Film

Sedang Tayang, Ini Fakta-Fakta Dari WeTV Original Ustad Milenial

60
×

Sedang Tayang, Ini Fakta-Fakta Dari WeTV Original Ustad Milenial

Share this article
photo by tim Lasak (Gelaran press conference Ustad Milenial pada Jum'at (9/4) lalu)

LASAK.iD – Pada Kamis (16/4) lalu tim produksi dari serial berjudul Ustad Milenial mengadakan special screening untuk episode ke-5. Sekaligus diskusi ringan mengenai original series dari WeTV yang bekerjasama dengan Imagine Pictures ini bersama awak media.

Kesempatan ini dimanfaatkan oleh Eko Kristianto selaku producer dan Lesley Simpson selaku executive producer membagi pengalaman keduanya selama proses pembuatan serial Ustad Milenial. Mulai dari konsep cerita, pemilihan pemain, lokasi hingga original soundtrack yang di isi oleh main character, Arbani dan Yoriko.

Related dengan anak muda

Eko Kristianto mengatakan cerita yang disampaikan dalam Ustad Milenial merupakan hal-hal yang related dengan keadaan kaum milenial saat ini. Ini juga yang menjadi alasan deretan pemain muda, seperti Arbani, Prilly hingga Umay dipilih menjadi karakter-karakter sentral.

Selain usia yang masih muda, deretan aktor dan aktris ini memiliki penggemar yang mayoritas juga anak muda terlebih remaja. Untuk itu penyampaian nilai-nilai Islam hingga episode 4 dan pada special screening untuk episode 5 lalu di kemas lebih ringan dan dilakukan lebih milenial yang diharapkan sampai ke penonton. Dimana menargetkan penonton dari kaum milenial.

Potongan Ayat dan Hadist jadi konsep cerita

Jika kalian penonton dari Ustad Milenial yang sudah memasuki episodenya yang ke-4, pasti akan melihat potongan Ayat atau Hadist di bagian akhir. Diungkapkan Eko Kristianto ini merupakan ide sang sutradara, Hestu Saputra. Potongan ini menjadi dasar dari penggambaran cerita maupun konflik yang tersaji setiap episodenya.

Baik Eko Kristianto maupun Hestu tidak ingin memberikan penjelasan nilai-nilai Islam dengan membuat adegan khotbah melainkan melalui adegan seolah seperti keseharian penonton maupun isu yang berkembang di dewasa ini. Keduanya juga tak ingin membuat kesan Ustad Milenial menjadi tontonan yang menggurui tetapi sebagai wadah belajar yang kekinian.

Homely, Jogja dipilih sebagai lokasi

Berkaitan dengan lokasi, Eko sejak awal memang memilih kota Jogja sebagai pilihan utama. Kota satu ini dirasa memiliki atmosfir yang pas dengan cerita yang ingin disampaikan sepanjang 20 episode. Sekaligus yang menjadi trademark dari WeTV yang ingin menampilkan kelokalan Indonesia.

Atmosfir ini yang sangat terlihat jelas di setiap episode dari Ustad Milenial. Tak sebatas dialog yang diselingkan dengan bahasa Jawa, tetapi juga lingkungan rumah. Pada episode 6 nanti suasana pedesaan seperti hamparan sawah hijau yang jauh dari kebisingan dan polusi kendaraan akan ditampilkan.

Ini yang membuat tim produksi juga pemain seperti Umay Shahab mengatakan kota Jogja layaknya rumah. Ada rasa nyaman yang menurut mereka tidak dirasakan di kota lain. Selain curhatan tim produksi untuk mendapat kemudahan dalam mengakses segala kebutuhan khususnya alat shooting.

Konflik “warisan” dari orang tua

Pada scene awal episode 1, penonton akan melihat beberapa karakter yang sedang bekerja di sebuah workshop. Dimana tiga dari mereka merupakan orang tua dari karakter Ahmad, Ibrahim dan Timbo. Inilah awal mula konflik berkepanjangan di serial Ustad Milenial.

Konflik yang berawal dari orang tua lalu berlanjut kepada anak-anak mereka yang berhubungan dengan hutang yang dijelaskan pada episode 1. Namun konflik berkembang yang melibatkan percintaan, persahabatan dan keluarga.