Film

Prilly Latuconsina Baper Tiga Hari Karena Skenario

89
×

Prilly Latuconsina Baper Tiga Hari Karena Skenario

Share this article

LASAK.iDPuspa Indah Taman Hati merupakan film sukses dan populer yang dirilis awal 1980-an. Saat itu, dua karakter utama, Galih Rakasiwi yang diperankan Rano Karno dan Ratna Suminar/Marlina oleh Yessy Gusman muncul sebagai ikon pasangan yang melegenda mungkin hingga generasi saat ini.

Ini adalah sekuel dari film pertama berjudul Gita Cinta Dari SMA yang dirilis setahun sebelumnya yaitu di tahun 1979, yang juga diperankan oleh keduanya. Baik film atau pemeran filmnya mendapat sambutan hangat dan menjadi salah satu film sukses tanah air.

Ingin mengulang sukses yang sama, rumah produksi Starvision menghidupkan kembali cerita dan karakter ikonik Galih dan Ratna. Versi reboot-nya kali ini dihadirkan oleh Yesaya Abraham sebagai Galih Rakasiwi dan Prilly Latuconsina sebagai Ratna Suminar dan Marlina (Puspa Indah Taman Hati).

Hadir sebagai reboot tentu kesamaan dari yang terdahulu akan dirasakan kembali. Cukup jelas dirasakan vibes era 80an kembali dibawa oleh Monty Tiwa sebagai sutradara, mulai dari penggunaan bahasa baku hingga pakaian.

Skrip yang menggunakan bahasa baku

Para pemain pada pakaian sebenarnya tidak ada masalah berarti. Skenario yang keseluruhan menggunakan bahasa baku menjadi tantangan cukup sulit. Diketahui sebagian besar pemain merupakan aktor dan aktris muda yang memang lahir di era gen z.

Challenging salah satunya adalah skripnya menggunakan bahasa baku. Banyak hal-hal yang aku ketika baca skrip juga ada beberapa kata yang aku tidak terlalu mengerti atau ngga terlalu tahu gimana cara mengucapkannya dalam bahasa baku“, jelas Ken Nala Amrytha, pemeran Nita (cewek rumpi).

Dituntut bisa menari

Selain itu, Puspa Indah Taman Hati yang mengusung drama musikal menuntut para pemain terutama Yesaya Abraham dan Prilly Latuconsina untuk melakukan adegan menari. Akui memiliki tubuh yang tidak lentur, keduanya cukup kesulitan untuk melakoni adegan menari.

Saya lebih susah nge-dance, karena saya nge-dance tiktok aja ngga bagus. Tiba-tiba ini harus nge-dance di film yang besar, itu mau nangis rasanya, kaya aduh gimana kalau sampai dancenya kaku. Waktu kita juga dikasih waktu sama pak monty untuk latihan. Ini juga akhirnya jadi tantangan buat aku“, ungkap Prilly.

Bahkan keduanya menghabiskan waktu berjam-jam untuk latihan koreografi. Yesaya bahkan dituntut menirukan gaya khas dari Chrisye, salah satu legenda musik tanah air.

Jelas sangat sulit, sebenarnya Gita Cinta ngga ada joget-jogetnya sama sekali. Di sini personality Galih agak berubah dari yang bisa menyampaikan lagu-lagu yang deep dan slow berubah karena keadaan dan keinginan pasar. Pas pak monty bilang gw harus nari, asli lutut gw mau copot sampai mau nyerah. Gw sampai butuh beberapa jam untuk masuk ke zone gw bisa nari yang dibantu sama astrada filmnya“, timpal Yesaya.

Prilly Latuconsina sampai baper

Pada film Puspa Indah Taman Hati, Prilly Latuconsina kembali memerankan karakter utama. Bedanya, kali ini ia harus menjalani dua peran berbeda, satu sisi menjadi Ratna dan sisi lainnya menjadi Marlina. Sebagun tetapi tidak sama menjadi tantangan untuk Prilly Latuconsina.

Kesulitan yang dirasakan Prilly Latuconsina bukan pada akting yang harus dilakukan secara tektokan. Namun, kebiasaan seorang Prilly Latuconsina yang terbawa perasaan atau baper pada skenario yang dibuat oleh penulis Alim Sudio dan Eddy Iskandar.

Tak lepas dari dua karakter, yaitu Ratna dan Marlina yang dimainkan oleh Prilly Latuconsina dalam film Puspa Indah Taman Hati yang memang memiliki karakter yang saling bersebrangan. Kaitan eratnya pada sosok Galih akan masa lalu dan masa kini.

Baperan sama skenario, di saat aku peran Marlina sebal sama Ratna, di saat peran Ratna sebel sama Marlina. Susah buat aku bagaimana caranya pas Ratna benar-benar ada dikakinya Ratna, ngga kepikiran sama perasaannya Marlina. Gitu juga sebaliknya. Aku pernah baper sampai tiga hari karena dialognya Ratna loh“, ungkap Prilly.

Sinopsis

Galih jadi penyanyi solo yang sukses album pertamanya. Di kampus seni Galih bertemu Marlina, gadis yang wajahnya mirip Ratna. Galih takut ditolak oleh orang tua Marlina. Sementara Marlina ragu apakah Galih mencintainya, atau hatinya masih untuk Ratna. Akankah Galih dan Ratna kembali? Ataukah Galih dan Marlina?