Curhat Literasi Diskusi Mengenal Kondisi Kesehatan Mental
Food/ Health

Curhat Literasi Diskusi Mengenal Kondisi Kesehatan Mental 

LASAK.iD – Berbagai peristiwa terkait kesehatan mental menjadi hal yang cukup mengkhawatirkan dalam beberapa tahun terakhir. Kementerian Kesehatan pada 2021 bahkan merilis data sebanyak 20% dari total penduduk Indonesia mengalami potensi masalah kesehatan mental.

Hal ini diperkuat hasil penelitian yang dilakukan oleh Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia pada tahun 2021 menemukan bahwa mayoritas remaja dan dewasa muda berusia 16-24 tahun memasuki periode kritis kesehatan mental. Sementara, hampir 96% remaja dan dewasa muda mengalami gejala kecemasan (anxiety) dan 88% diantaranya mengalam gejala depresi.

Sebagian gangguan mental memang disebabkan oleh faktor genetik atau penyakit lainnya. Namun, diluar itu, lingkungan sosial juga menjadi penentu kesehatan mental seseorang. Oleh karena itu, sudah waktunya kita menciptakan lingkungan yang sehat, peduli dan memberi ruang untuk sesama agar dapat terhindar dari hal-hal yang mengganggu kesehatan mental.

Dalam rangka mewujudkan lingkungan yang sehat tersebut, Gen Literate (Gen L) bersama Nutrisi Keluarga menggagas terlaksananya forum Curhat Literasi pada Selasa, 29 November 2022. Curhat Literasi merupakan forum diskusi dimana peserta dapat mengemukakan pendapat, persoalan yang dihadapi dengan bebas, tanpa khawatir akan dihakimi ataupun disalahkan.

Ketua Komunitas Gen L, Nuke Patrianagara, menjelaskan diadakannya kegiatan workshop ini sebagai forum untuk mencari solusi atas kebingungan terhadap hal-hal yang terjadi di kehidupan mereka. Ia berharap kehadiran komunitas ini dapat memberikan ruang berbagi bagi orang-orang yang tidak mendapatkan dukungan dari lingkungan disekitarnya.

Terkadang kita merasakan kesal bahkan marah namun tidak bisa diungkapkan karena takut dan tidak ada media untuk menyampaikan perasaannya itu. Oleh karena itu, Gen Literate mencoba memberi ruang untuk mereka yang ingin mengungkapkan apa yang terpendam selama ini melalui Curhat Literasi dengan dipandu oleh praktisi kesehatan mental,” jelas Nuke.

Pembentukan ruang saling dukungan bagi satu sama lain juga Nuke lakukan melalui Kerjasama dengan Nutrisi Keluarga. Mereka membantu para orangtua terutama ibu yang memiliki balita untuk mencurahkan permasalahan seputar tumbuh kembang anak.

Masih banyak ibu yang memberikan nutrisi bagi anaknya tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Misal, pemberian Susu Kental Manis (SKM) alih-alih memberikan susu pertumbuhan pada anak, padahal seperti yang kita tahu kalau SKM itu tidak untuk dikonsumsi sebagai pengganti susu untuk pertumbuhan anak,” tambah Nuke.

Lebih lanjut Nuke berharap agar kedepannya Kerjasama antara Gen-L dengan Nutrisi Keluarga terus berkembang, karena masih diperlukan komunitas-komunitas yang dapat mengedukasi masyarakat terkait SKM.

Praktisi Kesehatan Mental, Zikron Ikrahi Kabir, yang bertindak sebagai coach atau konselor pada kesempatan itu menuturkan sebagian faktor yang mempengaruhi kesehatan mental tersebut bersumber dari hal-hal yang kita alami sehari-hari dan kita anggap sepele.

Terkait parenting misalnya, ada anak yang terlihat nakal, trouble maker, suka gangguin teman. Biasanya kita hanya memberi label bahwa anak ini nakal. Tapi apakah ada yang mencoba mengajak ngobrol si anak, apa yang dia rasakan, apa yang dia inginkan?,” beber Zikron.

Dalam kesempatan itu, Zikron juga mengajak anggota komunitas untuk berani berbicara dan berani mendengarkan. Ia juga menjelaskan, untuk mengurangi beban atau rasa frustasi, salah satunya melalui kegiatan sharing.

Panggil nama anak, pasangan, orang tua dengan sepenuh hati, tatap dengan sepenuh hati, peluk dengan penuh kasih. Melalui tatapan yang tulus atau pelukan penuh kasih, kita sejatinya dapat menyampaikan apa yang kita rasakan tanpa perlu berbicara. Setelah itu, bisa dilanjutkan dengan berkomunikasi seperti biasa,” jelas Zikron.

Lebih lanjut, Zikron juga mengingatkan agar peserta juga memperhatikan asupan gizi dengan mengkonsumsi makanan dan minuman dengan kandungan gizi yang cukup untuk keluarga.

Sehat fisik dan sehat mental ini saling berhubungan. Jadi tetap perhatikan asupan gizi, hindarkan makanan minuman tinggi kandungan gula, garam, dan lemak (ggl),” jelas Zikron.

Komentarlah yang bijak

Related posts