Art/Gallery

Series #1 JAVA Jadi Pembuka Dari Rangkaian Meet the Makers

69
×

Series #1 JAVA Jadi Pembuka Dari Rangkaian Meet the Makers

Share this article

LASAK.iD – Sejak terbentuk pertama kali di tahun 2004, Meet the Makers berkomitmen untuk menjadi wadah dari berbagai komunitas perajin, desainer, seniman dan organisasi budaya di berbagai daerah di Indonesia.

Satu di antaranya dengan menggelar event rutin Meet the Makers untuk pertemukan para komunitas dengan buyer atau pembeli. Sejak 2004 hingga 2019, Meet the Makers sudah berlangsung sebanyak 14 kali.

Sempat beralih ke format daring di masa pandemi, tahun ini Meet the Makers kembali diadakan dalam format luring, yang sekaligus menjadi penyelenggaraannya ke-15.

Keadaan yang belum seutuhnya normal membuat MtM menyesuaikan konsep acara, yang pada edisi sebelumnya semua artisan yang terlibat bersama selama acara berlangsung.

Kini MtM membuatnya menjadi lebih intimate dengan konsep barunya. Tetap berpegang pada tema besarnya, yaitu Resilience. Namun, MtM hadirkan dalam 6 event berbeda yang memiliki temanya tersendiri.

MtM membukanya dengan event pertamanya, ‘Craft as Art, Resiliansi, Series #1 JAVA‘ dengan tajuk New Reflections on Javanese Traditions. Dalam acara tersebut ada sekitar 6 artisan dan seniman yang terlibat.

Di antaranya:

  • Lawe, Produk Tenun Lurik, Fitri Werdiningsih
  • Wiru, Jumputan dan Batik Fashion Caroline Rika
  • Marenggo, Jumputan dan Warna Alam Fashion
  • Mupakara, Produk Kulit oleh Yasmin Ratribumi
  • Pekunden Pottery, Sgraffito Keramik oleh Bregas Harrimardoyo
  • Baragung batik dan aksesori Sosial Enterprise oleh Rumah Budaya Babaran Segaragunung

Series #1 JAVA ini digelar mulai 30 September – 2 Oktober 2022 yang berlokasi di Kemang atau tepatnya di Parara Indonesian Ethical Store, Jakarta.

Keenam artisan dan seniman tradisi juga kontemporer dalam Series #1 JAVA, memiliki kepedulian yang sama terhadap akar budaya. Untuk sebisa mungkin mempertahankan, melestarikan dan mengembangkan budaya daerah supaya tidak tergilas oleh perkembangan zaman.

Ini juga bentuk komitmen lain dari MtM yang sejak awal selalu menghadirkan artisan dan seniman yang masih memegang teguh teknik tradisi atau asli yang turun temurun dalam karyanya.