ReviewCinema

Review: Chief of Station, Konspirasi di Balik Fakta Kematian Seorang Chief

236
×

Review: Chief of Station, Konspirasi di Balik Fakta Kematian Seorang Chief

Share this article

Chief of Station merupakan film action thriller terbaru dari aktor Aaron Eckhart yang kembali menempatkan sang aktor sebagai seorang agen rahasia dari CIA.

LASAK.iD – Aktor Aaron Eckhart kembali untuk film layar lebar terbaru berjudul Chief of Station. Aktor berusia 56 tahun tersebut kembali dengan film ber-genre action setelah sebelumnya membintangi film berjudul The Bricklayer, yang dirilis di awal tahun 2024 ini. Aaron Eckhart kembali melakoni peran sebagai mantan satuan khusus.

Kali ini, perannya sebagai Ben Malloy ingin mengungkap kejanggalan atas kematian istrinya karena sebuah ledakan. Setelah kejadian, Ben sempat mendapati fakta bahwa istrinya terlibat dalam sebuah konspirasi kejahatan yang terjadi di dalam kesatuan. Ben yang sangat mengenal istrinya tersebut membantah dengan tegas dan juga meyakini bahwa kematian istrinya telah direncanakan.

Ben sempat rehat sejenak, kemudian kembali untuk menyelidiki kematian sang istri, Farrah. Ben yang merupakan bagian dari organisasi mulai menggunakan kemampuannya dengan menggali informasi dari berbagai sumber, termasuk footage yang didapatkan melalui media sosial hingga rekaman cctv.

Di awal pencarian, Ben mendapatkan bantuan dari seorang ahli meretas yang juga bekerja dalam kesatuan, yaitu Desmond Jackson. Dari bukti yang didapatkan, Ben memutuskan kembali ke Budapest untuk menemui rekannya, John Branca yang kini menjadi chief of station. Ben menceritakn bahwa kematian Farrah bukan sebuah kebetulan tetapi konspirasi dari orang tertentu dalam kesatuan.

Ben juga mendatangi kenalannya bernama Hitchens, yang juga mengenal istrinya, Farrah. Orang pertama yang dicurigai oleh Ben adalah Evgeny Khalikov yang merupakan kepala FSB yang merupakan kesatuan keamanan internal Rusia. Kecurigaan yang tidak lepas dari perselisihan dan persaingan dari kedua negara, Amerika dan Rusia.

Ben sempat ditahan oleh Evgeny dan dibawa ke sebuah bangunan terbengkalai. Saat mencoba meluruskan semuanya, mereka secara tiba-tiba diberondong tembakan oleh mantan pasukan dari FSB yang membelot pada organisasi tak diketahui. Saat Ben berhasil melarikan diri dengan bantuan dari John, ia di bawa ke markas yang berada di dalam sebuan kapal.

Ben tidak menaruh curiga kepada John hingga mendapati kenyataan bahwa rekannya tersebutlah yang berada dibalik semua kekacauan. John yang dibantu Kharon Taramov terus menyiksa Ben untuk menggali informasi apa yang ditinggalkan oleh mendiang istrinya. Ben yang tidak mengerti apa pun terus mengatakan tidak tahu.

Saat merasa diambang kematian, muncul seorang lainnya yang diketahui bernama Krystyna Kowerski. Agen lainnya yang kenal dekat dengan Farrah dan mengatakan ia berhutang budi dengan sosok Farrah. Saat keduanya cukup aman, Krystyna meyakinkan Ben bahwa Farrah memang meninggalkan sesuatu yang menjadi kunci dari segala kekacauan.

Ben akhirnya menyadari dengan kalung yang diberikan Farrah sebelum ledakan. Saat itu, Farrah memang terlihat bahwa ia dalam keadaan terancam dan akan terbunuh dalam waktu dekat. Krystyna kemudian membawa Ben ke sebuah gedung dan mendapati kebenaran mengejutkan.

Farrah ternyata terlibat namun ia kemudian membelot dan membawa bukti besar atas kejahatan yang dilakukan John Branca dan mengejutkannya petinggi CIA, Austin Williams yang turut terlibat. Baku hantam dan baku tembak tidak bisa terelakan antara kubu Ben dan John. Terlebih Nick yang sempat ditahan oleh pasukan John merupakan anak laki-laki dari Ben dan Farrah.

Melalui bantuan Desmond, akhirnya semua kejahatan berhasil terungkap dan Austin Williams, kepala CIA pun berhasil terungkap ke publik. Semuanya kembali normal dan Ben terpilih untuk menjadi chief of station.

Review

Ini menjadi film action kesekian kalinya untuk aktor Aaron Eckhart secara beruntun dari film sebelum-sebelumnya. Terlepas dari itu, film action memang selalu menjadi film yang menarik perhatian dan memicu adrenaline penikmatnya. Yang diciptakan di setiap adegan dalam aksi baku tembak hingga aksi kejar-kejaran para karakter protagonis dan antagonis.

Film berjudul Chief of Station ini sebenarnya juga melakukan yang sama, namun menjadi film untuk dinikmati kembali memang terasa kurang menggugah. Bukan juga hadir dengan konsep dan pola yang sama dengan film sang aktor sebelumnya atau dengan banyak judul film lainnya.

Chief of Station belum cukup untuk memberikan sebuah tontonan greget atau tidak cukup memiliki poin penting yang kuat. Misalnya, dalam bagian membalas dendam yang hanya perencanaan biasa, sekedar tahu lokasi penjahatnya, siapkan persenjataan dan strategi yang cukup biasa saja.

Sebenarnya, pada bagian ini bisa dibuat lebih dramatis, misalnya digambarkan detail senjatanya dan banyak lainnya. Atau hal-hal kecil yang ternyata sebuah bagian dari jawaban. Seperti kalung yang diberikan Farrah kepada Ben sebelum meninggal karena ledakan. Hal seperti ini yang kurang diperbanyak dalam filmnya.

Lagi dan lagi, penikmat film seringnya memiliki ekspektasi yang cukup tinggi untuk sebuah film. Walau untuk sekedar membuat mereka mengatakan “oh, ini kenapa adegan di awal dimunculkan seperti itu“. Bisa dikatakan hal yang membuat menarik semacam ini kurang dihadirkan oleh George Mahaffey sebagai penulis.

Ini yang mungkin membuat grafik alur cerita yang dibangun tidak pada garis yang terus naik. Cukup datar mengingat banyak film dengan konsep yang sama memiliki grafik yang naik dan momen tertentu kembali turun perlahan dan datar, lalu bisa kembali naik. Membangun mood yang akhirnya menikmati dan kembali untuk diceritakan kembali.

Meski begitu, pada hal akting memang tidak usah diragukan lagi, nama besar seperti Aaron Eckhart, Olga Kurylenko, Alex Pettyfer hingga James Faulkner sudah malang melintang di industri perfilman dengan puluhan judul film yang dibintangi. Sama halnya dengan penjelasan sebelumnya, kali ini Jesse V. Johnson sebagai sutradara kurang memberikan greget pada adegan aksi filmnya.

Kembali, bukan sebuah hasil yang “jelek” tetapi ada rasa kurang puas karena dramatisasi adegan aksi entah fight dengan tangan kosong atau menggunakan senjata, sekedar pada titik cukup dinikmati tetapi untuk membuat bulu bergidik dirasakan masih kurang. Pada adegan fight tangan kosong misalnya, ingin melihat gerakan yang membuat kita tercengang menontonya, entah menutup mulut atau berkata “wow“.

Bukan juga tidak ada dalam filmnya, namun hanya mengambil sekian persen atau satu mungkin juga dua adegan saja. Yang terlihat ketika Ben ditangkap di sebuah kapal oleh rekannya sendiri, John Branca. Dengan kata lain, film Chief of Station bukan sebuah film dengan hasil jelek tetapi memang belum pada titik memuaskan sebagai film dengan genre action thriller. Namun, untuk melihat aksi para aktor dengan aktingnya tentu film ini bisa menjadi rekomendasi tontonan.

Production company: Concourse Media, Bee Holder, Mirror Productions, Hero Squared, Ashland Hill Media Finance
Distributor: Vertical
Cast: Aaron Eckhart (Ben Malloy), Olga Kurylenko (Krystyna Kowerski), Alex Pettyfer (John Branca), Chris Petrovski (Nick), Laëtitia Eïdo (Farrah), Nick Moran (Evgeny Khalikov, FSB), Daniel Bernhardt (Kharon Taramov), Nina Bergman (Hitchens), James Faulkner (Deputy Director Austin Williams), Jonathan Ajayi (Desmond Jackson), etc
Director: Jesse V. Johnson
Screenwriter: George Mahaffey
Producers: Jonathan Halperyn, Daniel Kresmery, Simon Williams, Matthew Shreder, Steve Lee Jones
Duration: 1 hours 38 minutes

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x