Review

Review: Decision to Leave, Ketika Cinta Mengalahkan Logika Polisi

33
×

Review: Decision to Leave, Ketika Cinta Mengalahkan Logika Polisi

Share this article

LASAK.iD – Korea Selatan mulai rajin menayangkan filmnya di tanah air sejak bioskop mulai beroperasi secara normal. Meski secara drama series dikenal akrab dengan genre romance-nya, namun untuk film Korea Selatan melakukannya dengan tidak monoton, khususnya yang tayang di Indonesia.

Belakangan genre thriller cukup sering dihadirkan, seperti salah satunya berjudul Decision to Leave. Namun film dari sutradara Park Chan-wook tidak membawa sisi thriller dengan adegan yang mengerikan ataupun dengan sisi dark-nya.

Adegan kematian karakter tetap menjadi wajib untuk setiap film thriller. Namun Park Chan-wook yang juga menulis cerita filmnya bersama Jeong Seo-kyeong membawa ke sisi berbeda dari film thriller. Keduanya menciptakan problematika tentang misteri kematian yang dibalut asmara, antara polisi dan penjahat.

Dengan kata lain, garis besar cerita Decision to Leave adalah tentang cinta yang mengalahkan logika, antara dua karakter utama Seo-rae (Tang Wei) dan Hae-jun (Park Hae-il). Untuk juga tidak terjebak di lingkaran asmaranya saja, plot twist banyak penulis hadirkan untuk membuat kesan tidak monoton pada filmnya.

Plot twist dalam film Decision to Leave hampir mirip dengan kebanyakan film. Satu sisi sebagai unsur kejutan dan sisi lainnya untuk membuyarkan pola cerita dan karakter yang sudah terbentuk. Sehingga plot twist bisa dikatakan berhasil walau juga tidak yang luar biasa. Setidaknya banyak hal tersampaikan dengan baik ke penonton.

Ada juga sisi menarik lainnya dari film Decision to Leave, yaitu karakter. Penonton mampu dibuat berempati pada karakter Seo-rae, yang seolah menjadi pembunuh karena sebuah keadaan. Padahal gesture yang dibentuk penulis dan sutradara pada karakter Seo-rae sepanjang film menunjukan karakter ini adalah pembunuh berdarah dingin.

Pembawaan yang tenang dan kalem, bersikap sangat baik kepada banyak orang namun ada gejolak emosi besar yang membuatnya bisa berbahaya, yang salah satunya dengan membunuh orang lain. Pada film Decision to Leave yang adalah suami-suami dari Seo-rae.

Begitu juga pada penggambaran karakter Hae-jun. Karakter satu ini adalah detektif yang memiliki intuisi tajam dalam menemukan petunjuk untuk memecahkan sebuah kasus. Kekuatan yang hanya digunakannya pada kasus seperti pembunuhan. Di mana tidak banyak petunjuk atau jejak yang ditinggalkan pelaku pembunuhan.

Caranya pun sederhana dengan meneteskan cairan tertentu ke dalam matanya. Seketika karakter Hae-jun akan mampu melihat ke masa lalu, bukan sekedar melihatnya begitu saja, Park Chan-wook membuat karakter Hae-jun berada, melihat bahkan menjadi si korban kejadian tersebut.

Konsep supranatural tak terduga yang diselipkan oleh sutradara dan penulis untuk film tersebut. Mengingatkan pada beberapa judul drama korea, seperti Voice hingga Memorist yang juga melibatkan polisi, detektif, korban, psikopat dan kekuatan supranatural.

Film yang sejak awal membawa keseriusan ini juga tak sepenuhnya serius, Park Chan-wook menyelipkan beberapa adegan yang mengundang tawa. Tak hanya dari karakter utama, tetapi juga karakter lain. Seperti kemunculan selebritis multitalenta, Kim Shin-young sebagai Yeon-su. Kesan lucu yang melekat erat dengan selebritis satu ini, sontak ketika kemunculannya membuat penonton tersenyum bahkan tertawa.

Tak ketinggalan untuk karakter Soo-wan yang diperankan Go Kyung-po. Berbeda dengan Kim Shin-young, aktor tampan 32 tahun tersebut dikenal dengan karakter-karakter protagonis yang berkarisma. Untuk film ini, kembali sang aktor menunjukkan akting konyol seperti yang pernah dilakoni sebelumnya. Tak pelak akting yang ditunjukan Go Kyung-po mampu hadirkan tawa juga di penonton.

Decision to Leave yang mengusung genre thriller juga sebagai film whodunit sebenarnya terlihat sebagai film bercerita dengan pendetailan setiap scene-nya. Ingin mengajak penontonnya untuk ikut berpikir keras seolah ikut ke dalam ceritanya.

Hal yang membuat film ini pun memiliki durasi yang cukup lama hingga 138 menit. Meski begitu cerita dan karakter yang cukup kuat membuat filmnya menarik. Sampai membuat sang sutradara mendapatkan penghargaan di Festival de Cannes 2022.

Production company: Moho Films
Distributor: CBI Pictures
Cast: Tang Wei (Seo-rae), Park Hae-il (Hae-jun), Go Kyung-po (Soo-wan), Park Yong-woo (Ho-shin), Lee Jung-hyun (Jung-an), Kim Shin-young (Yeon-su), etc
Director: Park Chan-wook
Screenplay: Park Chan-wook, Jeong Seo-kyeong
Producers: Park Chan-wook
Duration: 2 hours 18 minutes