Review

Review: Firestarter, Manusia Super Hasil Eksperimen Ilmuwan

104
×

Review: Firestarter, Manusia Super Hasil Eksperimen Ilmuwan

Share this article

LASAK.iD – Penggemar buku dengan genre horror, science fiction atau fantasy pasti familiar dengan karya dari Stephen King. Penulis kenamaan asal Amerika Serikat memiliki karya yang sudah terjual ratusan juta eksemplar di seluruh dunia.

Saking populernya, tak sedikit karya dari Stephen King kemudian diadaptasi ke berbagai versi, seperti film, serial televisi hingga komik. Untuk Indonesia yang cukup sering kita jumpai adalah adaptasi dalam versi film layar lebar.

Salah satunya film berjudul Firestarter, karya terbaru dari Universal dan Blumhouse ini mengadaptasi buku klasik terlaris King dari tahun 1980 dengan judul sama. Sebenarnya, empat tahun setelah buku ini dirilis sempat dikembangkan menjadi film. Saat itu dibintangi oleh Drew Barrymore muda.

Firestarter yang saat ini tayang di bioskop menjadi remake dari filmnya di tahun 1984. Karena sebuah remake, Scott Teems yang menulis versi kekinian tidak mengubah banyak dari segi plot maupun karakter yang menjadi utamanya.

Meski sebuah remake, perbedaan dari kedua film tetap ada. Selain mengubahnya menjadi versi yang kekinian. Perbedaan cukup mencolok pada teknologi yang digunakan. Filmnya kini lebih banyak menggunakan efek visual dan CGI. 

Berbeda dengan Firestarter 1984 yang masih pada keaslian atau minimnya penggunaan teknologi digital komputerisasi. Untuk menggambarkan kekuatan yang dimiliki oleh Andy, Victoria dan Charlie dari keluarga McGee.

Selain perbedaan dari sisi teknologi yang lebih maju, versi kekinian lebih mempersempit penegasan cerita. Di mana bagian umum dalam sebuah cerita yaitu perkenalan, konflik dan penyelesaian dibuat lebih sederhana.

Scott Teems maupun Keith Thomas sebagai sutradara tidak banyak memberikan gambaran luas yang sebenarnya menjelaskan inti dari judul filmnya Firestarter. Sesuatu berkaitan dengan kekuatan yang didapatkan karakter Andy McGee (Zac Efron) dan Victoria Tomlinson-McGee (Sydney Lemmon).

Ini terhubung dengan DSI yang melakukan sebuah eksperimen kimia yang diketahui bernama Lot-6. Tentang ini penonton harus sangat teliti dan menelaah untuk scene per scene. Penjelasan bukan dengan potongan adegan melainkan dialog karakter tertentu.

Dialog yang bisa ditemukan pada scene ketika Captain Jane Hollister (Gloria Reuben) mengunjungi mantan ilmuwan DSI, Dr. Joseph Wanless (Kurtwood Smith) yang menciptakan Lot-6. Juga ketika bertemu dengan John Rainbird (Michael Greyeyes), hasil percobaan yang dilakukan sebelum Andy dan Vicky McGee.

Yang disajikan memang tidak ada yang salah. Hanya kejutan yang ditunggu dirasa kurang diperlihatkan, hingga kesan film Firestarter 2022 masih terjebak pada film sebelumnya maupun juga bukunya. Scott Teems akhirnya mempersempit imajinasi penonton, untuk melihat potensi filmnya yang bisa menjadi lebih luas. Akhirnya hanya terpaku pada satu lingkup saja.

Padahal film ini memiliki potensi lebih dari yang saat ini. Untuk menciptakan mutant superhero yang mungkin sedikit berbeda dari film sebelum ini.

 

Production company: Blumhouse Production, Weed Road Pictures
Distributor: Universal Pictures
Cast: Zac Efron (Andrew “Andy” McGee), Ryan Kiera Armstrong (Charlene “Charlie” McGee), Sydney Lemmon (Victoria Tomlinson-McGee), Kurtwood Smith (Dr. Joseph Wanless), John Beasley (Irv Manders), Michael Greyeyes (John Rainbird), Gloria Reuben (Captain Jane Hollister), etc
Director: Keith Thomas
Screenplay: Scott Teems
Producers: Jason Blum, Akiva Goldsman
Duration: 1 hours 34 minutes