ReviewCinemaHappening

Review: Kung Fu Panda 4, Saat Po Sang Dragon Warrior Naik Tingkat

292
×

Review: Kung Fu Panda 4, Saat Po Sang Dragon Warrior Naik Tingkat

Share this article

Kung Fu Panda 4 kembali menampilkan karakter hewan antropomorfisme panda bernama Po Ping yang melawan musuh barunya bernama The Chameleon.

LASAK.iDKung Fu Panda 4 menjadi angin segar sebagai tontonan hiburan untuk semua umur. Tetap dengan fokus targetnya pada penonton anak-anak. Film yang menceritakan kelanjutan petualangan seekor Panda bernama Po Ping (Jack Black) ke berbagai tempat untuk menaklukkan penjahat yang membuat keresahan, ancaman dan kerusakan.

Petualangan Po sebagai the dragon warrior tidak hanya untuk menolong orang lain, tetapi untuk menemukan arti kehidupan dan ketenangan batin yang harus dimiliki seorang prajurit naga. Pada akhirnya Po sadar harus naik ke tingkat selanjutnya sebagai the Spiritual Leader of the Valley of Peace seperti pendahulunya Grand Master Oogway.

Itulah alasan Master Shifu (Dustin Hoffman) meminta Po untuk mencari pengganti dirinya sebagai dragon warrior. Pada awalnya, Po menentang Master Shifu dan tradisi tersebut karena merasa petualangan dan tugasnya sebagai dragon warrior masih belum selesai. Keputusannya untuk tetap menjadi dragon warrior perlahan tergoyangkan sejak pertemuannya dengan Zhen (Awkwafina).

Seekor rubah korsak betina, pencuri yang cerdik dan cerdas yang datang dari negeri nan jauh bernama Kota Juniper. Zhen yang sepertinya sengaja tertangkap meyakinkan Po bahwa kekacauan di tambang dengan menyebutkan kehadiran kembali Tai Lung (Ian McShane) oleh pekerja bahwa sebenarnya ulah dari penyihir jahat dan kuat bernama The Chameleon (Viola Davis).

Sosok bunglon yang memiliki obsesi ingin menjadi ahli kung fu namun selalu mendapat penolakan karena tidak memiliki potensi dengan tubuhnya yang kecil dan dianggap lemah. Itulah yang membuatnya mempelajari ilmu sihir yang bisa meniru berbagai wujud termasuk para master kung fu yang pernah dikalahkan oleh Po sebagai dragon warrior.

Zhen yang mengerti seluk beluk Kota Juniper membawa Po sampai ke dalam istana The Chameleon. Tanpa diduga, Zhen ternyata sejak awal ingin mengkhianati Po, demi mendapatkan tongkat miliknya. The Chameleon yang tidak memiliki kemampuan kung fu memanfaatkan tongkat milik Po untuk membuka Alam Roh dan mengambil kemampuan kung fu para master yang terpenjara di sana. Ini dilakukan Zhen karena sosok yang merawatnya sejak kecil tak lain adalah The Chameleon. Seakan instingnya sebagai penjahat telah melekat sejak dirinya masih kecil.

Rencana matang yang direncanakan memang berhasil terlaksana, tetapi Zhen yang telah melihat kebaikan dalam diri Po membuat hatinya tersentuh dan mulai berubah. Akhirnya, ia kembali untuk membantu Po bersama dengan Mr. Ping (James Hong) dan Li Shan (Bryan Cranston). Ayah yang mengadopsi dan ayah biologis dari Po.

Pada akhirnya pertempuran menegangkan Po dan Zhen melawan The Chameleon terjadi juga. The Chameleon yang telah mengambil semua kemampuan kung Fu dari para master cukup membuat kewalahan Po dan Zhen. Namun, ketenangan batin dari Po dan Zhen yang juga telah menemukan kebaikan dalam hatinya berhasil mengalahkan The Chameleon.

Kemampuan kung fu yang sebelumnya berhasil dicuri akhirnya kembali kepada pemiliknya. Para master yang sebelumnya dipenjarakan Po dalam Alam Roh pun mengakui dan menerima kalau Po memang layak menyandang gelar sebagai dragon warrior.

Para master pun kembali ke Alam Roh dengan tenang dengan juga membawa The Chameleon bersama mereka. Akhirnya, kedamaian kembali ke Kota Juniper, Lembah Damai dan seluruh negeri. Po pun akhirny menemukan penerusnya sebagai dragon warrior yaitu Zhen.

Master Shifu yang sempat menentang pun perlahan menerima dan Furious Five yang juga kawan dari Po, yaitu Masters Tigress, Monkey, Crane, Mantis dan Viper membantu Zhen untuk menemukan kebenaran dalam mempelajari kung fu yang seharusnya untuk kebaikan.

Komedi khas yang kental

Sejak dimulainya Kung Fu Panda Saga pada 2008 lalu, film series ini telah membawa kekhasannya tersendiri sebagai film yang menampilkan hewan antropomorfisme sebagai karakter cerita filmnya. Begitu pun pada komedi yang dihadirkan sebagai bagian genre cerita filmnya.

Sebenarnya bukan juga komedi yang membuat tertawa terbahak-bahak tetapi lebih kepada tertawa ringan dan senyum di penonton. Hampir keseluruhan komedi filmnya datang dari karakter Po sebagai hewan antropomorfisme panda yang pada dasarnya dikenal dengan hewan lucu dan menggemaskan.

Tak hanya pada adegan yang santai tetapi juga adegan serius ketika fight dengan kawan maupun lawan, karakter Po melakukannya melalui setiap dialog, juga gesture dan mimik yang membuat tawa di penonton. Ini cukup konsisten dilakukan selama 16 tahun berjalannya Kung Fu Panda Saga.

Reuni kawan dan lawan

Selain awal mula Po menjadi dragon warrior di film pertamanya, semua film dari Kung Fu Panda Saga menyajikan cerita dari karakter Po yang mengalahkan para master kung fu yang memiliki kepribadian jahat. Setelahnya, Po membawanya untuk mengunci jiwa mereka di Alam Roh.

Ada juga momen yang tidak boleh terlewat, pertemuan pertama dengan furious five, senior Po dalam kung fu dan kelimanya termasuk master kung fu. Film berikutnya, kemunculan furious five hanya terjadi sesekali saja, terutama untuk membantu Po mengalahkan para master kung fu dengan niat jahat.

Di film terbaru, Kung Fu Panda 4, karakter Po reuni dengan para master kung fu dari Alam Roh dan juga rekannya furious five. Tidak juga sepanjang film, namun cerita yang dibangun oleh Jonathan Aibel, Glenn Berger dan Darren Lemke cukup mengejutkan di beberapa bagian dan juga menjadi masuk akal ketika musuh yang dihadapi sekarang merupakan bunglon.

Digambarkan The Chameleon yang bisa berganti warna sesuai lingkungan di aplikasikan dalam filmnya bisa mengubah wujudnya menjadi sosok siapa pun dengan kemampuan ilmu sihir yang dimiliki tetapi tidak memiliki kemampuan bela diri. Akhirnya, ia memerintahkan Zhen untuk mencuri tongkat milik Po untuk membuka gerbang Alam Roh.

Di sini, Po bertemu kembali dengan para master yang sebelumnya belajar kung fu di Istana Giok serta para master yang berhasil dikalahkannya di berbagai pertempuran. Meski bukan dalam misi balas dendam, kemunculan para master, seperti Tai Lung, Kai, Lord Shen dan banyak lagi, menjadi kejutan tersendiri untuk penonton dan penggemar dari filmnya.

Selain reuni, kemunculan kembali furious five mengingatkan memori dari film pertama ketika Po menerima pelatihan dari kelima master ketika terpilih menjadi dragon warrior. Kung Fu Panda 4 membawa kembali kelimanya untuk kembali melatih penerus dragon warrior yang dipilih Po, yaitu Zhen.

Konflik dikemas ringan

Kung Fu Panda sama dengan film yang menargetkan tontonan pada semua umur dengan fokus pada penonton anak-anak. Sebagai sebuah film tentu memiliki cerita dengan konflik sebagai daya tariknya. Sering juga ditemui konflik yang dibangun cukup kompleks yang sebenarnya cukup sulit untuk dimengerti anak-anak.

Namun, pengemasan dan penyampaian yang akhirnya dibuat dari sudut pandang anak-anak yang menjadikan konfliknya menjadi lebih ringan. Sehingga penonton anak-anak akan tahu maksud dari perubahan suasana, baik itu pada karakternya maupun secara sinematografi pada warna (terutama pada warna putih dan hitam) dan musik yang ditampilkan. Ditambah dengan komedi yang sedikit banyak membantu konfliknya tidak terlihat terlalu serius di penonton anak-anak.

Kung Fu Panda Saga berlanjut

Film produksi hollywood memang terkenal dengan akhir filmnya yang selalu menimbulkan tanya di penontonnya. Berlanjut atau tidak? Itu juga yang dilakukan untuk film keempat yang menjadi bagian dari Kung Fu Panda Saga. Menilik awal cerita filmnya yang fokus pada karakter Po, film keempat dari Kung Fu Panda menandakan masa baktinya sebagai dragon warrior telah usia.

Seakan menandakan film series-nya yang keempat atau Kung Fu Panda 4 menjadi yang terakhir. Namun, hadirnya karakter baru yang akan menggantikan peran Po, yaitu Zhen sebagai dragon warrior kemungkinan besar filmnya akan terus berlanjut. Apalagi Po yang naik ke posisi tertinggi sebagai penjaga Lembah Damai dan Alam Roh akan tetap terhubung dengan dragon warrior selanjutnya.

Hanya saja, dengan karakteristik atau ciri khas yang telah dibangun sejak awal dengan hewan antropomorfisme-nya adalah panda bernama Po Ping. Tentu akan menjadi sebuah rasa penasaran di penonton dan penggemar untuk yang ditampilkan film kelanjutannya, dengan karakter barunya Zhen, berupa hewan antropomorfisme-nya adalah rubah korsak.

Production company: DreamWorks Animation
Distributor: Universal Pictures
Cast: Jack Black (Po Ping), Awkwafina (Zhen), Viola Davis (The Chameleon), Dustin Hoffman (Master Shifu), James Hong (Mr. Ping), Bryan Cranston (Li San), Ian McShane (Tai Lung), Ke Huy Quan (Han), Lori Tan Chinn (Granny Boar), Ronny Chieng (Captain Fish), etc
Director: Mike Mitchell
Screenwriter: Jonathan Aibel, Glenn Berger, Darren Lemke
Producers: Rebecca Huntley
Duration1 hours 34 minutes

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x