130 Pengrajin Kembali Pamerkan Batik, Tenun & Mutiara Asli Indonesia Di Pameran WARISAN
Fashion

130 Pengrajin Kembali Pamerkan Batik, Tenun & Mutiara Asli Indonesia Di Pameran WARISAN 

LASAK.iD – Sukses dengan penyelenggaraan sejak 2016, Wasiat Agung Negeri Nusantara atau yang lebih dikenal dengan WARISAN kembali untuk tahun ke-4 di 2019. Masih bertempat di Jakarta Convention Center, Senayan, WARISAN akan berlangsung selama 4 hari, mulai dari 22-25 Agustus 2019.

Sama dengan penyelenggaraan sebelumnya, WARISAN masih menampilkan 3 wasiat Indonesia, yaitu Batik, Tenun & Mutiara dari lebih 130 stand peserta, yang berasal dari daerah-daerah di Indonesia. Untuk Batik, yang akan ditampilkan selama 4 hari dari jenis Batik Tulis, Batik Cap dan kombinasi keduanya.

Dari segi Tenun akan banyak menghadirkan kain Tenun khas NTT yang terkenal dan Tenun Songket yang mewah asal Palembang. Begitu juga dengan Mutiara, yang akan dihadirkan merupakan mutiara khas dari perairan laut di Indonesia. Ketiga wasiat Indonesia yang dipamerkan sudah bersertifikat.

Selain itu, untuk Batik, Tenun juga Mutiaara telah melewati kurasi sebelum dipamerkan. Disinilah peran para kurator diperlukan. Salah satunya untuk mengawasi para tenant untuk menjual produk yang asli. Kurator ini terdiri dari Kurator Batik (Komarudin Kudiya, Romi Oktabirawa dan Dudung Alie Syahbana), Kurator Tenun (Zainal Arifin) dan Kurator Mutiara (Ratna Zhuhry).

Citra Bahtera Nusantara kembali diangkat menjadi tema utama. Namun yang menjadi highlight masih untuk Batik, yang kali ini hadir dari motif Garudo atau yang sering dilafalkan dengan Gurdo. Orang pun sering menyebutnya sebagai motif Batik Lar (sayap). Sedangkan di daerah Cirebon dikenal dengan nama Batik Sawat.

Penyelenggaraan tahun 2019 sekaligus memperingati 10 tahun Batik Indonesia diakui oleh UNESCO.  Melalui Pameran WARISAN diharapkan mengembalikan lagi minat dan antusias masyarakat Indonesia akan Batik dan warisan lainnya, seperti yang terjadi di awal 2010-an lalu.

Press conference Pameran WARISAN 2019 berlokasi di Galeri Indonesia Kaya pada Rabu (14/8/2019) yang dihadiri pihak Mediatama Binakreasi dan para kurator. (kiri-kanan) Ratna Zhuhry (Kurator Mutiara), Komarudin Kudiya (Kurator Batik) dan Umi Noor Wijiati (Direktur PT. Mediatama Binakreasi)

Dari sisi Mutiara, mungkin sebagian masyarakat Indonesia hanya mengenal daerah Lombok sebagai penghasil mutiara terbaik di tanah air. Nyatanya banyak daerah lain mulai dari Sabang hingga Marauke. Di mulai dari Lampung yang ada di Pulau Sumatera hingga di timur Indonesia, yaitu Papua, tepatnya di kawasan Raja Ampat.

Ratna Zhuhry sebagai kurator mutiara mengungkapkan, Indonesia menduduki no.1 sebagai negara yang menghasilkan sour sea pearl terbaik di dunia mengalahkan negara tetangga Australia. Sedangkan terkait Pameran WARISAN Ratna menambahkan, ini merupakan ruang dan wadah untuk memberikan edukasi lebih luas lagi tentang Batik, Tenun & Mutiara asli dari Indonesia.

Melanjutkan kesuksesan Pameran WARISAN tahun-tahun sebelumnya, program seperti pertunjukan musik tradisional dan kuis tebak keaslian BAHTERA (Batik, Tenun & Mutiara) dengan hadiah hingga jutaan tetap ada. Tidak ketinggalan akan ada WARISAN Awards yang diperuntukan untuk banyak pengrajin Batik, Tenun & Mutiara.

Yang berbeda dari penyelenggaraannya tahun ini, akan lebih melibatkan para generasi muda yang dikenal dengan generasi milenial. Ini juga sebagai bentuk kepedulian Pameran WARISAN terhadap pelestarian Wastra Indonesia kepada generasi muda. Salah satunya dengan mengadakan Workshop dan Kompetisi Draperi dengan melibatkan siswa/i SMK Negeri untuk Jurusan Tata Busana di DKI Jakarta.

Bahkan pengunjung yang membeli produk di Pameran WARISAN sudah mendapatkan garansi untuk kerajinan yang dibeli. Termasuk sertifikat dengan berbagai jenis kategori yang sudah dinyatakan keasliannya oleh kurator, seperti kerajinan yang memiliki nilai di atas 5 juta akan mendapatkan sertifikat gold.

Tahun ini disampaikan langsung oleh Umi Noor Wijianti selaku Direktur PT. Mediatama Binakreasi diharapkan bisa mencapai 10.000 pengunjung. Begitu juga dengan transaksi ritel bisa mencapai nilai 20 milyar rupiah.

Pameran WARISAN akan di buka mulai pukul 09.00 – 21.00 WIB. Terkait tiket masuk, penyelenggara mematok harga Rp 100.000,00 (seratus ribu rupiah). Cukup mahal memang untuk ukuran acara yang hanya memakai satu hall saja di Jakarta Convention Center.

Namun kabar baiknya, pengunjung bisa masuk secara gratis jika mengenakan salah satu dari 3 warisan yang dipamerkan, baik Batik, Tenun maupun Mutiara (diharapkan merupakan produk asli loh). Termasuk juga untuk pengunjung yang memiliki undangan khusus acara Pameran WARISAN.

(Sarah)

Komentarlah yang bijak

Related posts