deal I had been a little bit acquainted of this your broadcast offered bright clear idea

1
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x