ReviewCinema

Review: Monkey Man, Saat Jiwa Hanoman Hidup Dalam Diri Seorang Pemuda

124
×

Review: Monkey Man, Saat Jiwa Hanoman Hidup Dalam Diri Seorang Pemuda

Share this article

Monkey Man menjadi debut untuk aktor Dev Patel sebagai seorang sutradara untuk sebuah produksi film sejak berkarir tahun 2006.

LASAK.iD – Aktor Dev Patel kembali ke layar lebar melalui film terbaru berjudul Monkey Man. Film yang menggambarkan negara asal sang aktor, yaitu India melalui kota fiksi bernama Yatana. Sebuah cerita yang mengambil mitologi India tertua tentang legenda dewa Hindu Hanoman, simbol kebijaksanaan, kekuatan, keberanian, pengabdian dan disiplin diri.

Patel dalam filmnya mengubah legenda tersebut ke dunia modern, di mana seorang pemuda patah hati, Kid yang juga diperankannya menjadi senjata ampuh dan malaikat pembalas dendam terhadap para pemimpin korup dan berkuasa yang menindas orang-orang yang seharusnya mereka layani.

Sama seperti film India pada umumnya, Patel membawa kental budaya dari negaranya tersebut. Tak hanya dari sisi look India dengan orang-orangnya tetapi agama Hindu yang sangat kental. Patel menjadi bagian dari itu, dengan debutnya sebagai sutradara langsung mengambil inspirasi dari mitologi kuno India akan Hanoman.

Bahkan Patel pun berani dengan mengusung genre action yang memang menjadi genre favoritnya. Untuk juga menciptakan sebuah grafik dinamika yang bisa menarik perhatian penonton, Dev Patel bersama dengan Paul Angunawela dan John Collee menyisipkan unsur drama.

Ini terlihat dari dendam yang dilambangkan dengan luka bakar ditangan Kid, yang didapatkannya saat kecil ketika mencoba membantu ibunya yang dibakar oleh Rana Singh. Polisi korup yang menjadi bagian dari sekumpulan orang yang diperintahkan oleh petinggi mereka yang disebut dengan Baba Shakti.

Juga sebagai bagian dari genre action itu sendiri, ketiga penulis sandingkan dengan thriller yang secara total hadirkan banyak adegan sadis dan berdarah, yang diperlihatkan oleh Dev Patel hampir di sepanjang 121 menit filmnya berjalan.

Namun, untuk adegan yang melibatkan unsur action thriller filmnya benar adanya bahwa Dev Patel dalam pengeksekusian sebagai sutradara terlalu mirip dengan deretan film yang menjadi inspirasinya, salah satunya berjudul John Wick.

Terlihat secara look pada karakter Kid yang selalu menggunakan setelah suit & tie selama melakoni adegan aksi. Hanya berbeda ketika berada di atas ring yang menandakan identitasnya sebagai Monkey Man. Bahkan beberapa adegannya pun mengingatkan dari film yang diperankan Keanu Reeves tersebut.

Misalnya, adegan ketika Kid melakoni pertarungan terakhir di gedung milik Baba Shakti. Saat itu, Kid dikeroyok oleh puluhan anak buah dari Rana Singh dan Baba Shakti. Sudut kamera ketika mengambil gambar Kid dan puluhan orang dalam lift yang cukup mengingatkan dengan film John Wick.

Bagaimana gesture-nya, cara matanya berbicara hingga mimik wajah dari Kid sangat mengingatkan bagaimana Keanu Reeves dalam film John Wick. Juga ketika sudut kamera mengambil pantulan dari Kid dan Rana Singh dari kaca menggelantung, itu pun seolah terinspirasi dari John Wick: Chapter 3. Begitu juga gaya bertarung dengan tangan kosong atau sekedar pisau dapur

Adegan yang mungkin bukan menjadi ikonik, namun menjadi ciri khas dan milik dari film John Wick. Tak heran, saat Monkey Man mengadaptasinya penikmat film akan cukup menyadari hal tersebut. Meskipun sentuhan dari film aksi Asia lain yang berasal dari Korea Selatan hingga Indonesia ( The Raid, The Raid: Redemption) turut menjadi inspirasi.

Hal ini sebenarnya pun bukan hal baru, terutama untuk seorang Dev Patel yang pertama kali duduk sebagai sutradara. Film ini sebagai trigger dari karya Dev Patel di masa depan. Sebuah identifikasi gaya dari Dev Patel, seperti nama-nama besar lain yang akhirnya memiliki ciri khas dalam men-direct sebuah produksi film.

Hal pasti yang tidak bisa lepas dari Dev Patel adalah India. Pada akhirnya penikmat film bisa berkesimpulan, Monkey Man menjadi film dengan gaya hollywood namun kental akan rasa bollywood atau bisa juga diartikan sebaliknya. Dua gaya berbeda yang sepertinya coba diberikan Dev Patel dalam debutnya sebagai sutradara.

Monkey Man dengan durasi selama 2 jam seperti juga film bollywood lainnya yang memiliki durasi yang panjang. Durasi yang cukup panjang karena penulis membuat ceritanya dengan alur maju-mundur dengan memperlihatkan masa kecil Kid yang kelam disela momen adegan Kid dewasa yang mengingat momen bersama ibunya atau bertemu dengan kelompok dari Rana Singh.

Padahal bisa saja Dev Patel memotong durasi dengan juga memotong adegan atau mungkin meniadakan beberapa adegan, baik dari momen flash back atau bagian di waktu saat ini dari Kid. Ini pun kembali dari perspektif penontonnya, yang ingin lebih to-the-point mungkin akan memiliki pemikiran seperti ini.

Sebaliknya, penonton yang ingin menikmati dengan seksama dan menikmati setiap detail adegan, hal ini menjadi sesuatu yang biasa. Justru mencari dengan teliti setiap adegan yang dirasakan memiliki keterkaitan yang menjadi jawaban dari Kid di masa sekarang. Biasa disebut penikmat film dengan istilah plot twist.

Monkey Man cukup memberikan kepuasaan pada bagian klimaks filmnya, bahkan ada kejutan yang tak terduga untuk penikmat film. Di mana orang-orang yang tinggal di gua tempat yang menyelamatkan Kid yang dipimpin Alpha tiba-tiba muncul untuk membantu. Di luar dugaan mereka ternyata bisa bertarung, walau pada hakikatnya mereka adalah laki-laki yang berkelakuan seperti perempuan.

Poin yang mungkin menjadi modal Monkey Man dapat menarik perhatian publik tanah air terkait lokasi yang digunakan. Dev Patel dan tim produksi memilih Batam yang terletak di Kepulauan Riau sebagai lokasi syuting dari Monkey Man. Menurut Patel, Batam mampu memberikan keindahan mistis Indonesia sebagai India. Hal yang dipercayakan pada Sharone Meir sebagai sinematografer.

Secara desain, Dev Patel bekerja sama dengan desainer produksi Thailand Pawas Sawatchaiyamet untuk menciptakan kota fiksi Yatana di India. Sawatchaiyamet ingin menciptakan ambisi besar Patel seperti Gotham sebagai sisi gelap Kota New York, dengan menciptakan Yatana sebagai versi gelap Mumbai.

 

Production company: Universal Pictures, Bron Studios, Thunder Road Films, Monkeypaw Productions, Minor Realm, S’YA Concept, WME Independent, Creative Wealth Media
Distributor: Universal Pictures
Cast: Dev Patel (Kid/ Monkey Man), Jatin Malik (Young Kid), Sharlto Copley (Tiger), Pitobash (Alphonso), Vipin Sharma (Alpha), Sikandar Kher (Rana Singh), Sobhita Dhulipala (Sita), Ashwini Kalsekar (Queenie Kapoor), Adithi Kalkunte (Neela), Makarand Deshpande (Baba Shakti)etc
Director: Dev Patel
Screenwriter: Dev Patel, Paul Angunawela, John Collee
Producers: Dev Patel, Jomon Thomas, Jordan Peele, Win Rosenfeld, Ian Cooper, Basil Iwanyk, Erica Lee, Christine Haebler, Anjay Nagpal
Duration: 2 hours 1 minutes

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x