Cek Pemenang Film Terbaik di Malam Anugerah ACFFEST 2022
Wakil Ketua KPK - Nurul Ghufron saat memberikan sambutan di Malam Anugerah Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST) 2022
Event

Cek Pemenang Film Terbaik di Malam Anugerah ACFFEST 2022 

LASAK.iD – Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST) 2022 tahun ini mengangkat tema ‘Berawal Dari Kita, Bangkit dan Bergerak Bersama Lawan Korupsi’. Ini sejalan dengan semangat Presidensi Indonesia pada G20 ‘Recover Together Recover Stronger’.

Proses panjang telah dilalui dimulai sejak pertama kali meluncurkan programnya di bulan Juni 2022. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan Movie Day yang dilaksanakan di kota Palangkaraya dan Medan. Lalu ada International Film Screening di Bali, Webinar Series, Movie Camp bagi finalis proposal ide cerita, Screening Day, kemudian kurasi dan penjurian karya film.

Puncaknya pada Sabtu (3/12) bertempat di Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail Jakarta, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Malam Anugerah Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST) 2022. Ada tiga kategori yang diperebutkan pemenangnya, yaitu Proposal Ide Cerita, Film Pendek Fiksi, dan Film Pendek Dokumenter.

Malam penghargaan turut dihadiri Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron dan Johanis Tanak. Dalam sambutannya, Ghufron mengatakan, budaya film di Indonesia telah digunakan untuk banyak hal, yakni hiburan yang didalamnya mengandung informasi dan edukasi yang bertujuan untuk persuasi.

KPK ingin menggunakan budaya film sebagai metode dan cara untuk bersama-sama saling memersuasi dan menggelorakan semangat antikorupsi,” kata Ghufron.

Selama ini, lanjut Ghufron, cerita mengenai korupsi dan penegakannya selalu dengan Operasi Tangkap Tangan (OTT). Seakan budaya penegakan hukum hanya didekati dengan upaya penindakan, dimana hal tersebut seharusnya menjadi budaya paling akhir.

Sebelum kemerdekaan bangsa Indonesia, film sudah digunakan untuk menggelorakan semangat perjuangan. Maka mudah-mudahan dengan membudayakan film ini, sedikit demi sedikit kita bisa membangun budaya antikorupsi di Indonesia,” pesannya.

Pemenang penghargaan ACFFEST 2022 adalah sebagai berikut:

Kategori Film Proposal Ide Cerita

  • Best ACFFEST Movie Award, Category Short Film – Titip Sendal (Historia, Pontianak)
  • Favorite ACFFEST Movie Award, Category Short Film – Loma (Relung Production, Yogyakarta)

Kategori Film Pendek Fiksi

  • Best ACFFEST Movie Award, Category Short Fiction – Sedikit (Nirmana Films, Blora)
  • 2nd Winner ACFFEST Movie Award, Category Short Fiction – Soto Ayam (Tutur Creaive,
    Sleman)
  • Special Mention ACFFEST Movie Award, Category Short Fiction – Labirin Lembusora (Javora
    Studio, Blitar)

Kategori Film Pendek Dokumenter

  • Best ACFFEST Movie Award, Category Short Documentary – Elin (Yayasan Gotong Royong
    Kreatif, Aceh)
  • Special Mention ACFFEST Movie Award, Category Short Documentary – Utan Bi’ha Re’hi (Loka
    Pola, Maumere)

Para pemenang dari masing-masing kategori telah melalui proses penjurian dan kurasi dari dewan juri yang berpengalaman dibidangnya. Di antaranya ada nama Kamila Andini dan Yulia Evina Bhara. Selain itu, Wregas Bhanutedja dan Rahabi Mandra menjadi juri untuk kategori film pendek fiksi. Kemudian Tonny Trimarsanto dan Chairun Nissa juga turut terlibat sebagai juri pada kategori dokumenter.

Ada total sekitar 581 proposal ide cerita film dan 412 karya film pendek yang meliputi 319 film pendek fiksi dan 93 film pendek dokumenter yang terkurasi. Karya-karya tersebut dikirimkan oleh para peserta yang berasal dari Aceh hingga Papua.

ACFFEST sendiri merupakan ajang kreasi, eksibisi, dan forum diskusi yang digagas dan dikelola oleh Direktorat Sosialisasi & Kampanye Antikorupsi KPK. ACFFEST juga menjadi ajang apresiasi terhadap bakat-bakat muda kreatif guna meningkatkan kesadaran, dukungan, serta partisipasi masyarakat terhadap upaya pemberantasan korupsi. Sekaligus menanamkan perilaku antikorupsi sebagai bagian dari gerakan, kampanye, dan pendidikan antikorupsi melalui media film.

KPK mengapresiasi dan menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para peserta yang telah mengikuti Anti-Corruption Film Festival 2022 dengan antusias.

Budaya adalah kebiasaan baik yang terpatri secara turun temurun, karenanya, mari buktikan bahwa dengan film kita mampu mendidik Indonesia yang berbudaya, yakni budaya pendidikan, budaya kerja, budaya usaha dan budaya politik, yakni budaya yang jujur,” tutup Ghufron.

Komentarlah yang bijak

Related posts