Abominable: Kisah Petualangan Dan Persahabatan Yeti Dan Manusia
Movie

Abominable: Kisah Petualangan Dan Persahabatan Yeti Dan Manusia 

LASAK.iD – Hollywood memiliki beberapa rumah produksi yang memang fokus dalam pembuatan film animasi. DreamWorks Animation menjadi salah satunya, bekerjasama dengan rumah produksi Pearl Studio di awal Oktober ini merilis film animasi terbaru berjudul Abominable. Film berdurasi 97 menit menghadirkan drama keluarga dan persahabatan yang dibalut dengan action, comedy, adventure dan fantasy. Melalui 4 karakter utama Yi (Chloe Bennet), Peng (Albert Tsai), Jin (Tenzing Norgay Trainor) dan Everest (Joseph Izzo) yang dihadirkan oleh Jill Culton sebagai penulis.

Sekaligus sebagai sutradara bersama Todd Wilderman (co-director), Jill Culton memberikan sensasi berbeda kepada penonton tentang penggambaran sosok Yeti. Dimulai dari Yi, remaja perempuan yang berubah menjadi penyendiri semenjak kepergian ayahnya. Tempatnya menghabiskan waktu dengan biola sang ayah berada di atap huniannya. Sekaligus tempat rahasia dimana Yi sedang merencanakan perjalanan panjang untuk mengelilingi tempat di daratan China yang merupakan mimpinya bersama sang ayah.

Suatu hari saat sedang bermain biola, Yi tanpa sengaja menemukan sosok mahkluk putih besar sedang tertidur dalam keadaan tangan terluka. Menyadari mahkluk yang dilihatnya adalah Yeti, Yi pun terkejut. Namun Yi menyadari Yeti tersebut dalam bahaya yang membuatnya berinisiatif merencanakan misi penyelamatan untuk mengembalikannya ke tempat tinggal aslinya di Pegunungan Everest di Himalaya. Everest ingin di jual dan dijadikan objek penelitian namun berhasil melarikan diri yang membuatnya diburu oleh orang kaya bernama Burnish (Eddie Izzard) dan Dr. Zara (Sarah Paulson).

Peng dan Jin yang juga mengetahui kebaradaan Everest akhirnya terlibat dalam misi yang dilakukan Yi. Hingga ketiga remaja terjebak dalam situasi dan perjalanan berbahaya yang dibalut dalam sebuah petualangan seru. Petualangan yang tidak di sengaja ternyata membawa kejutan untuk Yi. Tanpa disadari semua tempat yang ingin dikunjunginya bersama sang ayah dalat terwujud. Hal itu ternyata bukan sebuah kebetulan. Everest dalam film Abominable digambarkan sebagai Yeti yang tidak biasanya.

Selain dalam mengekspresikan perasaan layaknya manusia, Everest digambarkan sebagai sosok Yeti yang pintar dan memiliki kemampuan magic yang membuatnya dapat menyatu dengan alam hanya dengan bersenandung. Hal menarik lain dari Everest adalah kemampuannya dalam mengingat apa yang dilihatnya di sekeliling. Itulah yang membuatnya dengan sengaja membawa Yi, Peng dan Jin bisa mengunjungi semua tempat dari post card yang dimiliki Yi. Sesuatu yang tidak disadari Yi, Peng dan Jin selama perjalanan membawa Everest kembali ke rumahnya. Meski mendapatkan banyak kesulitan yang ditimbulkan anak buah dari Burnish.

Film Abominable jika diperhatikan seperti penggabungan dari 2 film animasi yang pernah tayang sebelumnya di tahun 2014 (Big Hero 6) dan 2018 (Small Foot). Namun bukan dalam konotasi negatif seperti menjiplak cerita. Abominable hanya menggabungkan salah satu konsep yang ada dari masing-masing film tersebut. Pada film Big Hero Six sangat menggambarkan negara Jepang, seperti nama karakter dan kota para karakter tinggal namun dengan sentuhan rasa Hollywood. Untuk Small Foot dari posternya saja sudah bisa terlihat hal yang ditonjolkan adalah mahkluk kutub bernama Yeti.

Kedua konsep tersebut yang terlihat dalam film Abominable. Baik Big Hero 6 maupun Abominable menggambarkan dua negara Asia yang berbeda yaitu Jepang (Big Hero 6) dan China (Abominable). Bedanya pada Big Hero 6 kita melihat sisi negara Jepang dari kemajuan teknologi di masa depan dengan penggambaran tata kota yang futuristik. Dan untuk Abominable penulis Jill Culton menggambarkan China dari sisi panorama alam dan kehidupan sosialnya.

Sedangkan sosok Yeti dan persahabatannya dengan manusia akan terlihat pada Small Foot dan Abominable. Tetap keduanya tetap menawarkan sense yang berbeda karena penulis dan rumah produksinya pun berbeda. Pada Small Foot penulis menerapkan cerita dari mitos yang beredar di masyarakat. Bahwa Yeti merupakan penghuni dari daerah bersalju di Kutub. Berbeda dengan Abominable yang lebih mengambil set lokasi di wilayah Pegunungan Himalaya yaitu Everest.

Terlepas dari semuanya yang membuat Abominable menjadi film pilihan akhir pekan karena banyak hal menarik yang ditawarkan sepanjang filmnya. Sebuah karya film animasi yang tidak hanya menjadi tontonan untuk anak-anak tetapi juga untuk orang dewasa. Bisa dikatakan menjadi film keluarga untuk menghabiskan akhir pekan bersama. Melihat dari genre filmnya mulai dari animation, action, adventure, drama hingga comedy, Abominable menjadi film “gado-gado”. Tapi tunggu walau campur aduk menjadi satu dalam cerita penulis dan sutradara cukup berhasil membuat penonton tidak berpaling saat menontonnya. Setiap menit ceritanya cukup menarik untuk dilihat. Termasuk dalam setiap scene dengan dialog karakternya yang cukup panjang.

Unsur komedi yang dihadirkan lewat gesture dan dialog khususnya dari karakter Yeti (Everest) dengan Peng bisa membuat tertawa penonton. Begitu pula lewat karakter Yi dan Jin. Bahkan lewat karakter Jin yang digambarkan sebagai remaja kekinian yang narsis dan keren pun bisa menghadirkan tawa penonton, yang memberikan kesan sedikit konyol pada karakternya. Penulis dan sutradara cukup berhasil membawakan pesan yang ingin disampaikan melalui filmnya. Termasuk drama keluarga dan persahabatan yang dibuat sederhana agar penonton tidak berpikir keras untuk mencernanya.

Jadi Abominable bisa menjadi list dan pilihan film di akhir pekan. Film yang bisa di tonton siapa saja mulai dari anak-anak tetapi tetap didampingi orang tua ya hingga orang dewasa. Abominable yang mendapatkan respon positif dari banyak situs film dunia ini di Indonesia mulai tayang dari 4 Oktober 2019.

Production company: DreamWorks Animation, Pearl Studio

Distributor: Universal Pictures (worldwide), Paerl Studio (China)

Cast: Chloe Bennet (Yi), Albert Tsai (Peng), Tenzing Norgay Trainor (Jin), Joseph Izzo (Everest), Eddie Izzard (Burnish), Sarah Paulson (Dr. Zara), Tsai Chin (Nai Nai), Michelle Wong (Yi’s mother)

Director: Jill Culton, Todd Wilderman (co-director)

Screenplay: Jill Culton

Producers: Suzanne Buirgy, Dave Polsky

Duration: 1 hours 37 minutes

(Sarah)

Komentarlah yang bijak

Related posts