Review

Review: DOG, Ketika Manusia dan Anjing Terhubung Karena Trauma

82
×

Review: DOG, Ketika Manusia dan Anjing Terhubung Karena Trauma

Share this article

LASAK.iD – Ingin tontonan yang tidak membuat otak berpikir keras? Atau film dengan konflik ringan juga sederhana? Jika masih bingung dan belum ada pilihan yang cocok, film berjudul DOG dari rumah produksi Metro-Goldwyn-Mayer dan FilmNation Entertainment bisa menjadi pilihan teratas kalian.

Film DOG tak hanya melibatkan aktor kenamaan hollywood, Channing Tatum sebagai karakter utama. Sesuai dengan judulnya, film ini juga menampilkan salah satu hewan favorit yaitu anjing. Bukan dari ras yang imut tetapi justru dari ras anjing gagah yaitu Belgian Malinois.

DOG secara garis besar bercerita tentang sebuah keterikatan dan trauma berat yang didapatkan manusia juga hewan. Di mana keduanya tergabung dalam pasukan elit AD Amerika yang selalu terlibat dalam peristiwa besar dan menyakitkan, seperti perang.

Di filmnya diceritakan oleh karakter Jackson Briggs (Channing Tatum), seorang US Ranger yang harus dibebastugaskan karena trauma otak yang didapatkan akibat perang. Berujung Briggs harus bekerja seperti orang biasa kebanyakan di sebuah restoran cepat saji.

Tahu keadaannya tidak seutuhnya normal, Briggs tetap tidak menyerah. Ia terus berupaya memulihkan traumanya tersebut untuk kembali lagi ke pasukan elit Angkatan Darat Amerika. Peluang terbesar dengan adanya rekomendasi dari kaptennya terdahulu, Jones (Luke Forbes).

Sang kapten menyadari persis keadaan Riggs tidak lagi memungkinkan untuk kembali ke lokasi konflik seperti sebelumnya. Trauma yang dimiliki Riggs setiap saat bisa kambuh dan membahayakan seluruh pasukan. Kapten Jones tetap memiliki kepercayaan dengan memberinya satu kesempatan lagi.

Di mana Riggs harus menyelesaikan misi mengantarkan seekor anjing bernama Lulu, yang juga bagian dari pasukan elit ke pemakaman partnernya bernama Riley (Eric Urbiztondo). Meski seekor anjing, Lulu juga mengalami trauma berat karena perang, yang membuatnya tidak ramah dengan anggota satuan lainnya.

Tugas nyeleneh dan tidak masuk untuk Riggs yang pernah menjadi bagian dari pasukan elit. Terlebih perjalanan memakan waktu berhari-hari karena dilakukan lewat jalur darat. Masih dihantui rasa trauma membuat keduanya sulit untuk bersahabat. Walau pada akhirnya perjalanan selama 3 hari yang dilalui dengan beragam masalah yang datang mampu mengakrabkan keduanya.

Bahkan Riggs mampu menemukan jawaban untuknya dan juga Lulu, dengan menyadari bahwa tugas mereka sudah pada titik akhir. Saatnya untuk keduanya beristirahat dari peliknya sebagai tentara dari pasukan elit.

DOG yang merupakan film comedy drama road menyajikan tontonan dengan cerita ringan serta konflik sederhana. Pada akhirnya membuat penonton dengan mudah menangkap benang merah filmnya. Tanpa harus memerhatikan secara serius juga jeli dari setiap adegan ke adegan berikutnya.

Reid Carolin dan Brett Rodriguez membuat penonton hanya perlu menikmati jalan cerita yang mereka ciptakan. Itulah yang membuat kesan film ini bersahabat untuk banyak kalangan penonton, seperti yang filmnya ingin dari mereka yang berumur 13 tahun ke atas.

Apalagi drama juga konflik tidak sebatas manusia dengan manusia, tetapi melibatkan hubungan manusia dan hewan. Menarik untuk melihat tingkah laku hewan dalam sebuah produksi film. Terlebih untuk mereka yang menyebut diri sebagai pecinta binatang.

Alasan masuk akal dengan tidak menampilkan adegan perang. Hanya potongan gambar pengantar tentang Riggs yang seorang tentara. Berkaitan dengan ini pula kesan kemenarikan filmnya sedikit berkurang. Channing Tatum yang juga sutradara filmnya masih menahan diri untuk lebih mengeksplorasi banyak adegan.

Itu mungkin menjadi alasan lain dari Channing Tatum tidak memberikan penjelasan dengan gambar mendetail untuk beberapa hal terkait karakternya sebagai Riggs. Satu contoh pada luka di kepala bagian belakang. Maupun dengan Riggs yang sempat kehilangan fokus penglihatan hingga tak sadarkan diri.

Sebenarnya terkait ini sempat dijelaskan Riggs dengan dialog ketika mengajak Lulu bicara. Namun, hal itu terkadang terlewatkan penonton, yang lebih memahami ketika hal mendetail didapatkan dari gambaran adegan. Salah satunya dengan kilasan balik atau flashback karena kebanyakan terjadi di masa lalu.

Sama halnya dengan beberapa film yang mengambil tema maupun konsep perjalanan. Penulis dan sutradara akan menggunakan karakter pendukung yang ditemukan karakter utama selama perjalanan. Sebagai penyelesaian dari konflik atau justru sebaliknya.

Di sisi lain, DOG terkesan sebagai perkenalan Channing Tatum sebagai orang dibalik layar. Ia mencoba mengerti pasar dengan melihat respon dari penikmat film. Mungkin pada akhirnya akan mencoba genre lain yang jauh lebih menantang, misalnya action. Atau sekedar yang diinginkan dan tren di kalangan penonton.

DOG pun bukan karya yang mengecewakan, karena filmnya cukup menghibur sebagai karya perdana dari Channing Tatum sebagai produser dan sutradara.

Production company: Metro-Goldwyn-Mayer, FilmNation Entertainment
Distributor: United Artists Releasing
Cast: Channing Tatum (Jackson Briggs), Aqueela Zoll (Callan), Q’orianka Kilcher (Niki), Kevin Nash (Gus), Jane Adams (Tamara), Darren Keilan, Cayden Boyd (Levitz), Nicole LaLiberte (Zoe), Neraida Bega, Ronnie Gene Blevins (Keith), Skyler Joy (Natalie), etc
Director: Reid Carolin, Channing Tatum
Screenplay: Reid Carolin, Brett Rodriguez
Producers: Channing Tatum, Reid Carolin, Peter Kiernan, Gregory Jacobs, Brett Rodriguez
Duration: 1 hours 41 minutes