Review

Review: Mechamato, Amato dan Kisah Kedatangan Robot ke Bumi

125
×

Review: Mechamato, Amato dan Kisah Kedatangan Robot ke Bumi

Share this article

LASAK.iDBoboiboy adalah seri animasi asal negeri jiran yang memiliki penggemar tak hanya di negara asalnya Malaysia namun juga di Indonesia. Bahkan di tanah air penayangan tiga musim seri Boboiboy termasuk judul lainnya, yaitu Boboiboy Galaxy diketahui masih dilakukan di salah satu tv nasional.

Antusias dan respon positif penggemar sepertinya menjadi alasan kuat untuk kreator seri Boboiboy, Nizam Razak melalui studio animasi miliknya Animonsta Studios membuatnya dengan cerita yang lebih padat dan kompleks dalam versi film layar lebar selepas musim ketiga seri-nya berakhir.

Hingga saat ini, total sudah ada 3 film yang lahir sebagai bagian dari Boboiboy Universe, termasuk yang paling terbaru berjudul Mechamato. Film yang tayang di Indonesia pada 1 Maret tersebut membawa petualangan dengan mundur ke beberapa dekade lalu.

Di mana, fokus kali ini pada sosok Amato (Armand Ezra), untuk penggemar seri-nya pasti tahu betul siapa sosok satu ini. Yap, Amato merupakan Ayah dari Boboiboy, yang dalam filmnya diceritakan memiliki kekuataan super dengan bantuan dari teman robotnya bernama MechaBot (Adzlan Nazir).

Salah satu generasi robot power sphera yang diciptakan ilmuwan dari bangsa Kubulus yang berasal dari planet bernama Ata Ta Tiga. MechaBot yang menjadi bagian dari generasi ke-6 power sphera yang memiliki kemampuan Mechanizer luar biasa dan tidak terduga.

Menjadi menarik ketika para kreator bisa membuat filmnya pun memiliki dua kemungkinan kesimpulan. Pertama, setelah menonton keseluruhan sebagian besar cerita yang dibangun film Mechamato bisa sebagai trigger dari cerita yang terbangun dalam seri Boboiboy.

Kedua, Mechamato bisa dikatakan sebagai spin-off dari cerita yang dibawa dalam seri dan film animasi Boboiboy yang memang lebih dahulu ada. Namun, ketika dikatakan sebagai spin-off, menjadi pekerjaan rumah untuk mereka yang bukan penonton dari seri maupun film Boboiboy. Akan adanya pertanyaan bahwa scene tertentu seperti memiliki alasan dan jawaban dari cerita dari karya sebelumnya. Apalagi dikatakan ini sebagai universe dari Boboiboy.

Beruntungnya para kreator dari Animonsta Studios membuat film Mechamato bisa berdiri sendiri, membuat mereka yang bukan penonton seri-nya masih bisa fokus akan cerita yang memang dibangun filmnya.

Sama seperti dengan dua film sebelumnya dari Boboiboy Universe, film kali ini pun menyajikan tontonan menarik dan memiliki porsi pas dari sisi cerita maupun animasi. Walau di awal-awal adegan terlihat transisi antar scene terlihat patah-patah, entah hasil editing filmnya yang tidak sempurna atau kesalahan pada pemutar filmnya di bioskop.

Animasi dengan banyaknya adegan aksi seperti fight antara karakter protagonis, yaitu Maskmana dan Mechamato dengan karakter antagonis, yaitu Troket (Feroz Faizal) dan alien sibernetik Grakakus (Fadhli Mohd Rawi) terasa pas dan tidak menyakitkan mata.

Sadar dengan segmentasi yang dikejar adalah anak-anak, dialog antar karakter yang dihadirkan pun menyesuaikan. Padahal filmnya sendiri kental dengan konsep dunia teknologi dengan istilah yang cukup kompleks, terutama yang dibawa karakter Pian (Ielham Iskandar) dan Ayahnya Pak Aman (Feroz Faizal).

Begitu pun dengan jokes yang disisipkan di scene tertentu filmnya, hadir dengan komedi ringan sebagai candaan khas anak-anak. Bahkan disisipkan ketika adegan fight yang sebenarnya menegangkan, sesuatu yang pas untuk membuat filmnya pun tidak terlalu drama yang dalam atau action yang berat.

Mechamato mungkin hadir di momen yang pas, menjadi film alternatif untuk tontonan keluarga karena ceritanya pun tidak muluk sepenuhnya kepada anak-anak. Di tengah gempuran film dari dalam dan luar negeri yang didominasi dengan horror, action dan drama yang memang diperuntukan untuk mereka yang sudah berusia 17+.

Production company: Animonsta Studios
Distributor: Astro Shaw
Cast: Armand Ezra (Amato/ Mechamato), Adzlan Nazir (MechaBot), Fadhli Mohd Rawi (Grakakus), Ielham Iskandar (Pian), Marissa Balqis (Mara), Fazreen Mohd (Tok Sah), Hazzley Abu Bakar (Walikota Andy), Feroz Faizal (Pak Aman/ Troket), etc
Director: Nizam Razak
Screenplay: Nizam Razak, Anas Abdul Aziz
Producers: Nizam Razak
Duration: 2 hours 2 minutes