Review

Bukan Sekedar Zombie, Overlord Jadikan Mayat Hidup Sebagai Senjata Perang Mematikan

158
×

Bukan Sekedar Zombie, Overlord Jadikan Mayat Hidup Sebagai Senjata Perang Mematikan

Share this article

LASAK.iD – Satu lagi film Hollywood menghiasi layar bioskop tanah air. Film bergenre horor perang produksi Bad Robot Production bersama dengan Paramount Picture memberikan tontonan lain bagi pecinta film. Beberapa film Hollywood lainnya yang saat ini tayang memang cukup menjanjikan, terlebih dengan cerita maupun aktor pemeran yang menjadi tokoh utama dalam film tersebut.

Hanya saja jangan mengesampingkan film satu ini yang berjudul Overlord. Film yang di sutradarai oleh Julius Avery ini dikemas dengan epik dari segi pengambilan angle gambar hingga visual effectnya. Sedikit membedakan dari film horor perang lainnya untuk film Overlord ini dari segi cerita. Ditulis oleh dua orang penulis langganan film besar Hollywood sekelas Flightplan hingga Hunger Games, yaitu Billy Ray dan Mark L. Smith.

Premis dari film ini sebenarnya sedikit banyak sama dengan film bergenre sama. Hanya saja baik Billy Ray maupun Mark L. Smith membuatnya menjadi anti mainstream. Bukan meluluh pada adegan peperangan yang berdarah-darah karena mengambil latar pada perang dunia II tahun 1944. Keduanya justru mengambil sudut pandang berbeda dengan menampilkan senjata rahasia yang dilakukan Hitler melalui paham Nazinya untuk melawan pasukan sekutu.

Menggambarkan pembuatan senjata biologis bukan nuklir namun mahkluk menyerupai zombie namun lebih kejam tidak bisa kembali mati karena memang untuk kekuatan militer. Dari segi pemilihan aktor yang berperan memang terbilang cukup berani yang dilakukan produser maupun sutradara.

Deretan pemain seperti Jovan Adepo, Wyatt Russell, John Magaro, Iain De Caestecker, Mathilde Ollivier, Dominic Applewhite hingga Pilou Asbaek memang bukan nama baru. Beberapa dari mereka besar melalui serial televisi, namun dalam dunia perfilman Hollywood peran yang mereka dapat terkadang lebih banyak menjadi bagian pendukung saja. Di film Overlord kejutan berbeda dihadirkan dengan menempatkan para aktor tersebut dalam lingkup karakter yang diceritakan sejak awal.

Langkah ini cukup berani melihat tidak ada aktor dengan nama besar, layaknya film Hunter Killer yang diperankan oleh Gerard Butler hingga Gary Oldman dengan mengambil latar yang sama yaitu peperangan namun berbeda zaman. Namun dengan melihat filmnya yang sudah tayang sejak Jum’at (9/11/2018) akting kesemuanya tidak usah diragukan. Mereka terlihat sangat menyatu dengan karakter dan cerita yang dibawakan masing-masing.

Melihat keseluruhan film memang seakan tidak terlihat kecacatan. Hanya saja untuk penonton yang tidak suka melihat hal seperti dalam film Overlord baik darah, make-up karakter yang dibuat seakan asli bahkan cairan-cairan lengket menyerupai gel disarankan untuk tidak menonton film ini. Kesan “jijik” mungkin jadi salah satunya sekaligus merinding dan beberapa adegan membuat kaget layaknya menonton film horor.

Tentang Film Overlord

Jika ingin menilik film Overlord, merupakan sebuah film horor perang yang mengambil latar perang dunia II di tahun 1944 di Perancis antara tentara sekutu dengan nazi, Jerman. Diceritakan melalui karakter Kapten Ford (Wyatt Russell) bersama para pemula yang hanya 3 bulan menjalani pelatihan sebagai tentara, yaitu Boyce (Jovan Adepo), Tibbet (John Magaro), Chase (Iain De Caestecker) dan Dawson (Jacob Anderson) pasukan penerjun yang selamat dari gempuran tentara Jerman.

Namun hanya empat yang kembali bertahan setelah Dawson mati setelah menginjak ladang ranjau. Keempatnya harus mengemban misi bunuh diri untuk menghancurkan menara sebuah kastil yang di kawal ratusan tentara nazi untuk menjadi pusat komunikasi Jerman yang berada di sudut kota kecil di Perancis. Hal ini untuk melancarkan invansi tentara sekutu akan Jerman.

Ditengah perjalanan ke kota tersebut mereka bertemu dengan gadis desa tersebut bernama Chloe. Sempat salah paham akhirnya Chloe bersedia menjadi pemandu mereka untuk mendekati menara tersebut. Ford dan anak buahnya dipersilahkan untuk bersembunyi di kediaman Chloe yang juga di huni adiknya Paul (Gianny Taufer) dan bibinya yang sakit aneh sejak kembali dari kastil. Dirumah tersebut Ford mengatur strategi untuk bisa masuk ke dalam kastil dan meledakannya.

Sebagai langkah awal Tibbet dan Chase memeriksa titik pejemputan yang berada tidak jauh dari lokasi mereka berada saat itu. Sedangkan Ford dan Boyce mengawasi sekaligus memikirkan cara terbaik untuk masuk ke dalam kastil. Rencana buyar seketika setelah kunjungan tentara nazi ke kediaman Chloe dan mencoba memperkosanya yang coba dihentikan oleh Boyce.

Ford terpaksa untuk menawan Kapten Wafren (Pilou Asbæk) sekaligus dimanfaatkan untuk bisa memasuki kastil tersebut. Saat Boyce diperintahkan untuk menjemput Tibbet dan Chase, dirinya justru terlibat masalah yang memaksanya untuk naik kendaraan tentara Jerman yang mengangkut mayat tentara mereka ke dalam kastil.

Dalam upaya meloloskan diri, Boyce justru menemukan jalan menuju dalam kastil. Hal mengejutkan dirinya dapatkan sesampainya di dalam kastil tersebut. Bukan sekedar sebagai menara komunikasi, jauh didalamnya terlihat percobaan ilmiah terhadap manusia dilakukan ilmuan Jerman untuk membuat senjata perang yang mematikan.

Boyce sempat melihat seorang dokter bernama Dr. Schmidt (Erich Redman) menyuntikan sebuah serum kepada tentara Jerman yang sudah mati namun seketika hidup kembali. Saat itu juga dia melihat salah satu dari tim penerjun yang ternyata selamat, Rosenfeld (Dominic Applewhite). Seperti sekali mendayung satu-dua pulau terlampaui, informasi mengenai kastil Boyce dapatkan sekaligus bisa menyelamatkan temannya dari kelinci percobaan dokter tersebut.

Sesampainya Boyce kembali, dengan keadaan panik dirinya menceritakan kepada Ford dan yang lainnya sambil memegang serum yang sempat diambilnya saat melarikan diri. Merasa ada yang ganjil, Ford mulai mengintrogasi Wafren mengenai yang terjadi di dalam kastil. Dengan santainya Wafren mengatakan hal yang membuat Chloe pun marah. Bahwa yang mereka lakukan adalah hal hebat dalam sejarah kemiliteran. Namun menggunakan orang-orang tidak bersalah sebagai kelinci percobaan.

Saat selesai mengintrogasi semuanya mulai memikirkan cara terbaik dan mencoba memanfaatkan Wafren sebagai jaminan bisa masuk ke dalam kastil. Saat Chase mencoba membawanya, Wafren balik melawan dan tertembak dari senjata yang berhasil direbut. Meski coba diselamatkan Chase ternyata terlanjur mati.

Melihat yang dilakukan oleh Dr. Schmidt dengan serum tersebut tanpa pikir panjang menggunakannya kepada Chase. Betapa terkejutnya semua saat Chase tiba-tiba terbangun dari kematian berkat serum tersebut. Namun Boyce dan lainnya terpaksa membunuhnya kembali karena serum tersebut membuatnya berubah menjadi mahkluk mengerikan seperti zombie. Memanfaatkan keadaan, Wafner mencoba melarikan diri sekaligus membawa serta Paul.

Sempat terjadi baku tembak, namun Wafner berhasil kabur dengan membawa Paul serta wajah yang terluka parah karena tertembak. Saat itulah jiwa kemanusiaan masing-masing tentara sekutu di uji. Ford ingin tetap berjalan sesuai misi yang diperintahkan namun Boyce menentangnya karena jiwa kemanusiaannya ingin menyelematkan Paul sebagai tanpa terima kasih terhadap Chloe yang membantu mereka.

Dengan berat hati Ford menyetujuinya dengan catatan penghancuran menara komunikasi menjadi prioritas utama. Tibbet dan Rosenfeld mendapatkan tugas membuat pengalih perhatian sedangkan Ford, Boyce dan Chloe memasang bom dibagian dalam kastil. Saat itulah Ford melihat yang dilakukan oleh pasukan Jerman di dalam kastil tersebut.

Bahkan Ford dan Boyce kembali bertemu dengan Wafner yang terluka parah di wajah namun terlihat baik-baik saja. Ternyata sebelumnya Wafner telah menggunakan serum serupa yang membuat Chase berubah menjadi mahkluk mengerikan. Pertarungan tak terelakan antara Ford dan Wafner sementara Boyce melanjutkan memasang bom sekaligus membantu Chloe mencari Paul.

Setelah merasa Chloe dan Paul aman, Boyce kembali membantu Ford. Di saat bersamaan Chloe juga harus berjuang melawan mahkluk lebih dari sebelumnya yang dilihat, karena tidak bisa mati walaupun tertembak di kepala. Ford yang tidak tega melihat Boyce dihajar habis-habisan terpaksa menggunakan serum yang sama agar kekuatan berimbang.

Demi menjaga kerahasiaan serum tersebut dari tentara nazi maupun sekutu, Ford mengorbankan diri dengan menahan Wafner dan mahkluk lainnya yang mulai bangkit satu per satu. Kastil berhasil dilumpuhkan, invasi tentara sekutu berhasil. Boyce, Tibbet dan Rosenfeld kembali ditugaskan dibarisan terdepan. Chloe, Paul dan penduduk desa hidup lebih aman setelah kastil runtuh dan tentara sekutu menduduki daerah tersebut.

Sebagai referensi bagi kalian pecinta film khususnya di tanah air. Film Overlord ini mendapatkan nilai positif dari para kritikus film di negeri asalnya. Dengan presentasi nilai “B” dari penilaian A+ hingga F. Jadi buat kalian yang penasaran film masih akan tayang hingga beberapa pekan ke depan.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x