Film

Proyek Awal Satria Dewa Universe, Gatot Kaca Mengangkasa Di 2020

131
×

Proyek Awal Satria Dewa Universe, Gatot Kaca Mengangkasa Di 2020

Share this article

LASAK.iD – Belum reda rasa penasaran masyarakat khususnya pecinta film dengan kehebohan Gundala Putra Petir,  ksatria dari tanah Jawa yang diangkat ke layar lebar. Kali ini giliran rencana besar Satria Dewa Studio yang menggandeng Caravan Studio dan Magma Entertainment proyek dari Satria Dewa Universe  menjadi pembicaraan.

Disebut universe, pastinya bukan hanya satu film saja yang nantinya akan diluncurkan, melainkan beberapa film yang masih saling berkaitan satu sama lainnya. Berlatar cerita pewayangan yang berasal pula dari tanah Jawi, film ini mengisahkan perselisihan antara Pandawa dan Kurawa hingga berakhir dengan perang besar yang dikenal dengan nama perang Baratayuda. Perang yang menjadi bagian penting juga klimaks dari kisah Mahabrata, yang terjadi di dataran Kurukshetra.

Konferensi Pers Satria Dewa Gatot Kaca (dok. Sarah/ Lasak.id)
Konferensi Pers Satria Dewa Gatot Kaca (dok. Sarah/ Lasak.id)

Yap,  Satria Dewa Universe merencanakan delapan film yang akan dimulai dari tahun 2020 hingga 2026. Sebagai film pertama rumah produksi akan menampilkan sosok utama dari Pandawa, yaitu Satria Dewa Gatot Kaca yang akan mengangkasa di tahun 2020. Kemudian dilanjutkan dengan kisah dari Satria Dewa Arjuna di 2021 dan Satria Dewa Yudistira di 2022.

Perilisan untuk filmnya tidak berurut pada para ksatria dewa saja, karena Satria Dewa Studio, Caravan Studio dan Magma Entertainment lebih memilih menampilkan lebih awal untuk perang legendaris antara Pandawa dan Kurawa yaitu Baratayuda di tahun 2023. Berlanjut hingga 2026 yang menampilkan  5 Pandawa lainnya, yaitu Satria Dewa Bima di 2024, Satria Dewa Nakula-Sadewa di 2025 serta ksatria dewa wanita yang sangat terkenal, Srikandi di tahun 2026.

Sebagai film penutup di tahun yang sama dengan perilisan Sartia Dewa Srikandi, direncanakan kembali menceritakan pertempuran besar atau klimaks antara Pandawa dan Kurawa yaitu perang Kurukshetra.

Rencana tersebut saat ini memang masih dalam tahap brainstorming ide untuk menemukan cerita atau garis merah yang bisa digambarkan para Satria Dewa di zaman modern. Seperti yang diungkapkan oleh Rene Iskak juga Bagus Bramanti selaku penulis skenario, bahwa dasar cerita tetap mengakar pada aslinya tentang Pandawa dan Kurawa. Hanya saja, Satria Dewa Universe ini lebih menekankan pada kisah para ksatria dewa yang lebih modern dan ramah dengan anak muda saat ini.

Rene Iskak dan Bagus Bramanti, dua orang dibalik Satria Dewa Universe (dok. Sarah/ Lasak.id)
Chris Lie dan Bagus Bramanti, dua orang dibalik Satria Dewa Universe (dok. Sarah/ Lasak.id)

Juga Rene Iskak yang mewakili rumah produksi menginginkan film ini layaknya universe dari marvels yang memang bisa dinikmati oleh banyak kalangan di seluruh dunia. Dan berharap dapat meraih sukses tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di perfilman internasional.

Bagus Bramanti yang ditemui oleh awak media menegaskan bahwa cerita akhir yang digambarkan setelah pertempuran adalah  Pandawa mendapatkan kemenangan dan hidup. “Keturunannya mereka ternyata menurun hingga menjadi pemimpin kerajaan-kerajaan seperti Majapahit hingga Demak. Bahkan diketahui keturunan langsung dari para ksatria dewa masih ada. Hal itu yang menjadi dasar untuk membuat cerita untuk satria dewa universe ini,” ujarnya.

Pastinya projek besar untuk Satria Dewa Universe patut untuk ditunggu, namun pecinta dari cerita Pandawa dan Kurawa maupun pecinta film tanah air masih harus bersabar hingga tahun depan, yaitu 2020. Jadi, ikuti terus perkembangan tentang Satria Dewa Universe di Lasak.id ya.

(Sarah)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x