Review

Review: Barbie, Keterkaitan Dunia Nyata Dengan Barbieland

44
×

Review: Barbie, Keterkaitan Dunia Nyata Dengan Barbieland

Share this article

LASAK.iDBarbie telah lama dikenal sebagai produk boneka fesyen yang telah menjadi ikon anak-anak sejak kehadirannya pertama kali di tahun 1959. Mattel sebagai perusahaan yang membautnya terus mengembangkan boneka Barbie yang merepresentasikan dunia nyata ke boneka.

Erat hubungannya dengan profesi dan etnis, kemudian menciptakan Barbie Afrika-Amerika pada 1980. Kepopuleran bonekanya membawa Mattel mengembangkannya ke dunia audio visual seiring berkembangnya media digital.

Akhirnya pada 2001, film berjudul Barbie in the Nutcracker resmi dirilis, sekaligus menandakan dimulainya waralaba film Barbie. Waralaba yang berlanjut hingga tahun 2023 ini, namun semuanya merupakan film dalam format animasi.

Baca juga: Barbie Dibintangi Margot Robbie Memulai Syuting Di 2022

Pada akhirnya, Mattel melalui divisi hiburannya, Mattel Films mengumumkan Barbie dalam format live-action. Sebenarnya rencana ini sudah diumumkan pada 2009 silam, namun baru terealisasi untuk pengembangannya pada 2014.

Sempat ada peralihan hak atas filmnya, yang akhirnya di tahun 2018 produksi filmnya dipegang penuh oleh Warner Bros. Pictures. Setahun setelahnya di 2019, Margot Robbie dipilih sebagai main role sebagai Barbie. Greta Gerwig diumumkan sebagai sutradara dan penulis bersama dengan Noah Baumbach pada 2021. Baru di tahun 2022, jelang proses syuting diumumkan Ryan Gosling sebagai Ken termasuk pemain lainnya.

Gabungkan dunia boneka dengan dunia nyata

Barbie versi live-action sebenarnya tidak berbeda dengan versi animasi dalam menyajikan sebuah cerita. Di mana keduanya menyesuaikan pada sosok Barbie yang ditampilkan sesuai kebutuhan cerita, misalnya wanita karir/ profesi, mahasiswa atau anak-anak.

Bedanya, Gerwig dan Baumbach kali ini menggabungkan dua sisi cerita, yaitu dunia Barbie itu sendiri yang disebut dengan Barbieland dan dunia nyata sebagai tempat Barbie dibuat dengan segalam macam problematika manusia didalamnya.

Barbieland yang diciptakan penulis sebagaimana Barbie digambarkan selama ini dalam imajinasi anak-anak. Penuh dengan kesempurnaan akan sosok wanita yang lekat dan identik dengan warna merah muda. Untuk dunia nyata digambarkan relate dengan dunia nyata yang membawa isu tentang gender atau kebalikan dari Barbieland.

Menarik ketika penulis membuat kedua dunia memiliki keterkaitan yang erat, antara pemilik dengan boneka. Perubahan suasana hati dan usia pemiliknya mampu mempengaruhi boneka dan dunianya. Penggambaran yang diberikan pun keduanya dalam bentuk nyata, jika kebanyakan film satu sisi akan digambarkan secara animasi.

Untuk hal ini, Gerwig dan Baumbach melakukan detail yang mungkin tidak terpikirkan oleh penonton. Ketika ditandai dengan tumit Barbie yang datar (menapak). Seharusnya posisi tumit Barbie selalu dalam posisi jinjit mengikuti lekuk sepatu hak tinggi yang selalu dikenakannya.

Semua karakter berkumpul

Menilik waralaba versi animasi yang telah memiliki puluhan cerita dengan format film dan serial, setiap cerita seakan mewakili satu karakter boneka Barbie. Namun, versi live-action melakukannya dengan cara berbeda, film pertama versi Greta Gerwig justru mengumpulkan semua karakter Barbie dalam satu cerita film. Setiap karakter mewakili profesi hingga etnis berbesa.

Meski begitu, sebuah cerita selalu memiliki karakter utama sebagai pusat cerita. Sejak kemunculan, Barbie selalu diidentikan dengan wajah dan tubuh yang nyaris sempurna ditambahkan dengan rambut pirang panjang. Kecocokan yang terwakili pada sosok aktris Margot Robbie.

Tak hanya Barbie, penulis pun menghadirkan Ken yang tak lain adalah kekasih dari Barbie. Sama halnya dengan sang kekasih, versi Ken pun dihadirkan beragam. Ken yang sebenarnya digambarkan dengan tubuh berotot dan berambut pirang. Sosok main role yang dipercayakan pada aktor Ryan Gosling. Itulah yang ditampilkan filmnya secara karakter.

Usung drama comedy untuk live-action

Pada sisi ceritanya sendiri, penulis memilih untuk tidak berfokus pada satu titik drama yang sepenuhnya melankolis tetapi dipadukan dengan komedi. Keputusan tepat ketika menjadikan komedi sebagai genre pendamping.

Hal ini karena beberapa bagian adegan yang serius menampilkan drama terasa flat atau datar. Begitu berbeda ketika dipadukan dengan komedi yang hadirkan tawa dan membuat cerita menjadi lebih hidup dan cukup untuk membuat penonton tidak teralihkan pandangannya.

Ceritanya pun sebenarnya bukan yang juga membosankan, apalagi dibuat cukup relate dengan kehidupan nyata. Hanya saja jika berfokus pada genre drama, Barbie memiliki cerita dengan pesan yang cukup dalam. Itu mungkin akan cukup sulit dipahami remaja, mengingat filmnya yang memiliki target penonton 13+.

Komedi membuat pesan yang ingin disampaikan akan mudah dicerna penonton remaja. Komedinya pun dibuat ringan, walau beberapa adegan membawa dark jokes yang menyindir hal-hal yang sebenarnya pun berkaitan dengan film itu sendiri.

Potensi menjadi universe

Barbie versi live-action membawa potensi besar untuk menjadi waralaba seperti versi animasi, jika menilik keseluruhan cerita. Beberapa adegan bahkan dengan jelas mengisyaratkan hal tersebut. Misalnya, pada adegan akhir filmnya, ketika Barbie yang memutuskan untuk tinggal di dunia nyata yang realistis untuk mencoba banyak hal berbeda.

Karakter Ken pun bisa memiliki universe-nya tersendiri, mengingat peran Ken yang cukup kuat dalam film. Walau tidak bisa dipungkiri Ken tidak akan bisa lepas dari embel-embel Barbie. Penggemar hanya tinggal menunggu keberlanjutan cerita Barbie dan Ken menjadi sebuah universe kedepannya.

Production company: Heyday Films, LuckyChap Entertainment, NB/GG Pictures, Mattel Films
Distributor: Warner Bros. Pictures
Cast: Margot Robbie (Barbie), Ryan Gosling (Ken), America Ferrera (Gloria), Rhea Perlman (Ruth Handler), Will Ferrell (CEO of Mattel), Kate McKinnon (Weird Barbie), Issa Rae (President Barbie), Hari Nef (Dr. Barbie), Alexandra Shipp (Writer Barbie), Emma Mackey (Physicist Barbie), Sharon Rooney (Lawyer Barbie), Dua Lipa (Mermaid Barbies), Nicola Coughlan (Diplomat Barbie), Ana Cruz Kayne (Judge Barbie), Ritu Arya (Journalist Barbie), Kingsley Ben-Adir (Ken #1), Simu Liu (Ken #2), Scott Evans (Ken #3), Ncuti Gatwa (Ken #4), John Cena (Kenmaid), Michael Cera (Allan), Ariana Greenblatt (Sasha), etc
Director: Greta Gerwig
Screenwriter: Greta Gerwig, Noah Baumbach
Producers: David Heyman, Margot Robbie, Tom Ackerley, Robbie Brenner
Duration: 1 hours 54 minutes