Review

IP Man: The Finale Menjadi Film Donnie Yen Terakhir Perankan Grand Master Wing Chun

60
×

IP Man: The Finale Menjadi Film Donnie Yen Terakhir Perankan Grand Master Wing Chun

Share this article

LASAK.iD – Sepanjang tahun ini bioskop tanah air menghadirkan beragam genre film. Salah satu yang cukup mendominasi hadir dari genre action. Film yang banyak menghadirkan adegan fight memang memacu adrenalin siapa saja yang menonton. Tak heran cukup banyak memiliki penggemar.

Sayangnya hingga mendekati akhir tahun 2019, film action produksi hollywood masih mendominasi. Cerita menarik sebuah fiksi manusia super yang menggunakan teknologi canggih untuk menampilkan efek khusus yang menarik untuk memanjakan mata. Hal yang menjadi poin plus dari film action hollywood.

Meski begitu bukan berarti film action produksi dalam negeri maupun negara yang cukup rajin memproduksinya, seperti Thailand, India, Korea, Jepang, China, Hong Kong dan lainnya tidak memiliki nilai khusus sebagai pilihan tontonan. Jika ingin melihat kembali ke tahun 90-an hingga 2000-an masyarakat Indonesia jauh lebih mengenal film action asal China dan Hong Kong atau lebih sering disebut dengan film Mandarin.

Bahkan nama aktor dan aktris seperti Jackie Chan, Jet Li, Stephen Chow, Michelle Yeoh, Chow Yun-Fat, Andy Lau, Sammo Hung hingga Donnie Yen jauh lebih akrab di telinga masyarakat Indonesia, bahkan hingga kini.

Sederet film Mandarin seperti Once Upon A Time In China yang di bintangi Jet Li atau Police Story yang di bintangi Jackie Chan masih mendapat tempat di masyarakat. Di tengah gempuran film action superhero asal hollywood, seperti Avengers maupun Justice League.

Bahkan jelang akhir 2000-an tepatnya di tahun 2008 muncul film seri lain berjudul IP Man. Kali ini film yang mengangkat biografi ahli beladiri Wing Chun asal Hong Kong bernama IP Man di bintangi aktor kawakan, Donnie Yen.

Film yang di sutradarai oleh Wilson Yip tetap membawa nuansa China yang sangat kental namun dengan rasa baru. Masih dengan sutradara yang sama, Wilson Yip, film IP Man berlanjut hingga serinya yang ke-4 yang di rilis akhir tahun 2019. Hanya untuk seri dengan judul Master Z: IP Man Legacy di tahun 2018, Wilson Yip digantikan posisinya oleh Yuen Woo-Ping.

Jika di tarik garis merahnya, keempat seri dari film IP Man sebenarnya memiliki inti yang sama, yaitu menjaga kehormatan negeri China dari asing atau penjajah melalui kungfu tradisional. Kungfu tradisional milik IP Man memang lahir di masa sulit negeri tirai bambu atau di masa penjajahan Jepang dan negara asing lainnya.

Seolah memiliki pola yang sama, film IP Man memiliki daya tarik tersendiri untuk selalu di tonton. Perbedaan gerakan yang cukup signifikan dalam gerakan Wing Chun dengan kungfu tradisional China lainnya menjadi daya tarik penonton untuk melihat. Bahkan untuk film pertamanya masih memiliki banyak penggemar walau sudah berumur kurang lebih 11 tahun.

IP Man: The Finale, dari judulnya saja kita sudah bisa menebak bahwa ini film terakhir dari rangkaian cerita tentang seorang grand master kungfu tradisional Wing Chun bernama IP Man. Untuk seri ke-4 IP Man seperti dijelaskan sebelumnya tetap dengan pola sama yaitu petarung dengan beragam orang untuk mempertahankan kehormatan kungfu tradisional China maupun negeri China itu sendiri.

Kali ini IP Man kembali terlibat dalam pertarungan dengan barisan karateka tentara Amerika yang di pimpin seorang Sersan Master Gunnery, Barton Geddes (Scott Adkins). Pertarungan yang tak ada dalam perencanaan perjalanannya ke Amerika. Tujuan awal dirinya memenuhi undangan dari mantan muridnya Bruce Lee yang juga membuka sekolah beladiri di Amerika sekaligus mencarikan sekolah untuk anaknya, IP Ching (Jim Liu). Setelah putranya terlibat perkelahian dengan teman sekolahnya.

Film yang di isyaratkan sebagai seri terakhir dari film IP Man menjadi klimaks yang pas. Tetap adegan fight menjadi tajuk utama namun konflik dan drama yang menyertainya menjadi pelengkap yang kuat bukan sebagai penyerta atau pemanis belaka. Pada seri terakhirnya konflik serta drama memiliki porsi lebih lama dibandingkan sebelumnya. Bahkan jauh lebih sedih dan menyentuh, yang mungkin untuk sebagian besar penikmat filmnya.

Selama 4 seri film IP Man beruntungnya masih di sutradarai orang yang sama, Wilson Yip. Hal itu yang membuat keseluruhan film IP Man tidak terlihat adanya gap yang berarti meskipun jarak antara film yang satu dengan film berikutnya cukup jauh.

Terlihat jelas Wilson Yip sudah memberikan rasa dalam setiap film IP Man yang di produksinya. Sinematografi yang terus berkesinambungan ini yang seolah seorang Wilson akan tahu seperti apa film IP Man berikutnya.

Dari banyaknya film action yang bermunculan, IP Man menjadi salah satu film dengan adegan fight paling di tunggu. Melihat dari sisi kungfu yang tak hanya mengandalkan pukulan dan tendangan yang keras dan terarah. Kungfu banyak menggunakan ilmu kedokteran dalam hal titik syaraf sebagai modal melumpuhkan lawannya.

Hal yang diperlihatkan dalam pertarungan IP Man dengan Barton Geddes. Saat keduanya sudah dalam keadaan babak belur, IP Man menggunakan kemampuannya dengan menyerang titik syaraf dari Barton dan melumpuhkan dalam sekejap.

Sama halnya dengan sang sutradara, Donnie Yen yang tak tergantikan selama 4 seri sebagai IP Man terus menjaga konsistensi aktingnya. Walau saat ini teknologi untuk merubah wajah sudah sangat canggih, terlihat Donnie Yen tampil apa adanya sebagai dirinya di luar memerankan sebuah karakter.

Memerankan tokoh besar dalam sejarah negerinya, karakter IP Man sudah melekat pada sosok Donnie Yen. Bahkan sejak film pertamanya di tahun 2008. Selain dirinya yang juga ahli beladiri, perawakan asli dari sosok IP Man dengan aktor 56 tahun tersebut pun bisa dikatakan mirip.

Sepanjang empat seri film dari IP Man memang sayangnya jadi memiliki pola yang sama, yaitu penghinaan terhadap negaranya lalu bertarung dan menang. Sutradara Wilson Yip bersama dengan penulis Tai-Lee Chan, Hiroshi Fukazawa, Lai-Yin Leung dan Edmond Wong tidak memberikan warna baru. Konflik dan drama dalam setiap filmnya yang menjadi penolong.

Terlepas dari kelebihan dan kekurangannya, IP Man menjadi film kungfu pembeda dari sederet film kungfu yang selama ini ada. Penyampaian maksud dari sejarah seorang tokoh penting bernama IP Man pun berhasil ke penonton.

Sebenarnya dua film serupa pernah di produksi oleh sutradara Herman Yau dengan judul The Legend is Born: IP Man (2010) dan  Dennis To dipercayakan sebagai karakter utamanya serta IP Man: The Final Fight (2013) yang diperankan oleh Anthony Wong. Namun yang melekat di penikmat film tetap pada cerita yang diperankan oleh aktor Donnie Yen.

Untuk IP Man dan Wing Chun yang diperankan oleh Donnie Yen yang tayang di Desember 2019 dikabarkan memang menjadi yang terakhir. Namun, untuk seri Master Z: IP Man Legacy akan berlanjut untuk sekuelnya.