Jpop

Wendy Rilis Album Perdana Bertajuk Don’t waste my YOUTH

137
×

Wendy Rilis Album Perdana Bertajuk Don’t waste my YOUTH

Share this article

LASAK.iDWendy merupakan band rock asal Jepang yang beranggotakan para remaja dengan rata-rata usia 18 tahun. Band beranggotakan Skye McKenzie (vokal & gitar), Sena (drum), Johnny Bowie (bass) dan Paul (gitar) sempat merasakan frustasi karena tidak bisa tampil maksimal di masa pandemi.

Para personil merasa masa remaja (youth) yang seharusnya dijalankan dengan bebas, harus terenggut karena aktivitas yang dibatasi karena keadaan. Dalam kehidupan seperti itu, mereka merasakan bahwa hal yang paling penting adalah tidak menyia-nyiakan momen “masa muda” dan “menikmatinya”.

Momen yang kemudian menjadi inspirasi untuk album mereka yang dirilis pada Selasa (22/8) lalu. Bertajuk Don’t waste my YOUTH, ini menjadi rilisan album pertama dari band yang berdiri pada Oktober 2020. Total ada 10 lagu yang mengisi album tersebut, dengan title track berjudul Scream yang video musiknya dirilis bersamaan dengan peluncuran album perdananya.

Video musik Scream terdiri dari video live performance yang mengekspresikan momentum lagunya yang apa adanya. Dengan memperlihatkan jalanan yang berada di daerah Shibuya. Audio resmi masing-masing lagu juga dirilis di saluran YouTube resmi Wendy, yang diilustrasikan oleh Johnny Vincent.

Skye McKenzie berharap lagu ini dapat memberi orang keberanian untuk mengatakan apa yang mereka inginkan dan menjadi apa yang mereka inginkan. Seperti di bagian refrain lagunya “Jangan buang waktumu memikirkan apa yang orang pikirkan tentangmu. Jangan pernah berubah demi orang lain!!“.

Melalui lagu-lagu dalam album Don’t waste my YOUTH yang telah ditambahkan ke dalam 30 playlist platform musik Spotify, band rock Wendy semakin dikenal luas dengan meningkatnya  pendengar musik mereka di Amerika Utara dan Inggris.

Untuk album perdana, Wendy bekerja sama dengan Marc Whitmore sebagai sound producer yang memenangkan Grammy Award 2022 kategori Album Terbaik untuk album bertajuk We Are karya John Badiste. Pekerjaan ini selesai setelah pertemuan ajaib antara produser dan Wendy, yang menaruh perhatian pada dunia musik luar negeri.