Review

Review: Petualangan Sherina 2, Mengajak Kembali Bernostalgia

55
×

Review: Petualangan Sherina 2, Mengajak Kembali Bernostalgia

Share this article

LASAK.iD – Persahabatan antara Sherina (Sherina Munaf) dan Sadam (Derby Romero) kembali terjalin setelah terpisah selama 23 tahun melalui sekuel berjudul Petualangan Sherina 2. Film musikal persembahan Miles Films dari produser Mira Lesmana dan sutradara Riri Riza.

Sebuah sekuel yang ternyata tetap membawa ambience dan vibes yang kental akan film pertamanya. Membawa penonton pada nostalgia masa lalu yang masih mengena di hati. Menariknya, jika sebuah film hadir dengan konsep universe, penikmat film akan secara terang-terangan membandingkan satu sama lain. Seringnya yang ditemui pun sebuah kritikan pedas, bahwa film pertama jauh lebih baik dan menarik.

Baca juga: Petualangan Sherina 2 Rilis Poster dan Trailer Jelang Tayang

Hal yang juga ditemukan pada industri perfilman tanah air. Namun, hal tersebut tidak berlaku untuk sekuel dari Petualangan Sherina yang tayang 28 September 2023. Penonton atau lebih tepatnya awak media yang mendapatkan kesempatan menonton lebih awal justru dibuat merinding, tentu nostalgia dan kagum akan persembahan yang diberikan Miles Films.

Bahkan tak sedikit yang meneteskan air mata saking kagum sekaligus terharu dengan chemistry kuat yang kembali dibangun kedua karakter utamanya. Seakan 23 tahun hanya sebuah angka karena Sherina dan Derby Romero sekali lagi mampu membuat penonton kembali untuk jatuh cinta kepada Sherina dan Sadam.

Sequence yang tetap dijaga dua sosok penting dibalik film Petualangan Sherina, yaitu Mira Lesmana dan Riri Riza juga menjadi faktor penting. Tanpa harus melakukan perubahan besar, filmnya akan kembali dicintai penggemarnya terdahulu dan mereka dari generasi saat ini. Perubahan yang mungkin paling mencolok adalah Sherina dan Sadam yang melompat masa dari anak-anak ke dewasa.

Baca juga: Film Petualangan Sherina 2 Bagikan Potongan Adegan

Hal yang juga membawa penonton kembali merasakan ambience dan vibes dari tahun 2000, dijumpai pada hampir setiap bagian yang tercermin dari sinematografi filmnya. Menyangkut musik sebagai soundtrack maupun musik scoring hingga tone color sepanjang film. Begitu pun beberapa kata dan gestur ikonik dari film pertamanya, benar-benar membuat haru dan nostalgia kembali.

Untuk alur cerita Petualangan Sherina 2 sebenarnya cukup sering ditemui dalam kehidupan nyata. Terutama erat kaitannya dengan persahabatan, sedangkan mengenai sekolah hutan untuk orang utan banyak informasi terkait ini di berbagai platform.

Sebuah premis sederhana namun pengemasan dari skenario ke dalam audio visual yang menjadikannya terlihat kompleks. Sekaligus pengembangan akan karakter Sherina pada sekuel-nya adalah seorang reporter stasiun televisi.

Begitu pun dengan petualangan karakter di hutan membawa sedikit rasa di sebagian penonton ke film petualangan akan aksi, drama, komedi seperti adaptasi live-action Dora The Explorer berjudul Dora and the Lost City of Gold yang dirilis pada 2017 silam. Ini jika penonton melihat dari persepektif tertentu filmnya.

Lagi-lagi, jika membicarakan film Petualangan Sherina tidak lepas dari genre musikal yang diusung. Film pertama meninggalkan bekas yang mendalam di penonton. Film sekuel-nya ternyata melakukannya kembali, dengan penempatan yang tepat untuk musik dan lagu menjadikan eksekusi yang sangat bisa dinikmati.

Mengingat genre musikal bisa membuat filmnya tidak memiliki rasa yang tersampaikan ke penonton jika tidak memiliki kesinambungan satu sama lainnya. Semesta dari Petualangan Sherina mampu mempertahankan sekaligus membuktikan kepada penikmat film tanah air.

Juga, Petualangan Sherina 2 mungkin dari sekian film tanah air yang memiliki sedikit celah untuk dikritik terlepas dari kekuarangan yang mungkin ditemukan. Selain itu, meski diceritakan dua karakter utamanya sudah dewasa, namun sajiannya sangat friendly untuk anak-anak. Apalagi kehadiran Quinn Salman sebagai Sindai, yang merupakan karakter anak-anak.

Production company: Miles Films, Base Entertainment, Legacy Pictures, Lamunan Studio, Infia, Folkative, Volix, Folk, Talamedia
Distributor: Miles Films, Base Entertainment
CastSherina Munaf (Sherina), Derby Romero (Sadam), Isyana Sarasvati (Ratih), Kelly Tandiono (Pingkan), Ardit Erwandha (Aryo), Randy Danistha (Dedi), Chandra Satria (Syailendra), Quinn Salman (Sindai), Mathias Muchus (Mr. Darmawan), Ucie Nurul (Mrs. Darmawan), etc
Director: Riri Riza
Screenwriter: Jujur Prananto, Mira Lesmana, Riri Riza, Virania Munaf
Producers: Mira Lesmana
Duration2 hours 6 minutes