ReviewCinemaHappening

Review: Argylle, Mata-Mata Yang Memainkan Dua Peran

382
×

Review: Argylle, Mata-Mata Yang Memainkan Dua Peran

Share this article

Argylle menjadi karya terbaru dari Matthew Vaughn yang sudah direncanakan sejak awal menjadi film trilogi.

LASAK.iD – Matthew Vaughn, seorang sutradara, penulis dan produser film asal Inggris memulai tahun 2024 dengan karyanya berjudul Argylle. Film action comedy yang dibintangi sederet nama besar, sebut saja Henry Cavill (Aubrey Argylle), Bryce Dallas Howard (Elly Conway/Rachel Kylle), Sam Rockwell (Aidan), Bryan Cranston (Ritter), Catherine O’Hara (Ruth) hingga Samuel L. Jackson (Alfred Solomon), aktor spesialis film dengan tema agen rahasia atau mata-mata.

Film ini menjadi cikal bakal lahirnya seorang agen rahasia dan mata-mata bernama Argylle dari 20 tahun silam. Lahir dari sebuah badan intelijen swasta yang didirikan oleh elit Inggris yang kehilangan ahli waris mereka dalam Perang Dunia Pertama dan menggunakan uang mereka untuk melindungi dunia. Kingsman, nama organisasi ini diambil dari nama toko penjahit di Savile Row yang digunakan sebagai kedok operasi mereka.

Alasannya, diperlihatkan pada potongan adegan yang menggambarkan situasi kecil waktu yang mundur ke 20 tahun. Clue-nya dari seorang anak muda dengan gaya santai datang ke sebuah bar dan menyebut dirinya sebagai Aubrey Argylle (Louis Partridge). Petunjuk besar sebagai koneksi film trilogi dari Kingsman dengan Argylle.

Visual

Itulah alasannya film ini membawa kembali kekhasan dari produksi film trilogi Kingsman (2014, 2017, 2021) yang lebih dulu dirilis. Terlihat jelas dari tampilan visual filmnya yang sepenuhnya masih dengan skema warna triadik atau singkatnya memberikan kesan kecerahan (putih, hijau, biru). Ada warna pendamping seperti orange dan hitam juga ditampilkan sebagai penyeimbang atau memperkuat adegan tertentu tetapi juga tidak dominan.

Komposisi warna yang menguatkan bagian dari sinematografi itu sendiri terutama pencahayaan filmnya. Hal yang memang mencirikan sutradara Matthew Vaughn untuk produksi film yang dibuatnya. Diperlihatkan jelas sekali dari dua judul filmnya Kingsman dan Argylle. Tak hanya berfokus pada satu eleman, tetapi menonjolkan keseluruhan elemen sinematografi (angle, komposisi, framing, movement).

Sekilas untuk kalian penikmat film saat menontonnya seperti merasakan rasa yang sama dengan film berjudul Kingsman. Alasannya jelas karena datang dari sutradara dan produser yang sama, yaitu Matthew Vaughn. Sekarang, kita membahas cerita filmnya yang kali ini ditulis oleh Jason Fuchs.

Cerita dalam sebuah produksi film dengan genre yang sama memang akan menemukan kesamaan dengan film-film yang diproduksi sebelumnya. Namun, jika penulis dan sutradara saat mengeksekusi memiliki formula lainnya akan jelas membuat perbedaan. Ini yang coba dilakukan oleh Jason Fuchs dan Matthew Vaughn.

Visual Effet (VFX) dan Special Effect (SFX)

Bicara film produksi Matthew Vaughn tak boleh juga terlewatkan adalah visual juga special effect filmnya. Memiliki keterkaitan satu sama lain, tak heran look yang sama terasa dari kedua film. Di antaranya tampilan CGI yang menjadi bagian visual effect itu sendiri dari filmnya.

Selain keahlian fight dari pemainnya dan pemeran pengganti, film Argylle banyak menggunakan visual dan efek khusus untuk adegannya tersebut. Terlihat untuk adegan klimaks ketika Elly Conway dan Aidan mencoba melarikan diri markas organisasi Divisi. Saat Elly Conway menggunakan keahlian berseluncur untuk menghajar para villain di atas tumpahan minyak mentah.

Juga adegan sebelumnya yang menggunakan gas air mata dengan berbagai warna. Juga banyak adegan lainnya dalam filmnya yang menggunakan efek khusus. Bahkan hal ini sudah diperlihatkan sejak awal filmnya dimulai, saat karakter agen Argylle yang diperankan aktor Henry Cavill mengejar penjahat bernama LaGrange (Dua Lipa).

Penikmat film tentu sudah bisa mengatakan bahwa itu bukan sebuah adegan asli melainkan memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk memberikan kesan asli tersebut. Bahkan menjadi sebuah adegan yang tidak masuk akal, namun hal itu cukup membuat adrenaline menonton menjadi naik dan menyenangkan untuk dilihat.

Story

Jason Fuchs menggunakan sudut pandang dari sang karakter utamanya Elly Conway/Rachel Kylle untuk menceritakan alur filmnya. Menempatkan sang karakter sebagai orang pertama sebagai tokoh utama yang dicuci otaknya oleh organisasi bernama Divisi. Untuk menuliskan semua ingatan tentang rencana besarnya bersama aliansinya melalui sebuah novel.

Elly Conway diketahui sebagai seorang agen rahasia atau mata-mata yang bernama Rachel Kylle, namun sebuah tugas beresiko untuk mengungkap yang dilakukan organisasi Divisi. Sebuah tragedi membuatnya cedera parah hingga membuatnya koma dan kehilangan ingatan. Kondisi yang dimanfaatkan oleh Divisi dengan menjadikannya sosok baru sebagai seorang novelis introvert bernama Elly Conway.

Menariknya, pemimpin dari Divisi bernama Ritter dan seorang dokter bernama Ruth berpura-pura sebagai orang tuanya untuk mengarahkan Elly Conway untuk menuliskan yang sebenarnya dalam novel-nya yang berjudul Argylle. Film yang menjebak penonton dari segala sudut filmnya.

Pada awalnya hanya melihat sosok wanita biasanya seperti warga sipil kebanyakan, ternyata film ini menyimpan banyak plot twist yang membuat penontonnya akan kaget. Karakter yang tidak tertebak, alur cerita yang juga membuat penonton berkata, “kita mau dibawa kemana sama penulisnya?“.

Penonton seperti diajak melewati jalan pegunungan, kadang alur dibuat santai dan lurus, namun bisa secara tiba-tiba menemukan belokan tajam yang menukik. Konsep yang cukup menarik dan dari sini pula komedi yang membuat tawa di penonton pecah. Di mulai ketika Elly Conway bertemu dengan Aidan di kereta untuk perjalanannya menemui kedua orang tua palsunya.

Saat adegan mulai menjadi serius dengan fight dan aksi tembak menembak, disitulah sudut pandangn cerita dan kamera bermain. Saat dia membuat bayangan sosok Argylle dengan tubuh kekar, tegap dan wajah tampan yaitu Henry Cavill justru menjadi sosok Aidan dengan rambut gondrong dan jenggot panjang yang diperankan Sam Rockwell.

Ini terjadi di setiap momen menegangkan di saat Elly Conway mengedipkan matanya. Sontak hal ini membuat tawa pecah hingga terpingkal di penonton. Walau mungkin saja untuk sebagian orang akan bingung menentukan karakter fiksi yang memang diciptakan oleh Elly Conway dengan karakter mata-mata yang sebenarnya. Jawaban yang bisa ditemukan pada adegan akhir dan juga post credit dari filmnya. Ada keterkaitan karakter dan cerita filmnya termasuk dengan film trilogi Kingsman.

Character

Filmnya memang cukup lama sekitar 2 jam 19 menit, namun perpaduan drama dan komedi yang cukup berhasil menjadikan filmnya worth it untuk ditonton. Mungkin ada beberapa hal dari filmnya yang terkesan too much tetapi masih bisa tertutupi dengan hiburan yang tersaji.

Walau cukup mengagetkan karena Bryce Dallas Howard sepertinya rela menaikan badan untuk film ini. Mengingat dia memerankan dua karakter berbeda sekaligus, salah satunya sebagai agen rahasia Rachel Kylle. Melihat deretan filmnya terdahulu yang lebih menunjukkan sisi dan bentuk tubuh idela seorang wanita.

Tapi menarik ketika dirinya tidak kesulitan untuk melakoni adegan-adegan aksi dari filmnya. Termasuk memerankan dua karakter berbeda, satu sisi sebagai Rachel Kylle dengan karakter tegas dan dingin. Sisi lainnya sebagai Elly Conway dengan sisi panik dan lemah. Bryce Dallas Howard cukup berhasil melakukannya dan penonton cukup menyadari hal itu.

Untuk Henry Cavill sebenarnya menjadi agen atau mata-mata pernah dilakukan di film sebelum ini. Dengan ciri karakter yang tegas, berwibawa, tampan dan berotot dan lainnya. Film terbarunya Argylle, sang aktor membuat transformasi besar pada penampilannnya yang menarik bahkan membuat tidak dipercaya penonton.

Penulis menggambarkan karakter yang memunculkan ia menjadi Argylle cukup membuat tertawa. Setelan hijau yang cukup bergaya klasik dengan rambut potongan flat-top yang mengingatkan dengan film jadul bertemakan luar angkasa. Cukup mengejutkan sekaligus wajar jika melihat sisi sosoknya yang digambarkan berasal dari buku karena imajinasi si penulisnya, yaitu Elly Conway.

Namun, tak hanya karakter manusia yang menarik perhatian, karakter hewan, yaitu kucing bernama Alfie (Chip). Tidak hanya sekedar cameo untuk meramaikan cerita filmnya dan memperkuat karakter Elly Conway, nyatanya Alfie punya perannya tersendiri dalam film. Bahkan bagian dari hadirkan tawa di penonton filmnya.

Production company: Apple Original Films, Marv Studios, Cloudy Productions
DistributorUniversal Pictures
Cast: Henry Cavill (Aubrey Argylle), Bryce Dallas Howard (Elly Conway/Rachel Kylle), Sam Rockwell (Aidan), Bryan Cranston (Ritter), Catherine O’Hara (Ruth) hingga Samuel L. Jackson (Alfred Solomon), Dua Lipa (LaGrange), Sofia Boutella (Saba Al-Badr/ The Keeper), Ariana DeBose (Keira), John Cena (Wyatt), Chip (Alfie, Elly’s cat), etc
Director: Matthew Vaughn
Screenwriter: Jason Fuchs
Producers: Matthew Vaughn, Adam Bohling, David Reid, Jason Fuchs
Duration2 hours 19 minutes

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

4 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
fitspresso reviews
5 months ago

Just days ago I discovered this awesome website, a standout for fans. The gifted owner keeps visitors riveted with spot-on content. I’m stoked to be a new member of the community and eager to see what interesting content comes next!

puravive reviews
4 months ago

Your blog has become a part of my daily routine Your words have a way of brightening up my day and lifting my spirits

alpilean
4 months ago

It means so much to receive positive feedback and know that my content is appreciated. I strive to bring new ideas and insights to my readers.

dating tips for ladies
3 months ago

Your posts always provide me with a new perspective and encourage me to look at things differently Thank you for broadening my horizons

4
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x