Review

Review: Moonfall, Ketika Bulan Terlalu Dekat dengan Bumi

70
×

Review: Moonfall, Ketika Bulan Terlalu Dekat dengan Bumi

Share this article

LASAK.iD – Industri film hollywood tidak pernah kehabisan ide untuk menciptakan tontonan menarik. Dari ide yang paling sederhana hingga yang paling sulit dipahami penonton. Seringnya film makers hollywood melakukannya secara out the box atau ide yang tak terpikirkan oleh orang awam. Tentu untuk membuat film yang tidak biasa bahkan terkesan gila.

Tak jarang juga film makers memanfaatkan ide yang sudah ada, yang kemudian dikembangkan kembali untuk kebutuhan hiburan. Makanya banyak film hollywood menuliskan pada keterangan filmnya sebagai based on true event.

Begitu juga dalam menghadirkan genre film. Yang cukup sering ditampilkan, salah satunya yaitu sci-fi. Dengan menghubungkan pada cabang ilmu science, seperti kimia, fisika hingga astronomi. Tinggal imajinasi liar dari penulis dalam mengembangkannya.

Itulah yang dilakukan Spenser Cohen, Roland Emmerich dan Harald Kloser untuk film berjudul MOONFALL. Yang menghantarkan ceritanya ada Halle Berry sebagai Jo Fowler, Patrick Wilson sebagai Brian Harper juga John Bradley sebagai K. C. Houseman dan aktor dan aktris kenamaan lainnya.

Sesuai dengan genre-nya yang beragam dari Action, Adventure, Fantasy, Sci-Fi. Film Moonfall bercerita ketika Bulan yang selama jutaan bahkan milyaran tahun adem ayem di tempatnya, secara tiba-tiba mengubah haluan orbit-nya menjadi elips yang pada dua titiknya bisa menyebabkan tabrakan hebat dan berakibat kehancuran dahsyat pada Bumi.

Pada filmnya, hasil temuan mengejutkan ini berhubungan erat dengan kejadian yang dialami mantan astronot NASA yang sekarang menjabat sebagai Staff Eksekutif bernama Jo Fowler. Saat itu Jo bersama dengan Brian Harper dan rekan lainnya sedang menjalankan sebuah misi.

Brian dan rekannya yang lain saat itu bertugas di luar pesawat untuk perbaiki sesuatu. Secara mengejutkan dari kejauhan benda misterius mendekat dan menyerang mereka. Peristiwa yang  menyebabkan rekan keduanya meninggal.

Brian dan Jo yang berhasil selamat dengan segera kembali ke Bumi. Sayang laporan milik Brian dianggap mengada-ada tentang keberadaan benda misterius yang menyerang mereka di angkasa luar. Kukuh dengan pendapatnya membuat Brian di pecat dari pekerjaannya sebagai astronot NASA.

Angkasa luar dan diperlihatkan adanya benda asing di awal film, Moonfall sudah start di awal untuk menarik perhatian penonton. Ketika sudah menontonnya secara utuh, adegan di awal sebenarnya adalah kunci atau benang merah filmnya. Di samping itu, Moonfall mencoba meyakinkan memiliki cerita dan keseruan yang diinginkan penonton.

Kembali ke karakter, film ini masuk kategori film serius, tentu karakter yang dibuat pun ikut menyesuaikan. Tetapi bukan hollywood kalau tidak bisa hadirkan karakter pengendur urat di tengah keseriusan. Selalu hadir sebagai pembeda, bisa juga sebagai pendobrak dan tak jarang juga diiringi tingkah lucu dan konyol.

Hal sama dilakukan film Moonfall, yang hadir lewat karakter bernama K. C. Houseman. Seorang yang dalam hidupnya terobsesi menjadi astronot namun tidak tercapai. Namun, pengetahuannya tentang ilmu astronomi tidak bisa dianggap remeh.

Dalam filmnya, Houseman justru yang lebih dulu menemukan bahwa Bulan telah mengubah orbit-nya sebelum akhirnya NASA. Houseman yang mengaku bergelar Doktor ini, juga dikenal seorang yang kontroversi terkait teorinya tentang Bulan yang merupakan sebuah megastruktur yang sengaja dibangun milayaran tahun lalu. Saat ini Bulan tengah dikacaukan oleh sesuatu.

Penemuan dan teori yang mempertemukan Houseman dengan Brian Harper. Pada awalnya Brian tidak mempercayai namun kejadian air laut naik ke permukaan membuktikan semua teori milik Houseman. Dari sini keduanya menjadi akrab. Bahkan Brian membawa serta Houseman ke pangkalan NASA ketika keduanya dijemput atas perintah Jo Fowler.

NASA, Brian dan Houseman kemudian bersama mempelajari lubang serta rekaman video dari kejadian misi gabungan Eropa dan Amerika. Ternyata itu adalah benda asing yang sama yang menyerang Jo dan Brian di misi bertahun-tahun lalu.

Menariknya, penonton terus dibuat penasaran dengan benda misterius yang terus dimunculkan. Masih dibuat menebak-nebak “apakah ini alien” atau “mahkluk dari galaksi berbeda“. Hal itu tak membawa pengaruh untuk membuat inti ceritanya goyah. Setiap part cerita filmnya memiliki daya tarik tersendiri. Saling berhubungan tetapi bisa berdiri sendiri.

Saat merencanakan misi tersebut, gravitasi Bulan ketika di titik sangat dekat dengan Bumi membawa pengaruh dahsyat. Guncangan membuat komponen untuk pesawat mereka rusak dan misi terancam gagal. Namun Brian menyadari sesuatu sehingga memanfaatkan pesawat luar angkasa yang berada di museum.

Evakuasi membuat misi kekuarangan tenaga ahli. Akhirnya muncul ide nekat, di mana Jo akan ikut serta dalam misi. Dan atas wewenangnya, impian Houseman untuk menjadi astronot tercapai. Misi akhirnya dijalankan Jo, Brian dan Houseman.

Menyesuaikan karakteristik benda misterius, misi NASA tersebut membawa alat yang sesuai yang didapatkan dari pemerintah Cina. Mendekati Bulan mereka sudah dihadang jutaan pecahan kerak Bulan karena dipengaruhi gravitasi Bumi ketika kedua benda tersebut saling berdekatan.

Sesampainya di Bulan dan mencoba masuk ke dalam lubang. Walah, ketiganya terkejut sekaligus kagum dengan apa yang mereka lihat. Terlebih untuk Houseman yang sekali lagi membuktikan teorinya bahwa Bulan memiliki rongga di dalamnya dan sebuah megastruktur yang memang sengaja dibangun.

Teori-teori yang dihadirkan Moonfall sebagai film sci-fi tentu mengembangkan dari teori asli yang beredar. Seperti saat Bulan pada bentuk sempurnanya (Bulan Purnama), gravitasi mampu mempengaruhi gelombang laut yang ada di Bumi.

Begitu juga teori megastruktur yang selalu disebutkan karakter K. C. Houseman. Penulis sepertinya menggabungkan beberapa dari 7 teori pembentukan Bulan yang masyarakat ketahui sekarang. Imajinasi liar penulis yang akhirnya membuat Bulan seolah dibangun milyaran tahun lalu oleh pendahulu manusia yang juga manusia.

Itulah kenapa ada satu adegan ketika Brian diberikan penglihatan. Teknologi Artificial Intelligence (AI) yang berbicara padanya mengatakan mereka diciptakan oleh pencipta yang sama dengan Brian dan manusia Bumi. Film ini sekaligus menggabungkan teori yang tidak mempercayai keberadaan Tuhan. Hal yang cukup lekat dengan para ilmuwan yang memiliki pemikiran logis dan rasional.

Saat mencoba menjauhkan benda misterius tersebut pesawat mereka diserang habis-habisan dan rusak berat. Saat itulah Brian diberikan gambaran tentang Bulan dan yang terjadi sebenarnya saat ini. Bahwa Bulan telah diciptakan oleh pendahulu mereka yang memiliki kecerdasan melebihi manusia yang hidup di Bumi sekarang. Bahwa Bulan yang ada selama milyaran tahun untuk mengawasi manusia di Bumi.

Namun, Teknologi Artificial Intelligence (AI) yang pendahulu buat justru melawan balik dan tak ingin diperintah lagi. Itulah yang menjadi alasan benda asing dan misterius menyerang benda elektromagnetik dan organik seperti manusia.

Moonfall sepertinya tidak ingin terjebak dengan film dengan tema angkasa luar atau sci-fi. Tak ingin melulu menghadirkan alien sebagai musuh utama dalam film angkasa luar. Moonfall melakukan dengan cara berbeda dengan mengedepankan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan yang memang sedang berkembang di zaman sekarang ini.

Dengan kata lain, Moonfall mengikuti perkembangan dunia saat ini, yang akhirnya ada pendewasaan pada sisi ide cerita agar tidak terjebak pada hal yang sama. Sehingga memanfaatkan teori yang ada menjadi ide gila dan liar untuk menjadi tontonan menarik pastinya.

Mengetahui semuanya, Brian dengan segera bersama Jo dan Houseman mencoba menghancurkan teknologi AI tersebut untuk kembali menyeimbangkan kehidupan. Mengingat pesawat mereka hancur di kejadian sebelumnya, teknologi pada Bulan ternyata membuatnya kembali semula bahkan lebih sempurna.

Ketika Jo, Brian dan Houseman mencoba menyelesaikan misi, Bumi berada diujung tanduk karena Bulan yang semakin dekat dengan Bumi. Gravitasi Bulan mempengaruhi semuanya, bahkan Bumi terancam kehilangan oksigen-nya.

Brian memutuskan menjadi volunteer dengan tetap tinggal dan mengorbankan diri untuk mengaktifkan alat tersebut. Sedang berdebat dengan Jo, saat itu Houseman dengan jiwa kepahlawanannya maju dengan suka rela dengan mengunci dirinya dengan alat tersebut.

Alat berfungi baik dan Houseman menjadi pahlawan untuk Bumi dan sekali lagi Jo dan Brian kembali dengan selamat. Keduanya kembali berkumpul dengan keluarga masing-masing di Bumi.

Roland Emmerich merupakan sosok sutradara yang langganan membuat film dengan tema serupa, sebut saja Independence Day, Stargate, The Day After Tomorrow hingga 2012. Tentu akan melihat banyak kemiripan untuk setiap filmnya termasuk Moonfall.

Deretan film ini sampai yang terbaru yaitu Moonfall, memang terjadi perubahan benang merah ceritanya. Namun jika diperhatikan Roland Emmerich seperti terjebak dalam penceritaan tentang bagaimana Bumi hancur.

Seperti isi dalamnya sama namun ditampilkan dengan cangkang berbeda. Tetapi untuk efek visual tidak usah diragukan lagi, Roland bersama tim efek visual membuatnya seolah nyata. Walau ada satu bagian yaitu ketika air laut naik dan nyaris menenggelamkan hotel di mana Brian dan Houseman berada terasa sedikit tidak alami. Selebihnya “Inilah film gaya Roland Emmerich“.

Film ini tayang di Indonesia mulai 4 Februari 2022!

Production company: AGC Studios, Centropolis Entertainment, Street Entertainment, H. Brothers
Distributor: Lionsgate
Cast: Halle Berry (Jo Fowler), Patrick Wilson (Brian Harper), John Bradley (K. C. Houseman), Michael Pena (Tom Lopez), Charlie Plummer (Sonny Harper), Kelly Yu (Michelle), Eme Ikuwakor (General Doug Davidson), Carolina Bartczak (Brenda Lopez), Ava Weiss, Maxim Roy (Captain Gabriella Auclair), Stephen Bogaert (Albert Hutchings), Hazel Nugent, etc
Director: Roland Emmerich
Screenplay: Spenser Cohen, Roland Emmerich, Harald Kloser
Producers: Harald Kloser, Roland Emmerich
Duration: 2 hours 10 minutes