Review

Review: Indonesia Dari Timur, Sepak Bola Dari Tanah Papua

240
×

Review: Indonesia Dari Timur, Sepak Bola Dari Tanah Papua

Share this article

Indonesia Dari Timur menjadi film terbaru dari Alenia Pictures yang terinspirasi dari tim sepak bola Papua ketika menjuarai PON XX.

LASAK.iD – Alenia Pictures, rumah produksi dari pasangan Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen sejak awal berdiri di tahun 2006 sudah menandai setiap produksi filmnya dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Keduanya bahkan memfokuskan pada kehidupan masyarakat di Timur Indonesia.

Sesuatu yang juga terlihat pada karya terbaru Alenia Pictures berjudul Indonesia Dari Timur. Kali ini, Alenia Pictures mengusung tema olahraga sejuta umat, yaitu sepak bola. Di mana, ide awalnya tercetus ketika keduanya menyaksikan langsung penyelenggaraan PON XX dengan Papua sebagai tuan rumah.

Cabang olahraga sepak bola yang cukup mencuri perhatian karena hasilnya akhirnya Papua mampu mengawinkan medali emas dari sektor putra dan putri. Cerita yang mendasari kisah yang tergambar dalam film Indonesia Dari Timur, termasuk mengutip kisah pelatih sepak bola Papua untuk PON XX, Eduard Ivakdalam yang merupakan legenda sepak bola tanah air.

Ingin melakukannya secara total, Alenia Pictures menggandeng 90 persen talenta lokal Papua untuk menjadi pemain, terutama untuk karakter sebagai pemain bola. Untuk menyeimbangkan akting dan peran mereka, hadir nama besar aktor tanah air, seperti Ibnu Jamil, Ari Sihasale, Marcelino Lefrandt dan Donny Alamsyah.

Jika ingin membandingkan dengan beberapa film tanah air dengan tema yang sama, film Indonesia Dari Timur memiliki keunggulannya tersendiri. Selain menggandeng talenta muda Papua sebagai pemain, yang juga mencuri perhatian bagaimana film ini memperlihatkan keindahan dan tradisi yang tetap dipertahankan dari tanah Papua.

Hal ini tentu membawa ambience yang kuat sesuai keinginan dari Alenia Pictures yang total ingin menggambarkan Papua. Landscape yang memancing hasrat penonton untuk datang ke tanah Papua. Terutama mengunjungi perbukitan yang digunakan para karakter untuk latihan fisik dan berkemah.

Namun, dengan menggandeng talenta baru dan belum pernah berakting memiliki resiko yang juga cukup besar. Ada momen yang mereka berakting berhasil dan sampai dengan baik ke penonton. Sebagian lainnya terlihat jelas keluwesan akan akting dalam mengatur mimik dan gesture masih belum cukup.

Dari sisi cerita, premis tentang sepak bola dan alur yang dibangun ceritanya sebenarnya jelas akan dibuat ke mana dan seperti apa. Hanya saja, dalam pengeksekusian secara keseluruhan banyak bagian terutama konflik filmnya yang cukup menimbulkan tanya di penikmat film.

Di antaranya, konflik antara ayah dan putrinya yang diperankan oleh Ibnu Jamil dan Dinda Ghania. Saat sang putri ingin mendapatkan perhatian lebih, namun sang ayah sibuk dengan pekerjaannya untuk membentuk sebuah klub sepak bola, hingga membuatnya ke luar kota untuk menjemput pemainnya.

Konflik ini sebenarnya disadari penikmat film, yang membuat bingung hingga akhir bagaimana penyelesaian dari konflik hubungan antara sang ayah dan putrinya, karena tidak kejelasan yang berarti dalam ceritanya. Begitu pun dengan kemunculan sang putri yang menjadi bagian dari tim, sedangkan tidak diperlihatkan bagaimana sang putri bisa sampai terlibat.

Ada juga konflik antara para pemain yang muncul secara tiba-tiba, yang justru langsung ditunjukkan perkelahian mereka di lapangan tanpa adanya ancang-ancang untuk membuat penikmat film mengerti awal, konflik dan penyelesaian. Ini memang bukan sebuah struktur acak dalam membangun emosi penonton, hanya saja kemunculan konflik pendamping untuk itu menjadi sedikit memaksakan karena tidak adanya penyelesaian yang juga ditunggu oleh penikmat film.

Kebanyakan film dengan tema serupa selalu ingin menciptakan sebuah ambience yang membuat penonton tersentuh, terenyuh bahkan hingga menangis. Hal sama yang coba diciptakan Indonesia Dari Timur, pada hal pendukung seperti cerita cukup berhasil. Hanya saja, pendukung lainnya seperti akting dari sebagian karakter membuatnya tidak tersampaikan secara 100 persen ke penonton.

Terlepas dari kekurangan dan kelebihan dari filmnya dari berbagai sisi, Indonesia Dari Timur pantas mendapat apresiasi tinggi. Apalagi Alenia Pictures yang tetap konsisten sebagai rumah produksi setiap produksinya menggambarkan latar Indonesia banget. Sesuatu yang sedikit dilakukan oleh rumah produksi yang ada di Indonesia.

Sinopsis

Berawal dari Edu (Ibnu Jamil) seorang pilot senior yang melayani rute-rute perintis di Papua, mendapatkan tugas dari Simon (Donny Alamsyah), pemilik perusahaan penerbangan untuk membangun sebuah tim sepa kbola, yang dipersiapkan untuk bertanding dalam sebuah turnamen bergengsi tahun depan.

Edu yang semula enggan menyetujui tugas tersebut, namun akhirnya berubah. Edu dijanjikan akan memimpin sebuah anak perusahaan yang akan didirikan Simon. Dengan satu syarat, bahwa ia harus bisa mendirikan sebuah klub sepak bola remaja yang akan disponsori oleh perusahaan mereka dan akan merekrut bakat-bakat muda Papua yang tercerai-berai tanpa pembinaan, meskipun tim mereka baru saja memenangkan pertandingan nasional belum lama ini.

Anak perusahaan itu akan mengibarkan kebanggaan tim sepak bola tersebut dan menjadi satu-satunya pihak yang sanggup merawat simbol harga diri masyarakat Papua. Usaha Edu terbentur oleh kekecewaan para pemain sepak bola tim binaan Coach John (Ari Sihasale) karena hadiah yang dijanjikan tidak diberikan sponsor saat kemenangan turnamen sebelumnya. Hal tersebut menyebabkan mereka berpencar pulang entah kemana. Akankah Edu dan Coach John berhasil mengumpulkan mereka semua kembali?

Momen gala premiere film Indonesia Dari Timur:

Production company: Alenia Pictures, Bhinneka Multi Media
Distributor: Alenia Pictures
CastIbnu Jamil (Edu), Ari Sihasale (Coach John), Donny Alamsyah (Simon), Marcellino Lefrandt (), Dinda Ghania (), Yesaya Kogoya (), Richardo Youwe (), Yulianus Yual (), Karel Fonataba (), Michael Twenty (), etc
Director: Ari Sihasale
Screenwriter: Nia Sihasale Zulkarnaen, Ari Sihasale
Producers: Nia Sihasale Zulkarnaen, Ari Sihasale
Duration1 hours 50 minutes

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x