Music

God Bless: Album, Film dan Pameran di Perayaan 50 Tahun

50
×

God Bless: Album, Film dan Pameran di Perayaan 50 Tahun

Share this article

LASAK.iD – Bicara tentang musik, banyak hal yang bisa dijabarkan mengenai hal satu ini. Tak hanya tentang musik itu sendiri tetapi pelaku yang menjadi bagiannya. Dalam hal ini para musisi, baik itu sebagai solois, grup maupun sebuah band.

Musik pun sama dengan bidang lainnya yang memiliki peminat, entah sebagai pembuatnya atau hanya sebagai penikmatnya. Dua sisi mata uang yang akhirnya menciptakan sebuah ikon dalam musik. Seringnya, untuk menandakan sebuah masa, berdasarkan genre atau justru dari pelaku musiknya itu sendiri.

50th God Bless

Di Indonesia banyak musisi yang melakukannya, misalnya pada musik rock. Penikmat musik memiliki ikonnya melalui grup band legendaris God Bless. Bahkan titel tersebut tetap melekat kepada band yang tahun ini memasuki usia emasnya yang ke-50 tahun.

Pencapaian yang luar biasa, apalagi God Bless masih eksis di industri musik dengan tetap berkarya melalui rilisan single hingga album. Achmad Albar, Ian Antono, Donny Fatah, Abadi Soesman dan Fajar Satritama menandainya dengan perilisan album spesial 50th God Bless bertajuk Anthology.

Lagu dalam album Anthology bukan juga karya terbaru dari God Bless. Dikatakan sebagai album kompilasi karena Anthology berisikan 12 lagu yang dipilih dari setiap album yang pernah dirilis oleh God Bless sebelumnya.

Spesialnya, musik untuk ke-12 lagunya dikemas dalam kemegahan musik orkestra dengan menunjuk Tohpati sebagai produser dan arranger. Untuk membuatnya juga tidak biasa, Tohpati turut menggandeng Czech Symphony Orchestra, kelompok orkestra asal Republik Ceko yang sudah berpengalaman selama 26 tahun.

Perilisan album Anthology ini rancangan dari perjalanan God Bless dan juga menuju perayaan 50 tahun nanti yang direncanakan In Syaa Allah di bulan November tanggal 10. Perjalanan yang cukup panjang yang kita harapkan nanti bisa berjalan dengan baik karena ini suatu pengalaman yang panjang buat kita terutama sekali kita mendapat kesempatan yang luar biasa untuk berkolaborasi dengan Tohpati yang nanti sebagai konduktor dari orkestra-nya“, ungkap Achmad Albar.

Menanggapi yang dikatakan sang vokalis, Fajar Satritama, drummer band God Bless mengatakan,50 tahun ini peringatan sejarah panjang God Bless. Jika melihat perjalanan dari album pertama sampai album terakhir ini dikemas dengan distorsi musik biasa. Kita ingin dikemas dengan orkestra sambil me-relate antologi perjalanan God Bless. Ini alasan utama kita kenapa lebih memilih ke 12 lagu ini“.

Selain itu, musik orkestra selalu memberikan kesan megah untuk genre musik lainnya. Tohpati sebagai seorang arranger berhasil melakukan di banyak kesempatan. Pencapaian yang menjadi alasan utama God Bless mempercayakan hal yang sama kepada Tohpati untuk album Anthology.

Rilis album digital dan fisik

Selain musiknya yang dibuat megah dengan orkestra, perilisan lagu dalam album Anthology pun dibuat berbeda dan spesial. God Bless yang berdiri sejak awal tahun 70-an telah melewati masa bagaimana musik di tanah air berkembang.

Mulai dari selera yang juga kental dipengaruhi musik barat, melayu dan asia. Bahkan bentuk promosi yang dilakukan dari bentuk fisik, seperti vinyl, kaset, compact disc (CD), digital versatile disc (DVD) dan berkembang pada era digital dengan muncul berbagai macam platform musik.

Untuk merayakan perjalanan God Bless selama 50 tahun, album Anthology akan dirilis dalam bentuk fisik dan digital. Secara digital di seluruh platform musik, sedangkan secara fisik akan dirilis dalam bentuk vinyl, compact disc (CD) hingga kaset.

Album Anthology memiliki arti yang spesial yang akan dirilis dalam bentuk fisik dan sebuah format. Ada kaset, ada CD dan ada vinyl, yang perilisannya akan berurutan sesuai kesulitannya masing-masing. Berharap bulan September mulai beredar karena Agustus sudah memulai tur konser”, ungkap Denny MR selaku manajemen band God Bless.

Tour Concert 50th God Bless

Band atau musisi menggelar konser menjadi hal wajib untuk merayakan sebuah pencapaian. Apalagi untuk band sekelas God Bless yang merayakan momen emas usia band yang ke-50. Meski personil saat ini secara merata berusia 70 tahun, namun semangat untuk menghibur penggemar meruntuhkan hal tersebut.

Konser dari God Bless rencananya akan digelar mulai bulan Agustus dan hingga November 2023. Bandung, Surabaya, Makassar, Medan, Bali dan kota di Kalimantan menjadi daftar kota yang akan disambangi oleh band God Bless.

Saya lupa urutan kotanya, tapi tur rencananya akan dimulai dari Bandung, Surabaya, Makassar, Medan, Kalimantan dan Bali“, jelas Denny MR.

Sebagai puncak perayaan 50th God Bless, di bulan November tepatnya 10 November 2023, God Bless menggelar konser megah yang rencananya akan digelar di Istora Senayan, Jakarta. Sekaligus puncak rangkaian tur konser 50 tahun God Bless.

Semua lagu yang ada di album Anthology akan dimainkan, setelah diskusi ada tambahan lagu yang menjadi 20 lagu nantinya yang dimainkan secara orkestra. Lagu tambahannya belum pernah dipakai orkestra kayanya itu yang akan aku ulik. Juga kemungkinan bintang tamu akan dihadirkan yang saat ini masih di approach“, ungkap Tohpati.

Buku dan film biopik

Selain album Anthology, buku serta film biopik siap dirilis sebagai bagian dari perayaan 50 tahun band God Bless. Film yang akan disutradarai Hanung Bramantyo akan bergenre biografi atau biopic tentang God Bless.

Jika sesuai jadwal pengambilan gambar akan dimulai pada bulan Oktober 2023 dan akan tayang setahun setelahnya atau pada 2024 mendatang.

Konon akan film biopik, film itu rencananya akan dimulai pengambilan gambar itu di bulan Oktober. Memang filmnya targetnya untuk tayang di 2024. Saat ini, fokus skenario mengambil satu periode penting dari perjalanan God Bless. Yang menjadi daya tarik dari God Bless yang paling ingin diketahui banyak orang“, kata Denny MR.

Apresiasi untuk God Bless

Di usia emasnya, God Bless mendapat banyak apresiasi tidak hanya dari penggemar atau dalam hal ini masyarakat tetapi juga pemerintah. Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemdikbudristek RI melalui Hilmar Faris, Direktur Jenderal Kebudayaan, dukungan diberikan melalui produksi video klip untuk lagu Musisi.

Video klip Musisi akan digarap sineas muda asal Bali, Erik Est yang akan dibantu oleh Ezekiel Rangga sebagai technical director. Selain itu, Direktorat Jenderal Kebudayaan dan God Bless rencananya akan menggelar pameran yang memamerkan koleksi masterpiece dari band God Bless yang akan bertempat di salah satu cagar budaya nasional.

Songlist album Anthology

  1. Overtune (Instrumental Medley)
  2. Menjilat Matahari
  3. Bla Bla Bla
  4. Huma Di Atas Bukit
  5. Kehidupa
  6. Serigala Jalanan
  7. Jalan Pulang
  8. Balada Sejuta Wajah
  9. Musisi
  10. Rumah Kita
  11. Semut Hitam
  12. Maret 89