Review

Review: Budi Pekerti, Premis Sederhana yang Dikemas Mendalam

343
×

Review: Budi Pekerti, Premis Sederhana yang Dikemas Mendalam

Share this article

LASAK.iD – Industri perfilman menjadi satu dari sekian banyak sektor yang berjalan teratur setiap tahunnya. Di Indonesia setiap bulan di sepanjang tahun berbagai judul film dirilis. Tak hanya satu atau dua judul saja tetapi bisa mencapai puluhan judul dari beragam genre dengan kualitas yang ditawarkan masing-masing.

Ada yang unggul dari sisi latar cerita, ada juga pada sinematografi atau akting memukau yang disajikan para aktor yang terlibat. Namun, menilik rentang waktu selama satu tahun kebelakang biasanya akan ada judul film yang menawarkan all package.

Dengan kata lain, semua elemen dalam sebuah film menjadi satu paket yang nyaris sempurna. Di tahun ini, film berjudul Budi Pekerti bisa dikatakan menawarkan all package tersebut. Sebuah karya epik terbaru dari Wregas Bhanuteja sebagai sutradara sekaligus penulis filmnya.

Budi Pekerti secara premis sebenarnya cukup sederhana karena benang merah yang diangkat mengenai sebuah problematika yang relate dengan penonton. Mengenai dampak positif-negatif dari era digitalisasi saat ini terutama erat kaitannya dengan media sosial.

Baca juga: Budi Pekerti Rilis Teaser Trailer Jelang Pemutaran TIFF 2023

Namun, pengemasan yang dilakukan oleh Wregas Bhanuteja untuk film panjang keduanya dilakukan dengan sepenuh hati, dieksekusi dengan tepat yang hasil filmnya yang kini siap ditonton penikmat film tanah air. Ditemui seusai pemutaran film, Wregas mengatakan dengan gamblang bahwa setiap hal dalam filmnya memiliki maknanya tersendiri.

Seperti unsur kuning yang banyak kita temui dalam filmnya, ring light yang selalu muncul hingga akhirnya ditinggalkan, adegan Gora (Omara Esteghlal) yang tiduran di dalam sebuah kolam ikan ketika diminta untuk memberikan video klarifikasi.

Bahkan hujan dalam filmnya terutama untuk adegan terakhir ketika keluarga Ibu Prani Siswoyo (Sha Ine Febriyanti) memutuskan pindah. Saat itu, ia dan suaminya Pak Didit (Dwi Sasono) membiarkan rintik hujan masuk karena kaca mobil yang dibiarkan terbuka.

Dan banyak hal lainnya termasuk hal kecil atau sederhana dalam filmnya yang tidak semata-mata ada begitu saja. Bahkan sang sutradara tak ingin membuat filmnya berbicara lewat akting dengan gesture dan mimik yang biasa saja, seperti yang ia minta kepada aktor mudanya, Prilly Latuconsina, Angga Yunanda bahkan Omara Esteghlal.

Diakui oleh Prilly Latuconsina yang berperan sebagai Tita, ia menemukan hal baru dalam berakting. Bahkan tak segan mengatakan cukup membuatnya bekerja labih keras dari film-film sebelumnya, seperti diharuskan meneteskan air mata dari sebelah kiri, yang ternyata memiliki arti sebuah kesedihan yang mendalam.

Juga membuat seorang Prilly Latuconsina yang biasanya melakoni akting nangis begitu lepas, kini harus menahannya untuk film Budi Pekerti. Prilly yang harus berakting emosi dan sedih secara bersamaan, namun diminta untuk menahan air matanya untuk tidak keluar.

Wregas Bhanuteja menciptakan filmnya juga bercerita melalui setiap mata para pemainnya, bukan sebatas akting dalam menyampaikan maksud dari skenario dan cerita filmnya.

Hal yang juga menarik dari film Budi Pekerti, bahwa film ini ibarat sebuah bawang. Jika melihatnya sebagai tontonan yang terlihat hanya sebuah konflik yang dibangun karena sebuah video viral yang akar masalahnya bermula dari kue putu. Ini bisa digambarkan sebagai kulit terluar dari bawang.

Namun, jika mengupasnya satu per satu, akan terlihat di dalamnya menyimpan warna dan bentuk yang semakin terlihat bagus. Di mana, film ini harus dilihat dengan seksama melalui mindset yang lebih luas bahwa sebenarnya film ini memberikan rasa yang mendalam walau terlihat sederhana. Penyajian berhasil yang dilakukan Wregas Bhanuteja untuk filmnya.

Production company: Rekata Studio, Kaninga Pictures
Distributor: Rekata Studio, Kaninga Pictures
Cast: Sha Ine Febriyanti (Prani Siswoyo), Angga Yunanda (Muklas), Prilly Latuconsina (Tita), Dwi Sasono (Didit), Omara Esteghlal (Gora), Ari Lesmana (Tunas), etc
Director: Wregas Bhanuteja
Screenwriter: Wregas Bhanuteja
Producers: Adi Ekatama, Ridla An-Nuur, Willawati, Nurita Anandia W.
Duration1 hours 50 minutes