Review

Review: Cobweb, Misteri Tersembunyi Dari Balik Tembok

88
×

Review: Cobweb, Misteri Tersembunyi Dari Balik Tembok

Share this article

LASAK.iD – Film dengan genre horror pastinya akan memberikan tontonan yang menakutkan. Ada juga genre thriller yang memberikan sisi kengerian ke pada penontonnya. Masing-masing genre memberikan sensasi tersendiri ketika ditonton.

Tak jarang dua genre film ini berada dalam satu judul film. Tak lain untuk memberikan sensasi kombo kepada penonton. Seperti yang dilakukan Lionsgate pada film terbarunya yang berjudul Cobweb. Film dari sutradara Samuel Bodin dan cerita yang ditulis Chris Thomas Devlin memberikan sensasi tersebut.

Sinopsis

Saat sebuah keluarga dengan kehidupannya yang terlihat penuh sangat misterius. Seakan ada sebuah misteri besar yang tersembunyi di rumah itu. Ditambah dengan sikap introvert dari Peter (Woody Norman) yang membuat curiga seorang guru pengganti di sekolahnya bernama Miss Devine (Cleopatra Coleman).

Benar saja, selama bertahun-tahun Carol (Lizzy Caplan) dan Mark (Antony Starr), orang tua Peter menyimpan rahasia besar tentang anak perempuannya bernama Sarah (Aleksandra Dragova) yang lahir tidak normal dan memiliki wajah seperti monster.

Suatu hari, di daerah tempat tinggal mereka kehilangan seorang gadis kecil secara misterius saat bermain Trick or Treat di malam halloween. Yang ternyata melibatkan orang tua dan kakak perempuan dari Peter. Di mana mayat gadis tersebut dikubur dihalaman belakang rumah mereka.

Ini terungkap sejak Peter diteror suara misterius dari balik tembok. Suara anak perempuan yang meminta tolong, yang tidak lain adalah Sarah. Ini dialami sejak lama, kedua orang tuanya menganggapnya hal sepele yang adalah imajinasi berlebihan dari Peter.

Situasi yang membuat Peter anak kecil polos dengan mudahnya percaya dan terhasut dengan kata-kata Sarah hingga membuatnya dengan nekat membunuh orang tuanya dengan racun tikus yang tersimpan di gudang.

Peter yang semula mengira semuanya kesalahan orang tuanya, akhirnya timbul perasaan menyesal. Peter menyadari setelah benar-benar melihat sosok dan sifat asli sang kakak. Setelah terbebas dari ruang bawah Sarah mencelakai siapa saja yang ditemui di rumah itu. Brian (Luke Busey) teman di sekolah yang sering merundungnya bersama sepupu dan dua orang lainnya harus menjadi korban selanjutnya Sarah.

Miss Devine yang merasa khawatir dengan keadaan Peter terlebih terakhir kali ia meminta pertolongan membuatnya memberanikan diri untuk datang kembali ke rumah Peter. Hanya saja kedatangan Miss Devide seakan tidak di waktu yang tepat, karena ia bisa juga kehilangan nayawanya.

Kekhawatiran Miss Devine benar adanya, ketika ia mendapati rumah Peter sudah berantakan dan banyak darah dan para korban dari Sarah. Peter yang saat itu terkunci di ruang rahasia meminta untuk mantan gurunya untuk pergi.

Miss Devine yang mendapati Peter berada di balik tembok menggunakan alat untuk membobol dan berhasil membuatnya keluar. Sayang ancaman belum usai karena Sarah masih mengintai dan memburu keduanya. Nyaris bisa melarikan diri, Sarah justru berhasil menangkap Peter dan menyeretnya ke ruangan di mana biasanya dia dikurung selama ini.

Miss Devine yang bertekad menyelamatkan Peter kembali ke dalam rumah dan melawan Sarah. Kalah cepat dan kuat Miss Devine sempat terpojok, namun Peter yang mendapat kesempatan menarik rambut panjang Sarah yang terjuntai dan akhirnya bisa menyelamatkan mantan gurunya dan berhasil untuk kembali mengurung Sarah di ruangan sempit itu.

Peter dan Miss Devine akhirnya bisa selamat, namun pesan sekaligus ancaman dari Sarah kepada Peter menjadi mimpi buruk yang selalu menghantui. Hubungan darah yang tidak bisa terelakan antara Peter dan Sarah.

Review

Cobweb melalui cerita yang dibangun Chris Thomas Devlin dan sutradara Samuel Bodin dalam pengaplikasian secara audio visual menjadi kerja sama yang berhasil sekali. Keduanya mampu membuat sebuah rasa penasaran besar ke penonton. Melalui teka-teki yang tersaji sejak awal filmnya.

Penonton dibuat bertanya-tanya di tiga perempat film tentang siapa yang menjadi karakter protagonis dan karakter antagonis. Penulis mampu memberikan pengecoh untuk juga dijadikan sebagai plot twist pada akhirnya.

Itulah kenapa semua jawaban pada akhirnya ditemukan pada part resolusi dan akhir dari cerita filmnya. Sesuatu yang bukan juga menjadikan Cobweb sebagai film mikir, karena lebih tepatnya cerita yang dibangun membuat penasaran.

Bisa dikatakan cerita yang dibangun sebenarnya cukup sederhana bukan sebuah cerita yang kompleks. Hanya saja, pengemasan yang dilakukan pada filmnya membuatnya menjadi menarik. Tak juga ingin bertele-tele, durasi untuk filmnya hanya 88 menit atau sekitar 1 jam 28 menit.

Bicara tentang genre, Cobweb dengan jelas disebutkan bahwa ini adalah film dengan genre horror thriller. Namun, setelah menonton filmnya terutama setelah fakta bahwa suara yang mengajak bicara Peter adalah kakak perempuannya Sarah.

Ternyata bukan sosok hantu melainkan manusia namun dengan kekurangan fisik yang menjadikannya layaknya sosok monster yang menyeramkan. Ditambah dengan adegan berdarah yang diperlihatkan oleh Sarah, film ini lebih cocok sebagai film slasher.

Ambience dengan bermain keseluruhan sinematografi yang terlihat pada tone color, scoring serta blocking camera di banyak adegan terutama pada karakter Carol dan Mark. Pada akhirnya membawa suasan horror dalam filmnya. Terlebih didukung dengan cerita yang dibangun pada suasana halloween yang cukup creepy.

Production company: Point Grey Pictures, Vertigo Entertainment
Distributor: Lionsgate
Cast: Woody Ace Norman (Peter), Cleopatra Coleman (Miss Devine), Elizabeth Anne Caplan (Carol), Antony Starr (Mark), Luke Busey (Brian), Aleksandra Dragova (Sarah), Jay Rincon (Principal), Anton Kottas (Timothy), Steffanie Sampson (Brian’s Mom), Kate Nichols (Princess’ Mom), etc
Director: Samuel Bodin
Screenwriter: Chris Thomas Devlin
Producers: Evan Goldberg, Seth Rogen, James Weaver, Josh Fagen, Roy Lee, Andrew Childs
Duration: 1 hours 28 minutes