Review

Hunter Killer, Sensasi Film Perang Di Dalam Laut

194
×

Hunter Killer, Sensasi Film Perang Di Dalam Laut

Share this article

LASAK.iD – Sebuah film action thriller keluaran rumah produksi Original Films, Millenium Films, G-Base bersama dengan Summit Entertainment berjudul Hunter Killer saat ini menjadi salah satu film yang menghiasi bioskop tanah air yang tayang sejak 24 Oktober 2018 lalu.

Hunter Killer bisa menjadi salah satu alternatif tontonan Anda yang ingin melihat aksi para aktor dan aktris dunia asal Hollywood. Film action yang mengangkat tentang peperangan ini kembali melibatkan dua negara yang menjadi rival abadi hingga saat ini, Amerika dan Rusia.

Film yang di sutradarai oleh Donovan Marsh ini berdasarkan novel dengan judul Firing Point yang rilis pada tahun 2012 karya George Wallace dan Don Keith. Film perang ini sedikit berbeda dengan beberapa film serupa asal Hollywood.

Jika kita lebih sering melihat peperangan yang menggunakan banyak tentara dan persenjataan untuk angkatan darat maupun angkatan udara. Kali ini justru perselisihan antara kedua negara, yaitu Amerika dan Rusia menekankan pada armada angkatan laut.

Hunter Killer dibintangi aktor yang cukup sering muncul dalam film action, Gerard Butler. Hampir sama dari kebanyakan film perang lainnya dari Hollywood, film ini menampilkan kemajuan teknologi perang dari kedua negara, khususnya untuk film Hunter Killer dengan teknologi perang untuk kapal selam.

Inti film ini tentang penyelamat presiden Rusia dari kudeta yang dilakukan oleh Menteri Pertahanan mereka sendiri. Yang menariknya justru penyelamatan tersebut dilakukan oleh militer angkatan, yang merupakan pasukan khusus untuk masuk kedalam teritorial musuh.

Sedikit berbicara tentang film yang ditulis oleh Arne Schmidt dan Jamie Moss tersebut bermula saat kapal selam Amerika yang secara tiba-tiba menghilang saat mencoba membayangi kapal selam Rusia di Kutub Utara.

Kemudian Laksamana Muda John Fisk (Lonnie Rashid Lynn) mengirim kapal selam AS lainnya, USS Arkansas. Kapal selam ini di bawah komando langsung oleh Komandan Joe Glass (Gerard Butler) yang baru dipromosikan dan tidak konvensional untuk menyelidiki apa yang terjadi.

Merasa yakin dengan pengalamannya, Komandan Joe Glass melanjutkan penyelidikan ke Kutub Utara. Saat mencapai dasar laut tersebut USS Arkansas tercengang dengan temuan yang mereka dapatkan. Kapal selam Amerika ternyata tenggelam akibat rudal yang mereka dapat di lambung kapal hingga tidak ada yang selamat.

Saat mencoba menyelidiki lebih jauh, USS Arkansas mendeteksi signal lainnya yang bukan berasal dari kapal selam Amerika. Karena berada diantara pulau es, mereka cukup sulit untuk mendapatkan posisi pastinya.

Perang rudal tetap tak terhindarkan antara kedua kapal selam tersebut. Karena Komandan Joe Glass lebih cerdas hingga bisa menghancurkan kapal selam Rusia yang bersembunyi. Hal tersebut sengaja dilakukan oleh Menteri Pertahanan Rusia agar terkesan bahwa Amerika lebih dahulu yang memicu perang.

Saat mencoba menyisir kembali dasar laut Kutub Utara, USS Arkansas menemukan bangkai kapal selam lainnya yang merupakan milik Rusia. Ternyata beberapa awak didalamnya masih hidup. Dengan perdebatan sengit antara Komandan Joe Glass dan awak USS Arkansas lainnya yang memutuskan untuk menolong mereka walau pihak musuh.

Saat itu sebenarnya mereka memiliki misi khusus untuk menjemput tim khusus Amerika yang juga ditugaskan untuk menyelamatkan presiden Rusia, Presiden Zakarin (Alexander Diachenko) dari kudeta yang dilakukan oleh Menteri Pertahanan mereka sendiri Laksamana Dmitri Durov (Michael Gor).

Hal ini di picu karena Laksamana Dmitri Durov tidak ingin berdiplomasi dengan Amerika. Dirinya menganggap Amerika sebagai saingan sekaligus musuh bebuyutan yang tidak akan pernah diajaknya untuk berdamai dan memilih untuk berperang. Di sisi Amerika pun ada yang lebih memilih peperangan dibandingkan harus berdiplomasi. Dengan memberi jawaban atas rudal yang menenggelamkan kapal selam Amerika di Kutub Utara, yaitu      CJCS Charles Donnegan (Gary Oldman).

Dapat tugas penting dari negara, USS Arkansas dibawah komando Komandan Joe Grass terpaksa harus memasuki ladang ranjau milik Rusia. Karena tidak paham Medan yang mereka hadapi, Joe Glass mengajak pihak Rusia melalui kapten kapal selam yang USS Arkansas selamatkan, Kapten Andropov (Michael Nyqvist).

Setelah mendapatkan penjelasan serta bukti bahwa bukan armada kapal selam Amerika yang membuat mereka tumbang, Kapten Andropov menyetujui untuk membantu demi tercipta perdamaian dan demi menyelamatkan presiden mereka oleh Laksamana Dmitri Durov.

Presiden Rusia berhasil di selamatkan dan segera dihantarkan ke Moskow untuk menghentikan jenderal-jenderal lainnya dari keputusan yang salah, walau dirinya sempat tertembak. Dari pihak Amerika, 2 dari 4 pasukan khusus gugur saat aksi penyelamatan tersebut.

Mengetahui bahwa pihak Amerika masuk wilayah mereka, Laksamana Dmitri Durov memerintahkan untuk meledakan kapal selam tersebut walau dirinya mengetahui presiden Zakarin berada di dalam kapal selam USS Arkansas.

Bahkan Laksamana Dmitri Durov mengerahkan kekuatan penuh armada angkatan laut Rusia demi menenggelamkan kapal selam Amerika. Salah satu yang menjadi kekuatan terbesar Rusia adalah kapal penghancur yang sengaja diciptakan untuk situasi semacam ini. Dan sebagian besar awak dalam kapal penghancur tersebut merupakan didikan Kapten Andropov.

Merasa terpojok karena serangan bertubi-tubi dari kapal penghancur Rusia, Joe Glass memilih menggunakan keberadaan Kapten Andropov dan presiden Zakarin di kapal selam miliknya. Kapten Andorov berkomunikasi langsung dengan kapten dan awak kapal penghancur Rusia agar menghentikan serangan.

Bahkan presiden Zakarin pun ikut berbicara untuk menghentikan serangan ke kapal selam milik Amerika. Tidak terima karena awak kapal penghancur membangkang, Laksamana Dmitri Durov melakukannya melalui darat.

Merasa presiden dan pelatih mereka ada di kapal selam Amerika, kapal penghancur justru menghadang rudal yang dilayangkan dari darat untuk USS Arkansas oleh Laksamana Dmitri Durov. Di luar dugaan justru kapal penghancur mengirim rudal balasan dan menghancurkan tempat Laksamana Dmitri Durov berada di darat.

Film ini sebenarnya menawarkan sensasi rasa baru walau dengan gaya cerita lama untuk film action perang Amerika. Namun untuk film sekelas Hunter Killer terlalu disayangkan karena di beberapa adegan dalam film tersebut yang menggunakan teknologi CJI sangat terlihat nyata.

Padahal hal semacam ini jarang terjadi dalam produksi Amerika. Memang tidak mudah melakukan produksi menggunakan CJI, terlebih dengan skala besar. Diluar itu semua film ini memberikan value baru akan film action thriller.

Selain Gerard Butler, Lonnie Rashid Lynn atau Common, Alexander Diachenko, Michael Gor, Gary Oldman dan Michael Nyqvist. Sejumlah aktris dan aktor Hollywood juga ikut mabok bagian dalam film, seperti Linda Cardellini dan Toby Stephens serta aktor pendukung lainnya sebagai awak kapal selam USS Arkansas.

Saat ini film Hunter Killer masih tayang di bioskop kesayangan Anda. Yang penasaran cerita lengkapnya bisa pesan tiket sekarang untuk bisa nonton dengan teman ataupun kerabat.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x