Review

Review: House of Gucci, Mendunia dengan Rahasia Kelamnya

55
×

Review: House of Gucci, Mendunia dengan Rahasia Kelamnya

Share this article

LASAK.iD – Kalian penyuka barang-barang bermerek, seperti Gucci? Tapi tahu ngga sih kalian, bagaimana awal mula merek dagang asal Itali ini berhasil mendunia. Melansir dari berbagai situs, Gucci pertama kali lahir dari tangan seorang businessman dan fashion designer bernama Guccio Gucci di kota Florence, Itali tahun 1912.

Rumah mode satu ini terus berkembang hingga kini dan menjadi favorit banyak orang dengan menawarkan berbagai macam produk fashion-nya dari ujung kaki hingga ujung kepala. Tapi yang menarik perhatian Becky Johnston dan Roberto Bentivegna sebagai penulis skenario justru pada kisah kelam tentang dinasti keluarga dan bisnis Gucci.

Yap, hal itu berdasar pada buku Sara Gay Forden di tahun 2001 berjudul The House of Gucci: A Sensational Story of Murder, Madness, Glamour, and Greed. Di filmnya kita akan melihat bagaimana perebutan tahta tertinggi atas dinasti bisnis Gucci di dalam keluarga Gucci itu sendiri.

Potongan Cerita House of Gucci

Ungkapan Tahta, Harta dan Wanita yang bisa mengubah seorang pria diperlihatkan dalam filmnya yang diberi judul House of Gucci. Di mana fokus tertuju pada runtuhnya sebuah dinasti keluarga karena obsesi wanita bernama Patrizia Reggiani (Lady Gaga). Sosok wanita biasa yang sebenarnya tak diterima sebagai menantu keluarga Gucci.

Namun Patrizia menyadari besaran Rodolfo Gucci (Jeremy Irons) mewarisi kekayaan untuk anaknya, Maurizio Gucci (Adam Driver). Dan juga perhatian yang akan dia dapatkan sebagai bagian dari keluarga Gucci. Segala cara dilakukan Patrizia, bahkan memalsukan tanda tangan mendiang Rodolfo Gucci (Jeremy Irons) demi dapatkan atas hak waris 50% saham di rumah mode Gucci.

 

Ambisi besar Patrizia bahkan berani seorang anak dan ayah, yaitu Paolo Gucci dengan ayahnya Aldo Gucci. Tak lain demi mendapatkan saham Gucci yang dimiliki keduanya. Ambisi yang sedikit banyak dipengaruhi oleh paranormal bernama Giuseppina “Pina” Auriemma (Salma Hayek).

Secara perlahan memunculkan kepribadian histrionik pada Patrizia dan mempengaruhi pandangan Maurizio Gucci terhadapnya. Semakin tidak nyaman, Maurizio Gucci akhirnya memutuskan bercerai dan menjauh dari kehidupan Patrizia. Dan menemukan kembali dirinya sebagai seorang Gucci pada sosok Paola Franchi (Camille Cottin).

Maurizio Gucci memulai kembali kehidupan sebagai pribadi dan penerus dinasti bisnis Gucci dengan membeli saham Aldo dan Paolo Gucci dengan bekerja sama dengan Nemir Kirdar (Youssef Kerkour), businessman sukses asal Iraqi Turkmen.

Maurizio Gucci bersama Nemir Kirdar serta dibantu Domenico De Sole (Jack Huston), orang kepercayaan ayahnya terdahulu. Membawa Gucci ke wajah baru dengan mengikuti tren fashion kekinian setiap tahun dengan tetap mempertahankan jati diri dan ciri dari Gucci.

Maurizio Gucci yang kembali menjadi jati dirinya sebagai seorang Gucci, menunjukan kehidupa glamor dan cenderung obsesif yang membawa pada kerugian bisnis. Hal yang membuatnya diberhentikan secara tidak terhormat sebagai kepala rumah mode Gucci.

Di tempat lainnya, Patrizia Reggiani yang tidak rela kehilangan gelar Nona Gucci merencanakan aksi pembunuhan untuk ex-suaminya, Maurizio Gucci. Dibantu Pina Auriemma dengan menyewa pembunuh bayaran yang adalah kelompok dari The Sicilian Mafia.

Aksi yang terjadi pada 27 Maret 1995 di siang hari bolong tersebut membuat Maurizio Gucci terbunuh tepat di depan kediamannya.

Tentang House of Gucci

House of Gucci cukup membuat terkejut ketika lebih mem-bold kisah kelam, dalam hubungannya dengan keluarga atau juga bisnisnya. Ketika sebagian orang lebih menantikan murni tentang historical produk Gucci itu sendiri. Yang dalam filmnya hanya ditampilkan sekilas pada sebuah scene.

Ini karena House of Gucci memang mengambil cerita berdasarkan buku karya Sara Gay Forden di tahun 2001 berjudul The House of Gucci: A Sensational Story of Murder, Madness, Glamour, and Greed. Di mana sisi kelam Gucci yang menjadi fokus penceritaan Sara Gay Forden dalam bukunya tersebut.

Huose of Gucci mengganti bahasa Itali dengan Inggris dengan mencoba tetap mempertahankan originalitas melalui gaya, gestur dan aksen Itali para pemainnya. Yang sayang, kentalnya hollywood sangat dirasakan dan cukup menutup taste of italian sebagai kisah aslinya dalam filmnya tersebut.

Hal yang juga sempat dikritik oleh aktris dan pelatih dialog Italia, Francesca De Martini. Tak hanya pada satu atau dua pemain saja, tetapi secara keseluruhan dikriktik oleh De Martini. Beban untuk membawa taste of italian yang sepertinya membuat Lady Gaga kurang menggigit untuk aktingnya kali ini. Bukan berarti Lady Gaga menunjukan akting jelek di House of Gucci, hanya ada sesuatu yang kurang dari perannya kini.

Justru sosok Jared Leto yang sedikit mengalihkan perhatian. Jared kembali dapatkan peran berbeda yang juga dengan karakter menarik, kali ini pada sosok Paolo Gucci. Seorang Gucci yang kurang kompeten namun memaksakan dirinya untuk menjadi desainer fashion.

Begitu juga dengan Salma Hayek, memiliki wajah berkarakter serius khas Amerika Latin ternyata tak menghilangkan kesan komedi darinya. Karena banyaknya peran yang dimainkan Salma selalu mengundang tawa penonton meski film action juga thriller.

Ini juga yang terjadi ketika dirinya muncul sebagai Giuseppina “Pina” Auriemma, seorang paranormal sekaligus teman baik dari Patrizia Reggiani yang diperankan Lady Gaga. Salma hayek bagai oase ditengah dark-nya cerita yang tersaji dari House of Gucci.

Ridley Scott sebagai sutradara pun sepertinya punya tujuan di mana filmnya ini berdurasi hingga 2 jam 38 menit. Ridley sepertinya ingin penonton bisa menikmati setiap detail momen dan maksud filmnya tersampaikan dengan baik. Sehingga menghilangkan gap yang bisa menimbulkan pertanyaan di kalangan penonton.

Pertanyaan-pertanyaan seperti, “kok begini sih?”, “kok ceritanya seperti ini sih?” dan banyak lainnya. Walau durasi tetap dirasa cukup panjang dengan konflik pada filmnya kurang kompleks.

Namun, dengan nama besar Gucci tentu film House of Gucci mampu menarik perhatian banyak orang. Khususnya mereka yang menyukai brand dunia satu ini. Mereka menjadi penasaran tentang historical dari Gucci di banyak sisi yang mungkin tidak banyak diketahui. Atau sekedar mengetahui dari situs pencarian di jejaring internet.

Indonesia pun mendapat kesempatan untuk menonton kisah Gucci dalam House of Gucci di bioskop mulai 17 Desember 2021 ini.

 

Production company: Metro-Goldwyn-mayer, Bron Creative, Scott Free Production
Distributor: Universal Pictures
Cast: Lady Gaga (Patrizia Reggiani), Adam Driver (Maurizio Gucci), Jared Leto (Paolo Gucci), Al Pacino (Aldo Gucci), Jeremy Irons (Rodolfo Gucci), Salma Hayek (Giuseppina “Pina” Auriemma), Jack Huston (Domenico De Sole), Reeve Carney (Tom Ford), Camille Cottin (Paola Franchi), Youssef Kerkour (Nemir Kirdar)
Director: Ridley Scott
Screenplay: Becky Johnston, Roberto Bentivegna
Producers: Ridley Scott, Giannina Scott, Kevin j. Walsh, Mark Huffam
Duration: 2 hours 38 minutes