Review

Review: Clifford the Big Red Dog, Persahabatan 2 Jiwa Karena Magic

53
×

Review: Clifford the Big Red Dog, Persahabatan 2 Jiwa Karena Magic

Share this article

LASAK.iD – Cari referensi film keluarga untuk mengisi liburan akhir tahun? Clifford the Big Red Dog produksi Paramount Pictures bisa menjadi film pilihan. Ini adalah film petualangan berbalut komedi tentang persahabatan manusia dan hewan, ketika dua jiwa yang kesepian dipertemukan karena magic.

Kisah persahabatan yang terjadi antara Emily Elizabeth Howard (Derby Camp), anak sekolah tingkat 6 yang menjadi korban perundungan teman-temannya, dengan anjing istimewa berwarna merah yang kemudian diberi nama Clifford.

Pertemuannya keduanya bukan sebuah kebetulan, yang sepertinya sudah diatur oleh seorang bernama Mr. Bridwell (John Cleese) yang kali pertama menemukan Clifford di sebuah taman yang sedang bermain dengan kawanan merpati.

Mr. Bridwell dengan magic-nya menjadikan para hewan yang tersesat untuk menemukan tuannya yang baru dengan cara yang sama. Dengan kata lain Mr. Bridwell menyatukan hewan dan manusia yang “tersesat” untuk saling mengisi dan menjadi teman baik.

Ini menjadi representatif lainnya dari seri buku anak-anak dengan judul yang sama karya Norman Bridwell. Kini dilakukan dalam bentuk live-action. Sebelum ini, Clifford the Big Red Dog sudah diproduksi dalam bentuk seri animasi sebanyak 2 musim penayangan.

Mencoba tidak melihat pada seri bukunya, film yang menawarkan hal sama seperti Clifford the Big Red Dog sudah ada sejak era 90-an. Ada dua judul yang melakukannya dengan baik dan cukup membekas di penontonnya hingga kini termasuk Indonesia, yaitu seri film Beethoven dan Air Bud.

Vibes yang sama masih cukup dirasa, tentang hubungan keluarga yang kuat, perundungan di sekolah, persahabatan dengan manusia maupun hewan (anjing) hingga petualangan melawan bad guys dalam aksi penyelamatan.

Pembeda yang jelas terlihat dari filmnya melalui karakter anjing yang bernama Clifford. Kali ini anjing dari ras Labrador Retriever digambarkan memiliki kelainan pigmen yang menjadikan seluruh bulunya berwarna merah. Menariknya secara ajaib Clifford berubah ke ukuran tidak normal.

Karakter anjing dengan warna dan ukuran yang tidak biasa, begitu juga introduction dan ending yang digambarkan seperti fairytale. Strategi menarik untuk menarik perhatian penonton khususnya untuk anak-anak. Apalagi dengan sedikit sentuhan unsur magic didalamnya.

Di sisi lain, Clifford the Big Red Dog yang memang mengadaptasi dari seri bukunya, tentu hadirkan benang merah yang tidak akan melenceng jauh dari bukunya. Namun, tanpa harus membaca seri buku atau menonton seri animasi-nya, Clifford the Big Red Dog versi live-action mampu berdiri sendiri.

Benang merahnya sendiri, Walt Becker sebagai sutradara, hadirkan konsep sederhana yang cukup related dengan kehidupan nyata melalui karakter dan konflik yang dihadapi. Di mana karakter utama Emily Elizabeth (Darby Camp) menghadapi konflik sebagai korban perundungan, yang menjadikannya anak penyendiri karena tidak memiliki teman.

Kemudian hadir anak lain, Owen Yu (Izaac Wang) bak pahlawan, datang menawarkan pertemanan walau sebenarnya bernasib sama. Keduanya menjadi akrab dan memulai petualangan dalam dunia yang mereka percayai.

Di sini biasanya akan terselip satu karakter dewasa, baik itu penyeimbang atau justru membangun keseruan cerita. Tak jarang ditawarkan karakter orang dewasa yang bertingkah konyol dan lebih banyak memancing untuk sisi komedi. Itu yang dilakukan film ini, pada karakter Paman Casey Howard (Jack Whitehall).

Tak ketinggalan seorang dengan karakter jahat yaitu Zac Tieran (Tony Hale) pemilik Lyfegro, perusahaan bioteknologi yang mencoba menangkap Clifford untuk dilakukan uji coba DNA di laboratorium.

Di sini Clifford the Big Red Dog mencoba menawarkan paket lengkapnya sebagai film family comedy adventure. Di mana konflik terhadap diri sendiri, keluarga dan lingkungan yang dibalut dengan petualangan yang menghibur.  Mengingat ini film keluarga, tentu dengan adegan berbahaya yang juga dibalut bumbu komedi.

Clifford the Big Red Dog mencoba memberikan vibes berbeda ke penonton, dengan daya tarik melalui karakter dan alur ceritanya sendiri. Untuk membuat penonton fokus tanpa harus lagi membandingkan dengan film serupa atau lebih dahulu tayang.

Meski di satu sisi masih memberikan kesan monoton pada filmnya. Film dengan ending yang tertebak, yang selalu berakhir bahagia atau happy endingBegitu juga pada karakter Clifford, ada momen pada ukuran normal terlihat kurang realistik. Teknik CGI, green screen atau performing capture yang digunakan memberi kesan kurang smooth. Itulah yang membuat beberapa momen memperlihatkan Clifford tidak realistik berjalan dan terkesan melayang.

Terkait plus-minus filmnya, Clifford the Big Red Dog yang tayang 29 Desember 2021 ini, cocok untuk ditonton bersama keluarga untuk mengisi liburan akhir tahun. Terpenting pada anak-anak walau menampilkan konflik rumit tentang perundungan (bullying) namun disampaikan dengan ringan dan menghibur. Ditambah karakter hewan seperti anjing yang memang dekat dengan anak-anak.

Production company: Entertainment One, New Republic Pictures, The Kerner Entertainment Company, Scholastic Entertainment
Distributor: Paramount Pictures
Cast: Derby Camp (Emily Elizabeth Howard), Jack Whitehall (Casey Howard), Izaac Wang (Owen Yu), Tony Hall (Zac Tieran), Sienna Guillory (Maggie Howard), David Alan Grier (Mr. Packard), John Cleese (Mr. Bridwell), Russell Wong (Mr. Yu)
Director: Walt Becker
Screenplay: Jay Scherick, David Ronn, Blaise Hemingway
Producers: Jordan Kerner, Iole Lucchese
Duration: 1 hours 36 minutes